Wisata Horor di Makassar

Wisata Horor Di Makassar

Wisata Horor Di Makassar
5 (100%) 1 vote

Sudah berkunjung ke mana saja selama di Makassar? Dan sudah mencicipi kuliner apa saja selama di Makassar?.

Ini buat kamu yang ingin melakukan wisata tidak seperti biasanya. Tak hanya tempat asyik, indah nan mempesona yang bertebaran di Makassar – Sulawesi Selatan sebagai destinasi wisata yang tentu saja sayang untuk dilewatkan. Tapi juga ada berbagai tempat horor melegenda yang dapat kamu kunjungi dengan bahagia dan penuh suka cita di kota ini yang juga sangat saaayang~ jika kamu juga melewatkannya.

Tentunya setiap daerah punya cerita mistisnya tersendiri, begitu pula Makassar. Maka, setelah menimbang dengan sangat sulit, berikut ini adalah tempat-tempat yang masuk dalam referensi “Silakan Kunjung” dari saya sebagai tempat wisata horor di Makassar ter-romantis XD.

1. Monumen Korban 40.000 Jiwa (Monumen Westerling)

Desember 1946 hingga Maret 1947 di wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat sejarah mencatat tentang kekejaman seorang Belanda bernama Raymond Paul Piere Westerling. Orang tersebut adalah salah satu kapten pada masa penjajahan Belanda yang dengan pasukannya melakukan banyak kekejaman. Mereka melakukan pembunuhan brutal kepada para pejuang dan rakyat yang tidak berdosa. Dan aksi ini dikenal sebagai “Peristiwa Korban 40.000 Jiwa”. Dan di salah satu wilayah dalam Kota Makassar inilah merupakan tempat bekas lubang kuburan massal korban kekejaman Kapten Westerling dan pasukannya. Di tempat ini sekarang berdiri sebuah monumen yang dikenal dengan nama “Monumen Korban 40.000 Jiwa” atau Monumen Westerling.

Bau anyir dan busuk kerap tercium, di sekitar area monumen ini. Penampakan berbagai wujud juga sering kali mewarnai tempat ini. Ada banyak bentuk penampakan yang sering dicontohkan jin-jin penghuni tempat ini, beberapa diantaranya adalah wujud suster ngesot dan wujud pejuang yang berlumuran darah.

Monumen 40.000 jiwa atau Monumen Westerling ini terdapat di jalan Korban 40.000 jiwa, nama jalan yang juga diangkat dari kejadian yang pernah terjadi di tempat itu puluhan tahun silam.

2. Gedung Radio Republik Indonesia

Gedung yang termasuk gedung tua ini meski bukan merupakan peninggalan Belanda juga memiliki kesan mengerikan yang cukup kuat. Gedung yang  tepat bersebelahan dengan Benteng Rotterdam ini dan masih digunakan sebagai kantor peradioan, memang memiliki bangunan dan halaman yang cukup luas.

Suasana di sekitar Gedung Radio Republik Indonesia wilayah Makassar ini memang cukup lengang dan mistis. Banyak pohon besar dan bangunan serta ruangan yang kurang terawat membuat bangunan tua ini terkesan dingin penuh kepiluan. Dan menurut salah seorang karyawan, hal aneh yang sering terjadi adalah penampakan seorang kakek atau anak kecil di area gedung auditorium dan bagian maintenance.

3. Gedung Societeit de Harmoni atau Gedung Kesenian

Gedung Societet de Harmoni

Gedung Societet de Harmoni sebelum direnovasi

Jalan Riburane memang merupakan kawasan kota tua di Makassar, jalan ini adalah salah satu kawasan aktif pada jaman penjajahan Belanda, merupakan jalur ramai tranportasi umum kala itu hingga sekarang. Maka tidak heran jika sepanjang jalan ini banyak bangunan tua, salah satunya adalah Gedung Kesenian, Societeit de Harmonie.

Gedung yang satu ini sering dipenuhi oleh para seniman dan digunakan untuk acara-acara seni di Kota Makassar. Bangunan dengan arsitektur Belanda ini memang merupakan peninggalan pemerintah Kolonial Belanda, bangunan tua yang cantik ini memang agak sedikit kusam. Walaupun beberapakali sempat ada pemeliharaan dan renovasi. Namun, lagi-lagi kesan dingin dari bangunan tua ini memang tidak dapat dilepaskan begitu saja. Kebanyakan dari mereka yang beraktivitas di sekitar gedung ini sering mendengar suara tangisan perempuan yang membuat jantungmu berdegup lebih centil.

Jangan khawatir dan tidak perlu kecewa, jika hanya suara yang kamu dapati, sebab yang punya suara banci tampil juga. Kamu cukup mudah bertemu dengannya saat sedikit meluangkan waktumu menghabiskan malam, menikmati sebungkus kacang rebus di gedung ini. Sejatinya suara tangisan identik dengan perempuan, maka mereka-mereka ini pun seringnya menampakkan wujud  sosok perempuan berambut kusut yang panjang.

“Hiiihiiihiii…” eh, itu ketawa deng… XD.

4. Lapangan Karebosi

Siapa yang tidak kenal dengan Lapangan Karebosi? Tempat yang sempat menjadi titik nol kilometer Kota Makassar ini juga menyimpan berbagai kisah. Dari kisah indah, menyedihkan hingga kisah horor ada di sini.

Adapun kisah horor yang menarik dari Lapangan Karebosi ini adalah kisah tujuh kuburan tua; banyak beredar kisah tentang tujuh kuburan tua ini. Ada yang mengisahkan kuburan ini adalah kuburan 7 orang bersaudara yang dikutuk oleh Wali karena kejahilan mereka.

Ada pula yang mengisahkan jika kuburan ini merupakan gundukan yang tiba-tiba muncul secara gaib dan disaksikan ratusan orang saat terjadi perang hebat selama tujuh hari antara kerajaan Gowa-Tallo dan VOC. Dengan suasana yang cukup mencekam, Makassar dilanda hujan badai dan petir yang sangat dahsyat kala itu. Lalu dari gundukan ini keluarlah tujuh orang dengan busana keemasan yang dikenal sebagai Tomanurung atau Karaeng Angerangbosi atau Pangeran Pembawa Hujan, dewa bagi masyarakat Bugis-Makassar saat itu. Nama ini pula yang diadopsi menjadi nama lapangan tersebut saat ini.

Saat ini lapangan Karebosi telah mengalami revitalisasi. Lapangan yang banyak menyimpan sejarah ini telah menjadi salah satu pusat bisnis yang cukup berkembang, terletak di potongan jalan Ahmad Yani, jalan Jendral Sudirman, jalan Kartini dan jalan Kajoalalido. Meski demikian tempat ini tetap menjadi tempat yang dikeramatkan oleh sebagian masyarakat setempat.

5. Benteng Rotterdam

Benteng Rotterdam

Salah satu sudut benteng Rotterdam

Kalau tempat yang satu ini sudah tidak perlu ditanyakan lagi, hampir setiap sisinya menyimpan misteri yang cukup membuat bulu kuduk meremang ketika berkunjung ke sana. Sebuah benteng pertahanan pada masa kerajaan Gowa-Tallo yang dibangun tahun 1545 oleh Raja Gowa ke-X -Imanrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung atau Karaeng Tunipalangga Ulaweng- dan telah direnovasi oleh pemerintah kolonial Belanda ini memang terkenal angker. Banyak ruang-ruang rahasia, ruang bawah tanah, ruang kosong di sudut hati ini –hallah!- yang dulunya merupakan penjara yang menjadi saksi bisu berbagai peristiwa mengerikan saat itu.

Penampakan pun kerap kali terjadi di sekeliling bangunan ini, biasanya mereka menyerupai tentara Belanda, Noni Belanda yang cantik, prajurit yang berdarah-darah, ataupun seekor kuda putih yang berkeliaran. Oke bangets kan!?.

Namun demikian, suasana itu tidak menyurutkan niat pengunjung untuk datang ke tempat ini. Seringnya di tempat ini juga diadakan acara-acara keren bertaraf nasional hingga internasional. Bangunan yang terletak di jalan Ujung Pandang ini terbuka untuk umum dan dari pukul 6 hingga pukul 18.

Saat ini di salah satu ruangan yang ada di Benteng Rotterdam ini telah dijadikan museum. Museum Kajolalido, dengan jumlah koleksi lebih kurang 4.999 koleksi berupa; peninggalan prasejarah, keramik, naskah, numismatik dan sejarah. Juga koleksi etnografi yang terdiri dari macam hasil teknologi, peralatan hidup, kesenian dan benda lainnya yang dibuat dan digunakan oleh empat suku yang ada di Sulawesi Selatan; Bugis, Makassar, Mandar dan Toraja.

Ohya, menurut teman saya yang keren dan masih jomblo bernama Rama, salah satu yang berwujud Noni Belanda itu mengaku bernama Margaret. Okay, dan sepertinya Margaret suka sama Rama.

Tertarik mengunjungi tempat-tempat di atas? Jangan khawatir, kamu dapat mengaksesnya dengan mudah menggunakan kendaraan umum. Yang pasti jangan sampai salah niat yah ke sana, sebab tak dipungkiri masih banyak masyarakat yang ngalap berkah dari tempat-tempat seperti ini.

foto: raddien, panoramio, wartatimur, panduwisata, sobatpetualang
informasi: berbagai sumber

Mau liburan ke Makassar? Cari di sini: tiket pesawat dan hotel
(Visited 328 times, 1 visits today)



'Wisata Horor Di Makassar' have 1 comment

  1. July 26, 2016 @ 1:30 pm Herry Wijayanto

    Baru tahu, kalau di Makassar juga ada gedung Harmonie

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloMakassar.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool