Anjungan Pantai Losari

Traveling Sehari di Makassar

Traveling Sehari di Makassar
3 (60%) 2 votes

Jika kamu hanya diberi waktu sehari di Makassar, pastikan kamu tidak melewatkan beberapa tempat yang wajib kamu kunjungi berikut ini:

Pantai Losari

Pantai Losari merupakan sebuah pantai yang terletak di sebelah barat kota Makassar, provinsi Sulawesi Selatan. Pantai ini salah satu ikon kota Makassar yang menjadi tempat bagi warga Makassar serta pelancong untuk menghabiskan waktu pada sore dan malam hari, menikmati angin sepoi-sepoi dan matahari tenggelam yang menawan. Pada minggu pagi, Pantai Losari menjadi kawasan car free day dan pasar tumpah.

Pantai Losari

Matahari Terbenam di Pantai Losari

Dulunya Pantai Losari dikenal sebagai warung terpanjang di dunia karena warung-warung tenda berjejer di sepanjang pantai yang panjangnya kurang lebih satu kilometer. Warung-warung tersebut merupakan pusat makanan laut dan ikan bakar di malam hari. Namun, saat ini Pantai Losari sedang berbenah. Pantai Losari mengalami revitalisasi yang memaksa warung-warung tersebut berpindah tempat tak jauh dari Pantai Losari.

Untuk menelusuri Pantai Losari dari Jalan Penghibur sampai Jalan Pasar Ikan, kamu hanya memerlukan waktu sekitar 30 menit. Sesekali mampirlah berfoto di deretan patung-patung yang berdiri di anjungan Pantai Losari.

Benteng Rotterdam

Tak jauh dari Pantai Losari terdapat sebuah benteng yang telah dibangun sejak tahun 1545 oleh Raja Gowa ke-9 yang bernama I manrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tumapa’risi’ kallonna. Benteng Ujung Pandang ini berbentuk seperti seekor penyu yang hendak merangkak turun ke lautan. Dari segi bentuknya sangat jelas filosofi Kerajaan Gowa, bahwa penyu dapat hidup di darat maupun di laut. Begitu pun dengan Kerajaan Gowa yang berjaya di daratan maupun di lautan.

Benteng Rotterdam

Benteng Rotterdam Makassar

Apa yang menarik dari Benteng Fort Rotterdam di Makassar ini? Benteng tersebut merupakan benteng yang menjadi saksi sejarah perjuangan kota Makassar. Benteng Fort Rotterdam dulunya dibangun untuk menjadi benteng pertahanan rakyat Makassar terhadap penjajahan Belanda. Namun sayangnya, setelah berhasil dikuasai Belanda, benteng ini berubah menjadi tempat utama penyimpanan rempah-rempah.

Benteng Fort Rotterdam tidak memungut anda biaya apapun saat memasuki dan jalan-jalan di area sekitarnya. Benteng ini gratis untuk dikunjungi. Maka tak heran, warga Makassar sendiri suka jaalan-jalan ke sini karena letaknya yang juga dekat dengan laut sehingga asyik untuk menjadi tempat nongkrong anak-anak komunitas, remaja, dan juga bahkan keluarga.

Pusat Oleh-oleh Makassar

Traveling tanpa membawa oleh-oleh pasti terasa kurang sempurna, termasuk ketika Anda ke Makassar. Kota ini punya sentra penjualan oleh-oleh yang wajib wisatawan kunjungi, Somba Opu namanya.

Somba Opu adalah nama jalan yang diisi banyak toko oleh-oleh. Beragam suvenir khas Makassar dan Sulawesi Selatan tersedia di sana. Lokasinya mudah ditemukan. Tepatnya berada tidak jauh dengan Benteng Fort Rotterdam.

Somba Opu

Pusat Oleh-oleh Makassar

Sejak lama, kawasan ini dikenal sebagai surganya para pemburu oleh-oleh di Kota Anging Mamiri. Jika Yogyakarta punya Malioboro, maka Makassar punya Somba Opu. Dilihat dari situs resmi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemerintah Kota Makassar, di Jalan Somba Opu Anda bisa menemukan beragam jenis buah tangan. Mulai dari makanan sampai kerajinan khas Makassar ada di sini.

Tidak semua toko di Jalan Somba Opu adalah toko oleh-oleh. Ada juga toko aksesoris emas dan perak, yang juga diburu para traveler. Mau oleh-oleh lainnya, di sini ada juga pakaian, makanan, sampai alat musik khas Makassar.
Usai berbelanja, turis bisa berjalan-jalan di sepanjangan Jalan Somba Opu. Walaupun dikenal sebagai surga belanja di Makassar, Jalan Somba Opu cukup bersahabat untuk Anda para traveler yang ingin menikmati suasana.

Mie Titi Kuliner Khas Makassar

Tahu tidak kalau sebenarnya “Titi” dalam nama Mie Titi bukanlah nama sajian mie pada umumnya. Titi sebenarnya adalah nama sapaan akrab dari mendiang Ang kho Tjao, ayah dari Freddy Koheng, pemilik usaha Mie Titi yang pertama kali berdiri di Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo yang dulunya bernama Jalan Irian. Selain itu, Titi dalam bahasa Tionghoa juga berarti adik laki-laki.

Mie Titi

Mie Titi Makassar

Seiring perjalanan waktu, Ang Kho Tjao kemudian menurunkan pengetahuan tentang resep membuat Mi Titi (Mi Kering) ini kepada ketiga anaknya yaitu Hengky, Awa’, dan Titi, dimana mereka masing-masing melanjutkan bisnis kuliner tersebut. Dari ketiga anak Ang Kho Tjao, lahirlah empat rumah makan dengan sajian Mie kering yang masih eksis hingga sekarang, yaitu: Mie Titi, Mie Awa’, Mie Hengky, dan Mie Anto. Meski sedikit berbeda namun semua rumah makan tersebut tidak menghilangkan rasa khas dari resep dasar Mie Titi pemberian sang ayah.

Untuk 1 porsi Mie Titi, saat ini harganya masih bervariasi yaitu antara Rp. 20.000 sampai Rp. 23.000 per porsi. Sedikit saran jika anda ingin menikmati sajian ini , sebaiknya jika ingin memesan Mie Titi, pilih saja yang porsi Jumbo. Soalnya beda harga antara yang Jumbo dan biasa cuma Rp. 1000, tapi besaran porsinya sangat beda jauh.

Beberapa tempat yang saya sebutkan di atas bisa jadi pilihan tepat untuk kamu. Kawasan tersebut sangat mudah dijangkuan oleh beberapa hotel di Makassar. Boleh jadi kamu nginap di hotel yang sangat dekat dari kawasan kuliner!

(Visited 1,133 times, 1 visits today)


About

Social Media Junkie | Urban Farmer | Moody Chef | Moody Blogger | Admitted as a Backpacker


'Traveling Sehari di Makassar' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloMakassar.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool