Warkop Dottoro, Dokternya Kopi Makassar

Warkop Dottoro, Dokternya Kopi Makassar
5 (100%) 1 vote

Menyebut kopi dan tradisi minum kopi di Makassar, nama Warkop Dottoro pastilah harus disebut. Warung Kopi Dottoro ini adalah salah satu warung kopi tradisional dan legendaris di Kota Daeng, selain Tong San, Hai Hong dan Phoenam.

Warung Kopi Dottoro adalah asuhan H. Daeng Naba yang memulai ‘karir’ sebagai peracik kopi dari menjadi tukang cuci gelas hingga memiliki puluhan warung kopi. Usia 12 tahun, Dg Naba hanyalah seorang tukang cuci gelas di warkop kepunyaan salah satu pamannya. Sang paman yang tidak memiliki anak akhirnya menurunkan pengetahuan meracik kopi padanya.

Sejak tahun 1960-an, Daeng Naba mulai merintis warung kopi miliknya sendiri di kawasan utara Makassar yaitu di Jl. Tinumbu bernama Warkop 75. Dalam mengelola warkopnya ini Daeng Naba dibantu oleh sanak-saudaranya.

Pada tahun 2003, Daeng Naba mengubah nama warkopnya menjadi Warkop Dottoro. Dalam bahasa Makassar, Dottoro adalah pelafalan dari kata ‘dokter’. Penamaan Warkop Dottoro ini sendiri bermakna bahwa kopi dapat menyembuhkan kejenuhan kaum pria dan mengusir rasa suntuk akibat berdiam diri di rumah. Nama Dottoro ini sendiri adalah usulan dari Husain Abdullah, yang biasa disapa Uceng. Uceng kini adalah juru bicara Jusuf Kalla, Wakil Presiden RI.

Saat ini Warkop Dottoro sudah memiliki puluhan cabang yang tersebar di Makassar dan kota lain di Sulsel. Tercatat ada 20 cabang di Makassar dan tujuh cabang di beberapa kabupaten. Beberapa di antaranya ada yang dikelola oleh anak atau keluarga Daeng Naba. Para pengunjung warkop-warkop Dottoro pada umumnya terdiri dari berbagai kalangan, baik itu anak muda hingga ke orang tua. Pengusaha maupun pejabat.

Salah satu cabangnya adalah Warkop Dottoro Daeng Tata. Warkop yang terletak di deretan ruko gerbang Kompleks Permata Mutiara Daeng Tata ini adalah cabang ke 16 di Makassar. Serupa dengan cabang lainnya, Warkop Dottoro Daeng Tata ini menyajikan menu andalan berupa kopi susu dengan aroma kopi toraja arabika dan robusta yang berpadu dengan susu kental manis.

indomie goreng telur kornet dengan topping keju ala Warkop Dottoro Daeng Tata

indomie goreng telur kornet dengan topping keju ala Warkop Dottoro Daeng Tata

Menu lainnya tak jauh berbeda warkop Dottoro dan warkop tradisional lainnya yaitu aneka racikan kopi dan teh tradisional tanpa bantuan mesin kopi. Demi menjamin cita rasa kopi khas Dottoro, Daeng Naba selalu mengirimkan orang-orang terdekatnya untuk langsung meracik kopi di cabang-cabangnya. Orang-orang terdekat ini biasanya adalah sanak keluarga yang mendapat pengetahuan meracik kopi langsung dari Daeng Naba. Terkadang, Daeng Naba turun langsung ke beberapa cabang jika orang-orangnya berhalangan.

Untuk makanan, biasanya disediakan olahan mie instan. Hal yang berbeda bisa ditemui di Warkop Dottoro Daeng Tata yang menyediakan nasi kuning sebagai makanan utama bagi pengunjung yang kelaparan. Selain nasi kuning ada juga varian internet alias indomie kornet, intel atau indomie telur, yang keduanya bisa ditambahkan keju sebagai topping.

Harga menu, baik makanan atau pun minuman, di warkop ini sangat terjangkau. Untuk kopi susu hanya Rp. 10.000, saja sementara untuk nasi kuning dan indomie telurnya hanya Rp. 15.000,-

Warkop Dottoro Daeng Tata ini dari sisi konsep dan desain interior sangat berbeda dengan cabang lainnya yang mengusung konsep warkop tradisional yang hanya menyiapkan meja dan kursi plastik yang diatur berbaris. Desain interior dan furnitur Warkop Dottoro Daeng Tata ini menggunakan furnitur yang biasa kita jumpai pada restauran atau coffee shop yang mengutamakan kenyamanan pengunjung.

desain interior Warkop Dottoro Daeng Tata

desain interior Warkop Dottoro Daeng Tata

Ada beberapa pilihan pilihan meja dan kursi sesuai kebutuhan pengunjung. Baik yang datang sendiri atau pun yang ramai-ramai. Baik itu hanya untuk sekadar ngopi atau untuk bertemu klien. Ada juga meja yang diperuntukkan bagi yang ingin membuka laptop untuk menyelesaikan tugas atau sekadar berselancar di internet. Demi menambah kenyamanan pengunjung, warkop yang menyasar semua kalangan ini juga menyediakan fasilitas jaringan wifi gratis dengan kecepatan mencapai 20mbps.

“Saya sengaja bikin seperti ini, saya mau pengunjung nyaman dan merasa seperti di coffee shop modern tapi tetap menikmati racikan warkop tradisional.” Ungkap Ardi, sang pemilik warkop yang membeli hak waralaba dari Daeng Naba.

Selain itu, bagi yang ingin mencari kantor sementara atau ruangan rapat, Warkop Dottoro Daeng Tata menyediakan ruangan di lantai dua. Dalam ruangan ini tersedia meja panjang untuk 6-8 orang peserta rapat. Ruangan ini pun bisa ditata sedemikian rupa jika pengunjung menginginkan suasana kantor seperti yang mereka bayangkan.

Satu lagi yang menjadi kelebihan dari warkop ini adalah lokasinya yang berada di gerbang kompleks membuat warkop ini jauh dari kebisingan jalan raya. Area parkir pun sangat luas yang membuat pengunjung tidak kesulitan memarkirkan kendaraan.

(Visited 1,466 times, 6 visits today)


About

sharing is caring | bebas merdeka 100% | writer and traveller wannabe | peneliti paruh waktu | social media enthusiast |


'Warkop Dottoro, Dokternya Kopi Makassar' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloMakassar.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool