Kepulauan Selayar

Wisata Sepeda, Bertualang Menikmati Selayar Sulsel

Wisata Sepeda, Bertualang Menikmati Selayar Sulsel
5 (100%) 1 vote

Selayar adalah sebuah kabupaten kepulauan yang terkenal akan keindahan laut dan pantainya. Kabupaten yang secara resmi bernama Kabupaten Kepulauan Selayar memiliki luas sebesar 10.503,69 km², wilayah daratan dan lautan. Di kabupaten ini terdapat Taman Nasional Takabonerate yang merupakan karang atol terbesar ketiga di dunia.

Pulau Selayar Sulsel

Wisata Sepeda, Bertualang Menikmati Selayar Sulsel – lelakibugis

Kepulauan Selayar memiliki banyak potensi wisata yang wajib dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun mancanegara. Potensi wisata itu meliputi wisata bahari, alam, maupun wisata sejarah. Selama ini orang lebih banyak mengenal keindahan Sepotong Surga bernama Takabonerate dan wisata bahari lainnya, padahal daratan Pulau Selayar pun kaya akan potensi wisata.

Selayar juga menawarkan berbagai destinasi wisata di daratannya. Destinasi wisata ini banyak yang belum terkelola dengan baik dan masih menyimpan keindahan alami. Sangat banyak potensi wisata yang belum tergali di pulau yang terletak di selatan kaki pulau Sulawesi ini.

Sebagai wilayah sebuah pulau, Selayar kaya akan pantai-pantai cantik yang membentang di pesisirnya. Sebut saja, Pantai Taloiya, Pantai Pa’badilang, Pantai Labuang Nipaiya, Pantai Rampang-Rampangan, Pantai Pamatata, Pantai Lembangia, Pantai Tanaera, dan Pantai Lansangireng di Kecamatan  Bontomatene.

Titik Nol Kilometer Pulau Selayar

Titik Nol Kilometer Selayar – lelakibugis

Salah satu cara asyik dan menarik untuk menikmati daratan Pulau Selayar adalah dengan bersepeda. Rute bersepeda ini bisa dimulai dari Dermaga Pamatata, pelabuhan ini merupakan pintu gerbang utama memasuki daratan Kabupaten Kepulauan Selayar melalui jalur laut dengan fasilitas penyeberangan berupa kapal feri. Objek wisata pertama yang akan saya jumpai adalah Pantai Rampang-Rampangang yang berjarak 39,5 km dari Kota Benteng.

Titik selanjutnya adalah (2) Pantai Pa’ba’dilang, merupakan salah satu potensi wisata andalan yang terletak di penghujung utara kabupaten yang dikenal pula sebagai Bumi Tanadoang (red: Negeri Udang). Setelah itu titik berikutnya adalah (3) Makam Saudagar Melayu di Bonelohe. Titik (4) Goa Tajuiya, (5) Perkampungan Pandai Besi di Dusun Sariahang, (6) Kebun Jeruk Keprok di Kalaroi. Hari pertama ini berakhir di (7) Batangmata dan bermalam di salah satu rumah penduduk. Perjalanan bersepeda pada hari kedua berlanjut keesokan paginya bersepeda menuju titik (8) Benteng/Makam Embayya di Buki.

Pulau Selayar Sulsel

Gedung Peninggalan VOC – Belanda di Selayar – lelakibugis

Ada satu titik yang sulit dijangkau dengan bersepeda yaitu Air Terjun Suttia, yang memiliki curahan air dengan ketinggian 30 meter. Medan pada delapan titilk di Kec. Bontomate’ne ini cukup menantang, selain aspal, beberapa ruas jalan masih perkerasan dan pendakian. Jarak dari titik 1 s/d titik 8 sekitar 20 km, tapi karena beberapa tempat tidak berada di jalan poros seperti titik 2,3,5,7 maka jarak tempuh bersepeda seluruhnya menjadi 30 km.

Titik wisata selanjutnya adalah (9) Makam Raja2 di Silolo, (10) Kampung Pa’batteang. Setelah istirahat makan siang, perjalanan bersepeda akan berlanjut ke jalan poros melewati kampung Tanabau Tenro, Lebo/Pajalaiya & Kampung Tulang. Sore hari, tiba pada titik (11) Desa Barugaia, melihat kegiatan pembuatan kopra & arang tempurung kelapa. Kampung ini akan menjadi titik persinggahan untuk bermalam sebelum berlanjut pada keesokan harinya menuju ke titik (12) Desa Polebunging/Karajaang. Setelah makan siang dan istirahat di titik (13) lalu bersepeda menuju titik (14) Kolam Eremata, sumber air bersih PDAM Selayar.

Gong Nekara Perunggu Selayar

Gong Nekara Perunggu Selayar – lelakibugis

Perjalanan akan berakhir melalui titik (15) Appa’ Batu untuk menuju titik akhir yaitu (16) Kota Benteng untuk melakukan wisata kota. Pemandangan senja pada dermaga kota Benteng ini sangat sayang jika dilewatkan. Malam hari, berbincang dengan teman-teman yang tergabung dalam Sileya Scuba Diver di Kafe Tempat Biasa adalah hal wajib dilakukan sebelum pulang keesokan harinya melalui Pelabuhan Rachman Rauf menggunakan kapal laut cepat fiber menuju Pelabuhan Lappa’e Kab. Bulukumba.

Gambaran wisata petualangan bersepeda di atas memakan waktu empat hari dan tiga malam. Masih banyak titik-titik wisata yang belum masuk dalam titik-titik kunjungan. Tentu saja, titik-titik wisata itu membuka kemungkinan beragam paket wisata petualangan bersepeda dan backpacking.

Tertantang untuk menikmati wisata sepeda ini?

(Visited 592 times, 1 visits today)


About

sharing is caring | bebas merdeka 100% | writer and traveller wannabe | peneliti paruh waktu | social media enthusiast |


'Wisata Sepeda, Bertualang Menikmati Selayar Sulsel' have 1 comment

  1. June 10, 2015 @ 9:49 am Nur Islah

    sy tiap tahun keselayar. suami orang selayar, kalo lebaran idul fitri pasti kesana

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloMakassar.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool