Villa Yuliana

Villa Yuliana, Peninggalan Hindia Belanda di Watansoppeng

Villa Yuliana, Peninggalan Hindia Belanda di Watansoppeng
5 (100%) 2 votes

Banyak hal menarik yang bisa ditemukan di Kabupaten Soppeng. Kabupaten dengan ibukota Watansoppeng ini adalah salah satu kabupaten di Sulawesi Selatan yang berjarak sekitar 150 km dari kota Makassar dan dapat ditempuh selama kurang lebih 4 jam menggunakan kendaraan bermotor. Selain mengintip koloni kalong di kota Watansoppeng, jangan lewatkan juga untuk berkunjung ke salah satu landmark kota Watansoppeng yang populer yaitu Villa Yuliana.

Villa Yuliana merupakan salah satu bangunan tua peninggalan kolonial Belanda yang berlokasi tepat di pusat kota Watansoppeng yaitu di jalan Pengayoman nomor 1, berseberangan dengan Masjid Raya Soppeng dan rumah jabatan Bupati Soppeng. Secara administratif terletak di Desa Botto, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng.

Villa Yuliana Soppeng

Tidak sulit untuk menemukannya, cari saja bukit tertinggi yang ada di kota Watansoppeng. Warga kota Watansoppeng lebih sering meyebut villa Yuliana sebagai Mess Tinggi, sebuah mess yang berada di ketinggian perbukitan. Pada tahun 90-an bangunan tua ini memang pernah difungsikan sebagai mess bagi pegawai pemerintahan Kabupaten Soppeng.

Konon, bangunan ini memiliki kembaran di Belanda sana. Hanya saja bangunan yang ada di Belanda jauh lebih besar dibandingkan bangunan yang ada di Soppeng, meskipun demikian bentuknya tetap sama. Bangunan yang ada di Belanda adalah sebuah istana sedangkan yang di Soppeng hanyalah sebuah villa.

Pembangunan Villa Yuliana dilakukan pada masa Gubernur Pemerintah Hindia Belanda Mr. C. A. Kroesen pada tahun 1905, demikian menurut catatan sejarah yang ada di ruangan belakang gedung.

Villa Yuliana dibangun dengan memadukan arsitektur gaya Eropa dan ornamen Bugis, terdiri dari dua lantai dengan cat berwarna putih yang dipadu hijau tua. Gaya Eropa berupa dinding tebal dan menara tinggi dengan atap runcing; sedangkan gaya Bugis berupa rumah panggung dengan tangga dari kayu.

Villa Yuliana Soppeng

Ada empat kamar dalam villa ini, masing-masing dua di lantai dasar dan dua di lantai atas. Di lantai pertama juga dilengkapi dengan kamar mandi, dapur dan kamar duduk/makan. Ada dua tangga sebagai akses naik ke lantai dua, satu tangga kayu berada di bagian depan, dan satu tangga permanen ada di bagian belakang. Baik di lantai dasar maupun di lantai atas, terdapat sebuah beranda atau balkon untuk menikmati deretan pegunungan serta kehijauan kota Watansoppeng.

Bangunan bersejarah ini telah berusia seabad lebih tetapi masih tampak kokoh, arsitekturnya pun masih asli dan belum pernah menjalani renovasi total. Bagian atapnya memang pernah berganti atap berbahan asbes tapi sudah diganti kembali menjadi atap sirap sebagaimana aslinya saat dibangun pada tahun 1905. Taman di sekelilingnya juga sudah ditata ulang dan berubah menjadi taman kota Watansoppeng.

Ada dua versi yang beredar mengenai alasan dibangunnya villa ini. Versi pertama mengatakan bahwa tujuan dibangunnya villa adalah sebagai tempat peristirahatan Ratu Yuliana dari Belanda yang hendak berkunjung ke Sulawesi Selatan. Nah untuk menyambut kedatangan Ratu Yuliana sekaligus menunjukkan bukti kecintaannya kepada sang Ratu, C. A. Kroesen pun membangun sebuah villa yang indah. Sayang sekali Ratu Yuliana mengurungkan niatnya untuk berkunjung ke Soppeng karena situasi dan kondisi keamanan yang saat itu tidak mendukung. Nama Ratu Yuliana kemudian diabadikan sebagai nama villa tersebut.

Versi lainnya meyebutkan bahwa dibangunnya Villa Yuliana berawal dari kunjungan Ratu Wilhelmina (Ratu Belanda yang berkuasa waktu itu) di Sulawesi Selatan. Dibangunlah sebuah villa sebagai tempat beristirahat Ratu Wilhelmina. Namun ternyata Ratu Wilhelmina batal berkunjung karena alasan keamanan yang belum stabil selama perang. Karena sang Ratu batal berkunjung, sebagai bentuk penghormatan dan kecintaannya, villa yang sudah dibangun tersebut kemudian diberi nama Villa Yuliana, anak dari Ratu Wilhelmina.

Villa Yuliana Soppeng

Villa Yuliana kemudian difungsikan sebagai salah satu tempat peristirahatan bagi pejabat Pemerintahan Belanda. Gedung ini juga pernah digunakan sebagai tempat pesta pernikahan oleh para bangsawan Soppeng pada tahun 1950-an. Selain itu juga pernah dijadikan Istana Kerajaan Soppeng. Pada tahun 1957, villa Yuliana dibiarkan tak dihuni, tidak terurus dan terbengkalai.

Mungkin karena lama dibiarkan kosong, akhirnya beredar cerita mistik tentang villa Yuliana yang bikin bulu kuduk merinding saat mendengarnya apalagi bila mengalaminya sendiri. Menurut cerita yang beredar, di gedung ini sering terdengar suara aneh misalnya suara anak-anak tertawa atau menangis. Inilah yang membuat para pegawai tidak tahan untuk tinggal di gedung ini. Selain itu, seringkali mereka sedang tidur di lantai dua namun saat terbangun eh sudah ada di lantai satu atau bahkan terbangun di bawah pohon yang ada di dekat Villa.

Villa Yuliana Soppeng

Tahun 1992, bangunan ini mulai difungsikan kembali menjadi semacam rumah bujang bagi pegawai Pemerintah Soppeng, termasuk pegawai Pamong Praja dan pegawai Pemadam Kebakaran, hingga tahun 1995.

Pada tahun 2008, Villa Yuliana dijadikan museum dan diberi nama Latemmamala yang merupakan nama Raja pertama Kerajaan Soppeng dan diresmikan dalam rangka peringatan hari jadi kabupaten Soppeng ke 747. Museum ini berisi benda-benda pusaka, fosil-fosil binatang purba yang pernah hidup di lembah Walanae Soppeng ribuan atau jutaan tahun lampau, peralatan manusia purba, uang kuno dan peralatan adat istiadat suku Bugis, guci dan keramik kuno dari zaman VOC dan foto-foto kegiatan Pemkab Soppeng. Terdapat sebuah lemari pajangan yang berisi buku buku tentang Soppeng, di antaranya buku Pappaseng Arung Bila’ (Nasehat Raja Bila’), Lontara Soppeng dan lain lain.

Untuk anda yang sedang berkunjung ke kabupaten Soppeng terutama jika anda pecinta gedung tua dengan arsitektur bergaya klasik kolonial, jangan lewatkan kesempatan berkunjung ke Museum Villa Yuliana yang ada di kota Watansoppeng. Selamat berlibur.

(Visited 1,858 times, 13 visits today)


About

Mother of #BabyJo || Blogger http://nanie.me || Traveller and Food Lover http://jokkajokka.com || Find me at IG @naniekoe


'Villa Yuliana, Peninggalan Hindia Belanda di Watansoppeng' have 1 comment

  1. June 9, 2016 @ 10:59 am KASRUL DJAMALUDDIN

    gedung nya perlu dilestarikan dan dirawat

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloMakassar.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool