Yuk Nongkrong di History Café

Vote Us

Seorang teman, seorang barista, pernah bilang kalau orang Makassar lebih suka nongkrong berlama-lama dibanding orang Jakarta. Apa yang dia bilang berdasarkan pengalamannya selama menjadi barista di Makassar dan di Jakarta.

Teman tadi mengamati dan menyimpulkan kalau pengunjung kafe di Makassar lebih suka tinggal lama dan bercerita dengan teman-temannya dibanding pengunjung di Jakarta yang biasanya akan pergi usai menikmati makanan dan minuman.

Kebiasaan nongkrong dan ngobrol lama di kafe atau kedai kopi itulah yang mungkin menjadi salah satu sebab kenapa pertumbuhan kafe dan kedai kopi di Makassar sangat tinggi. Hampir setiap saat ada saja kafe atau kedai kopi baru yang menghiasi sudut-sudut kota Makassar.

Malam minggu lalu saya dan teman-teman janjian untuk bertemu. Lalu muncullah nama History Café sebagai tempat bertemu. Seorang teman mengajukan kafe ini setelah kami berunding untuk menentukan lokasi pertemuan. Nama kafe ini asing bagi saya, belum pernah terdengar sebelumnya.

History Café. Kafe ini ada di Jl. Macan no 28, pas perempatan Jl. Macan dan Tupai. Lokasinya yang tidak berada di jalan poros membuat kafe ini tenang. Jauh dari kebisingan. Belum ada seorang pengunjung pun saat saya dan teman tiba. Dengan leluasa saya bisa mengambil gambar. Interior kafe yang didominasi unsur dan warna kayu membuat kafe ini sangat instagram-able. Lumayan, untuk menambah postingan.

History Cafe Hello Makassar (1)

Kami lalu masuk dan menemukan ada dua sofa hitam yang empuk di bagian sudut. Sebuah kertas putih bertuliskan ‘Reservasi’ terpajang di atas meja sofa itu. Tak peduli pada kertas itu kami langsung duduk saja. “Berapa orang kak?” tanya pramusaji yang mendekati kami. “lima atau enam orang, kayaknya” jawab saya menyesuaikan kapasitas sofa itu. Padahal, saya tak yakin jumlah kami sampai enam orang.

Si pramusaji lalu mengambil kertas reservasi tadi dan menyodorkan daftar menu. “Kopi tua, kak” jawab si pramusaji saat saya menanyakan menu andalan kafe ini. Kopi Tua adalah menu kopi yang disajikan dengan dua pilihan; bersama fresh milk atau susu kental manis. Kami memesan dua. Sebagai teman menikmati Kopi Tua, teman memesan pisang goreng palm sugar.

Tak berapa lama teman datang satu persatu. Kami jadi berlima. Satu orang lagi tak jadi datang karena mengira pertemuan kami tak jadi. Tak sampai setengah jam kafe sudah penuh. Kami tak menyadari pengunjung yang berdatangan. Untunglah kami datang lebih awal. Telat sedikit, sofa empuk ini pasti terisi orang lain.

Kafe ini terdiri dari dua bagian. Bagian dalam kira-kira seluas 5×8 meter. Selain sofa tadi, di dalam juga terdapat meja tinggi panjang dengan kapasitas delapan orang. Cocok bagi yang datang ramai-ramai bareng teman. Untuk yang datang berduaan, area dalam juga menyediakan empat pasang meja bagi dua orang.

Untuk area luar yang lebih luas lagi, ada sembilan pasang meja yang masing-masing bisa menampung empat sampai lima orang. Lebih dari lima orang? Tinggal geser dan gabung mejanya. Nongkrong jadi asik dan seru!

Untuk menu, History Café ini menyediakan kopi sebagai menu utama. Pilihan menu kopinya juga beragam. Mulai dari manual brew hingga seduhan V60, Vietnam Drip dan Shypon. Semua sajian kopi menggunakan biji kopi pilihan dari Sesean Toraja. Untuk pengunjung yang lebih memilih non-coffee juga tersedia banyak pilihan, mulai dari milk shake hingga teh.  Minuman lain yang banyak dipesan pengunjung kafe ini, selain Kopi Tua, adalah Thai Tea.

 

History Cafe Menu Hello Makassar

Bagi yang lapar, History Café ini menyediakan beragam menu makanan. Mulai dari cemilan seperti pisang goreng palm sugar, aneka sandwich sampai makanan berat. Salah satu yang harus dicoba adalah Nasi Goreng Kampung, menu makanan andalan kafe ini.

Harga beragam menu yang ditawarkan pun termasuk terjangkau bagi dompet anak muda. Mulai dari yang paling murah Rp. 6.000,- dan yang paling mahal cuma Rp. 34.000,- per porsi. Harga yang pas bagi anak muda Makassar yang suka nongkrong dan betah berlama-lama di kafe atau kedai kopi.

Jika berkesempatan mengunjungi Makassar dan ingin menikmati segelas dua gelas kopi khas Toraja, datanglah ke Histpry Cafe ini. Selain menikmati beragam menu, kamu juga bisa membuktikan apakah anak muda Makassar suka nongkrong berlama-lama bersama teman-temannya atau tidak..

(Visited 893 times, 4 visits today)


About

sharing is caring | bebas merdeka 100% | writer and traveller wannabe | peneliti paruh waktu | social media enthusiast |


'Yuk Nongkrong di History Café' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloMakassar.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool