Wisata Kuliner Sehari di Makassar

Wisata Kuliner Sehari di Makassar
Vote Us

Wisata Kuliner Makassar – Jika biasanya kalian hanya mencicipi satu dua kuliner di Makassar, dalam artikel kali ini saya akan berbagi tips untuk wisata kuliner dengan bermacam pilihan menu makanan untuk sehari penuh dengan pilihan warung dan resto yang recommended. Syaratnya cukup satu, hindari makan berlebihan atau sekenyang-kenyangnya yah! Cukup icip-icip ajah hehe …

wisata kuliner enak

Kita akan mulai perjalanan lebih kurang pukul 08.00 wita, kalian boleh sarapan dulu di tempat menginap atau mencoba sarapan dengan Bassang. Dalam perjalanan wisata kuliner ini saya memilih Bassang sebagai sarapan untuk kalian ketimbang Songkolo -penganan yang terbuat dari beras ketan-. Basang adalah bubur jagung dengan kuah santan yang gurih. Penganan berbahan dasar jagung yang dikuliti ini dapat kalian temui pagi hari di sepanjang Pantai Losari bagian utara, dengan harga relative murah hanya Rp. 5000,- hingga Rp.10.000,- saja.

wisata kuliner di makassar

Setelah sarapan, kalian dapat jalan-jalan di pusat souvenir Makassar yang letaknya tidak jauh dari Pantai Losari, yaitu di pusat penjualan souvenir yang ada di Makassar tepatnya di jalan Somba Opu. Di tempat ini kalian dapat mengujungi toko-toko yang menjual barang-barang antik, ragam barang antik seperti keramik-keramik tua dan pernak-pernik lainnya ada di sini dengan harga yang juga beragam. Ohya, disini juga dapat kalian temui souvenir-souvenir khas Sulawesi Selatan, seperti; miniatur rumah adat Bugis atau Toraja, miniatur kapal Phinisi, songkok Bugis, hingga kain dan sarung juga kudapan-kudapan yang juga khas Sulawesi-Selatan.

Karena ini wisata kuliner, saya tidak akan mengajak kalian terlalu lama berputar-putar di sekitar pusat belanja oleh-oleh ini. Tapi akan mengajak ke salah satu toko kopi yang sangat legendaris dan telah terbukti dengan kualitas kopi-kopi pilihan yang ditawarkan toko ini, yang memang terjaga dengan mutu yang baik. Ya benar! Itu adalah Toko Ujung, toko yang juga terdapat di jalan Somba Opu.

Pssst, jalan-jalan hemat ke Makassar? Kenapa enggak? Ambil promo tiket, paket tour  sekaligus pesan hotel murah.

Menyusur jalan Somba Opu dari utara ke Selatan, akan membuat kalian menjumpai jalan Datu Museng, jalan yang mengangkat nama seorang tokoh lokal dalam cerita rakyat popular dengan kisah percintaannya yang penuh dengan perjuangan, seperti Romeo dan Juliet dari belahan bumi sana hehe. Tak hanya itu, makam dari Datu Museng pun ada di sekitar wilayah ini, tak jauh gerbang selamat kawasan wisata kuliner. Nah, untuk wisata kuliner inilah memang tempatnya, jalan Datu Museng selain menyimpan kenangan yang melegenda dari tokohnya, juga menyimpan romantika kuliner lezat dan mantap. Tak heran jika tempat ini memang menjadi kawasan wisata kuliner yang cukup terkenal.

Jadi kalian dapat menghabiskan waktu makan siang di sini dengan beberapa alternatif pilihan, dua diantaranya: makan berat dengan mie kering lalu ngemil ikan bakar dengan berbagai sambal; sambal racak mangga, sambal tumis, sambal tomat hijau, sambal kecap dan sambal mentah lainnya. Atau makan berat dengan makanan laut dari rumah-makan-rumah-makan yang menyediakan makanan laut tadi, kemudian memesan sepiring mie kering dan mencicipnya ramai-ramai dari warung mie kering yang masih berada di kawasan yang sama.

Setelah makan siang, tentu saja kalian dapat istirahat sejenak dan kembali ke penginapan, namun sayang sekali jika waktu kalian terbatas, lebih baik langsung melanjutkan perjalanan saja. Untuk yang muslim, ada masjid terapung yang menunggu kalian untuk sholat Dhuhur, yang tidak boleh foto-foto di area kawasan masjid terapung ini sambil menanti teman-teman kalian yang lainnya selesai sholat atau istirahat sejenak.

wisata kuliner

Jika perjalanan di teruskan, maka kalian boleh langsung ke jalan Lasinrang, selain di jalan Datu Museng, di tempat ini juga merupakan kawasan wisata kuliner lainnya. Kalian dapat menemukan penjual camilan basah khas Makassar, seperti; lumpia, jalangkote atau pastel, es pisang ijo, es pallu butung, juga air tahu -susu kedelai- yang nikmat. Ingat yah, sampai di sini kalian hanya akan mencicip saja jika masih ingin membayar rasa penasaran tentang kuliner-kuliner lokal yang ada serta menlanjutkan wisata kuliner seharian, sebab perjalanan masih panjang hingga dewi malam menjemput sang surya… Hallah! XD.

Hari mungkin akan ber-hawa sedikit panas, jika ya … Kalian boleh memesan semangkuk es teler -es buah dengan karamel gula merah dan toping kacang disko khas Makassar- untuk diicip rame-rame di bakmi Donal, sebuah resto yang hanya sepelemparan batu dari jalan Lasinrang tadi. Namun jika ingin pilihan lainnya, mencoba Sarabba, wedang jahe khas Sulawesi Selatan tidak ada salahnya. Penyedia minuman segar nan hangat ini dapat kalian temui di sepanjang jalan Sungai Cerekang yang sudah ada sejak tahun 1983.

Ini Bikin semangat loh : Semangkuk Es Poteng Penyegar Dahaga

Ada yang menarik dari Sarabba ini, biasanya ada dua varian untuk pesanan Sarabba; menggunakan kuning telur ayam kampung atau tidak menggunakannya. Bagaimana rasanya? Untuk rasanya, tentu kalian punya pendapat dan rasa tersendiri untuk Sarabba dengan kuning telur atau tanpa kuning telur, silakan coba sendiri dan tentukan favorit kalian yang mana. Lalu jangan lupa beri tahu saya yah … Jika tidak begitu suka dengan Sarabba, di sini juga disediakan gorengan. Yang unik gorengan di sini dilengkapi dengan sambal kanji yang nikmat, bahkan untuk gorengan pisang sekalipun!.

Mungkin akan banyak waktu menikmati sore sambil minum Sarabba dan menikmati gorengan tadi sementara langit mulai memerah. Tapi masih ada waktu untuk menikmati wisata kuliner bahkan hingga hari berganti. Namun sebelum kembali ke penginapan ada baiknya kalian makan malam dulu agar dapat langsung istirahat nantinya. Untuk makan malam dan malam yang panjang jangan sampai tidak mencicipi Coto Makassar, beberapa warung coto yang saya rekomendasikan dapat kalian kunjungi di jalan Ranggong atau di jalan Gagak.

Jika ingin menu lain Sup Konro dan Konro Bakar di jalan Gunung Lompo Battang dapat menjadi alternatif, atau bukan tidak mungkin untuk mencoba semangkuk Pallu Basa -sup daging dengan bumbu yang kuat dan rasa kelapa sangrainya yang khas-  Alas atau Pallu Basa tanpa alas. Apa itu alas atau tanpa alas? Alas di sini adalah tambahan kuning telur ayam mentah. Apa yang terjadi jika memesan Pallu Basa Alas? Kuah Pallu Basanya akan menjadi lebih lembut dan kental. Sementara itu, apa kabar kolesteroool? Duh, plis deh… harap bersabar ini ujian XD.

(Visited 330 times, 1 visits today)


About

Mommy dua anak hebat – perajut dan crafter – sesekali curhat di ungatawwa.wordpress.com


'Wisata Kuliner Sehari di Makassar' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloMakassar.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool