wisata-palopo-pelabuhan-tanjung-ringgit

Jalan-Jalan Sore ke Pelabuhan Tanjung Ringgit

Jalan-Jalan Sore ke Pelabuhan Tanjung Ringgit
5 (100%) 2 votes

Sore yang cerah saat moncong mobil diarahkan ke daerah Pelabuhan di kota Palopo. Kakakku yang bertindak sebagai sopir sore itu akan mengajak the krucils untuk jalan-jalan sore ke destinasi wisata Palopo dan menurutnya area Pelabuhan Tanjung Ringgit menjadi pilihan yang tepat. Lah jalan-jalan sore kok ke pelabuhan? Memangnya pelabuhan ini sudah termasuk dalam list wisata Palopo? Ngapain aja di sana?

Wisata palopo Pelabuhan Tanjung Ringgit

Pelabuhan Tanjung Ringgit adalah sebuah pelabuhan yang dibangun di masa kolonial Belanda, tepatnya pada tahun 1920. Awalnya hanya berupa sebuah dermaga kecil yang digunakan oleh nelayan di Palopo dan pulau-pulau sekitarnya sebagai jalur penghubung. Dermaga kecil ini hanya bisa disinggahi kapal-kapal kecil yang mendukung jalur perdagangan dan mobilitas penumpang dengan pelabuhan-pelabuhan lainnya, seperti Pelabuhan Soekarno-Hatta di Makassar dan Pelabuhan Nunukan di Kalimantan.

Setelah kemerdekaan Indonesia, pelabuhan ini mengalami perkembangan dan terus berbenah menjadi pusat aktivitas perdagangan dan pelayaran di kota Palopo. Mulailah dilakukan perbaikan dan penambahan fasilitas penunjang misalnya kantor dan jalan beraspal menuju ke dermaga pelabuhan.

Karena pelabuhan Tanjung Ringgit ini memang dikhususkan untuk kapal barang saja, jangan harap ketemu kapal penumpang di pelabuhan ini. Untuk menyeberang ke Kolaka dengan menggunakan kapal feri, harus ke pelabuhan Bajoe di Siwa. Kadang-kadang ada juga sih kapal pesiar yang merapat ke pelabuhan ini, membawa wisatawan mancanegara yang ingin berwisata ke Tana Toraja melalui perjalanan darat.

Wisata palopo Pelabuhan Tanjung Ringgit

Aktivitas utama di pelabuhan ini memang hanya melayani kegiatan bongkar muat khususnya barang-barang hasil pertanian dan perkebunan atau hasil bumi. Sekarang pelabuhan Tanjung Ringgit di Palopo sudah bisa melayani kapal-kapal pembawa kontainer dari Surabaya. Ke depannya, pelabuhan ini akan terus dikembangkan agar bisa menjadi pelabuhan kontainer terbesar ke-3 di Sulawesi Selatan setelah Makassar, dan Parepare, demikian pemaparan Walikota Palopo, HM Judas Amir, MH.

Layaknya pelabuhan lainnya, di area Pelabuhan Tanjung Ringgit pun terjadi hiruk pikuk perahu nelayan berbagai ukuran dan terdapat tempat pelelangan ikan (TPI)  yang selalu ramai para pembeli dari kota Palopo dan daerah sekitarnya. Pagi-pagi para nelayan pulang melaut membawa hasil tangkapan yang masih segar, jadi TPI biasanya memang paling ramai di pagi hari. Nah di sore hari, area pelabuhan jadi ramai oleh pengunjung yang ingin memancing, foto-foto, duduk-duduk sambil ngemil atau sekadar jalan-jalan sore menikmati hembusan angin laut.

Wisata palopo Pelabuhan Tanjung Ringgit

Wisata palopo Pelabuhan Tanjung Ringgit

Pemandangan sore hari di Tanjung Ringgit memang mempesona, cocok sebagai destinasi wisata Palopo. Dengan hamparan pesisir pantai Teluk Bone yang dikeliling barisan pegunungan, sunset yang indah dan di kejauhan terlihat pekuburan China di lereng bukit yang nampak seperti perumahan (iyyaaaa memang perumahan kan, rumah masa depan xD) lalu ada juga pulau Libukang yang selalu ramai di akhir pekan. Di sekitar dermaga banyak kapal yang berlabuh, entah kapal barang, tug boat, perahu nelayan, katinting maupun kapal bagang.

Saat kami berkunjung di sore hari itu, sedang ada kapal barang yang merapat. Para krunya sedang beristirahat karena muatannya yang berupa semen sudah selesai dibongkar. The Krucils senang sekali saat diperbolehkan untuk menjelajah di atas kapal barang tersebut. Mereka berlarian dari sudut ke sudut gak mau diam hehehhee.

Puas menjelajah kapal barang, akhirnya kami jalan-jalan saja di area pelabuhan. Ada deretan penjual di dalam area pelabuhan ini, kita bisa duduk-duduk menikmati sunset sambil nge-jus atau ngemil. Oya, sebelum pintu gerbang masuk ke pelabuhan, juga ada yang jualan jus dan jajanan. Jadi kalau males masuk area pelabuhannya karena mesti bayar, bisa nongkrong di sini saja 😀

Menjelang maghrib, kami meninggalkan Pelabuhan Palopo Tanjung Ringgit dan menuju masjid Jami di kota Palopo untuk menunaikan sholat maghrib sebelum menuju pulang ke rumah yang berjarak sekitar 20 kilometer dari kota Palopo. Mudah-mudahan ada kesempatan dan rejeki untuk menjelajahi kota dan beragam wisata Palopo, mulai dari wisata alam, wisata sejarah, wisata kuliner dan wisata kota Palopo lainnya.

Yuk mari bersama-sama menikmati wisata palopo, Cari tiket pesawat murah, Cari hotel murah, dan Tur Keliling Indonesia untuk ke Makassar, sekarang!

Berbicara tentang kota Palopo, kota ini adalah kota kecil yang terus berkembang. Kota dengan luas wilayah sekitar 247,52 km2 ini berbatasan dengan Kecamatan Walenrang – Kabupaten Luwu di sebelah Utara. Sebelah Selatan dengan Kecamatan Bua – Kabupaten Luwu. Di bagian Timur dengan Teluk Bone dan bagian Barat dengan Kecamatan Tondon Nanggala, Kabupaten Tana Toraja. Dari Makassar, kota Palopo dapat ditempuh selama 8 jam dengan kendaraan bermotor atau bisa juga menggunakan pesawat melalui bandara Lagaligo di Kecamatan Bua, yang berjarak sekira 30 menit dari kota Palopo.

Di masa lalu, karya sastra epik berjudul I La Galigo dilahirkan di sini. Karya sastra yang disebut-sebut karya sastra dengan naskah terpanjang di dunia dengan 300 ribu larik epik, mengalahkan panjangnya kisah Mahabarata dari India. Sekarang, beberapa kumpulan naskah I La Galigo berada di Perpustakaan Universitas Negeri di Leiden, Belanda.

(Visited 490 times, 1 visits today)


About

Mother of #BabyJo || Blogger http://nanie.me || Traveller and Food Lover http://jokkajokka.com || Find me at IG @naniekoe


'Jalan-Jalan Sore ke Pelabuhan Tanjung Ringgit' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloMakassar.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool