Warung-Warung Coto Makassar Yang Harus Kamu Datangi

Warung-Warung Coto Makassar Yang Harus Kamu Datangi
5 (100%) 1 vote

Makassar adalah kota kuliner dan coto Makassar adalah salah satu ikon kuliner Kota Daeng ini. Ada ungkapan yang menyatakan bahwa tak sah kehadiran seseorang yang berkunjung ke Kota Daeng ini tanpa menyantap coto Makassar langsung di warung-warung coto Makassar yang hampir ada di semua sudut kota.

Coto Makassar, atau Coto Mangkasara dalam dialek Makassar, adalah makanan tradisional Makassar, Sulawesi Selatan. Makanan ini terbuat dari jeroan (isi perut) sapi yang direbus dalam waktu yang lama. Rebusan jeroan bercampur daging sapi ini kemudian diiris-iris lalu dibumbui dengan bumbu yang diracik secara khusus.

Coto selalu dihidangkan dalam mangkuk bersama ketupat dan burasa. Saat ini Coto Mangkasara sudah menyebar ke berbagai daerah di Indonesia, mulai di warung pinggir jalan hingga restoran. Namun, menyantap langsung di kota asalnya tentu akan memberi rasa berbeda.

Berikut ini warung Coto Makassar yang harus kamu datangi ketika berada di Makassar;

Warung Coto Gagak, salah satu warung coto Makassar yang harus kamu kunjungi ketika berada di Makassar

Warung Coto Gagak, salah satu warung coto Makassar yang harus kamu kunjungi ketika berada di Makassar

Coto Aroma Gagak

Nama lengkap dari warung coto Makassar ini adalah Warung Coto Aroma Coto Gagak,  tapi lebih terkenal dengan nama Coto Gagak saja. Penamaan ini bukan karena warung ini menyajikan coto dengan daging Gagak tapi karena warung ini terletak di Jalan Gagak No. 27, Makassar.

Berada persis di sudut persimpangan Jl Gagak dan Jl. Kakatua, warung ini mudah ditemukan. Awalnya, warung coto Makassar ini hanya berupa warung tenda dengan bangku biasa. Ramainya pengunjung membuat pemiliknya bernama H. Jamaluddin atau yang akrab disapa Dg. Nassa berhasil membeli bangunan ruko di sebelah warung tendanya.

Adanya warung di dalam bangunan tersebut memberi bagi pengunjung. Bagi yang mau menikmati coto di ruangan ber-AC bisa memilih warung dalam ruko, namun bagi yang ingin menyesap kuah coto sambil berkeringat bisa makan di warung tendanya.

Saran saya, bagi yang pertama kali ke warung coto Makassar ini, pilihlah makan di warung tenda. Selain bisa menikmati sajian andalan coto dengan kuah kental dan daging empuk, juga bisa melihat langsung dapur di mana coto diolah dengan tungku (panic tanah). Tungku inilah yang membuat aroma dan rasa coto menjadi lebih enak.

Coto Daeng Sirua

Sama halnya dengan penamaan warung coto Makassar lainnya, Coto Daeng Sirua juga memakai nama sesuai dengan jalan lokasinya berdiri di Jalan Abdullah Daeng Sirua. Berbeda dengan warung coto Makassar lainnya, kuah coto di sini lebih bening. Oleh karena itu coto di warung ini sering disebut sebagai coto putih.

Meski berbeda, rasa coto putih ini tidak kalah nikmat dengan hidangan warung coto Makassar lainnya. Tampilan dan paduan bumbu rahasia menjadikannya sebagai salah satu warung coto favorit.

Datanglah di pagi hari jika ingin bersantap di sini karena biasanya warung ini sudah tutup di siang hari karena coto-nya sudah habis.

Sajian Indomie Coto yang jadi menu khas Warung Coto Marasa. Menu ini jadi pembeda dengan warung coto Makassar lainnya.

Sajian Indomie Coto yang jadi menu khas Warung Coto Marasa. Menu ini jadi pembeda dengan warung coto Makassar lainnya.

 

Coto Marasa

Warung coto Makassar yang satu ini memiliki keunikan tersendiri yang membuat berbeda dari warung lainnya. Warung yang terletak di Jl. A. P. Pettarani ini juga menyajikan varian Indomie Coto, yaitu coto Makassar dicampur Indomie. Rasanya, buktikan saja sendiri! Tentu lebih enak dibanding mie instan rasa Coto Makassar itu.

Selain coto Makassar dan Indomie Coto, warung Marasa ini juga menyediakan minuman khas Makassar yaitu sarabba. Ada juga makanan lain seperti ubi dan pisang goreng.

Coto Ranggong

Dulunya ada tiga warung coto Makassar di Jl. Ranggong Daeng Romo namun kini hanya tersisa warung coto kepunyaan Pieter Tanzil, seorang warga keturunan Tionghoa yang berdiri sejak tahun 1960an. Pemilik warung coto ini mengaku mendapatkan resep coto-nya langsung dari H. Daeng Sangkala, pemilik warung coto Makassar pertama di kota Anging Mammiri ini.

Warung coto Makassar Daeng Sangkala sendiri berdiri pada tahun 1940an dan dulunya juga terletak di Jl. Ranggong, namun kini sudah tak ada lagi. Dari 12 anaknya, hanya dua orang yang melanjutkan membuka warung coto, yaitu Patahuddin merintis warung coto Paris di Jl. Adhyaksa. Patahuddin masih memasang tulisan nama ayahnya hingga kini. Begitu juga, anaknya yang bernama Dg. Labbaing yang kini masih setia memakai nama warung coto Ranggong meski lokasinya berada di Jalan AP. Pettarani.

Temukan berbagai penawaran wisata menarik di sini Tiket murah dari Jakarta ke Makassar , Hotel murah di Makassar, dan Beragam paket wisata

Sebenarnya, masih banyak lagi rekomendasi warung coto Makassar yang bisa kamu masukkan dalam daftar kunjungan. Ada yang mau tambahkan?

(Visited 400 times, 1 visits today)


About

sharing is caring | bebas merdeka 100% | writer and traveller wannabe | peneliti paruh waktu | social media enthusiast |


'Warung-Warung Coto Makassar Yang Harus Kamu Datangi' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloMakassar.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool