manene membersihkan mumi di toraja

Tradisi Ma’nene, Membersihkan Mumi di Toraja

Tradisi Ma’nene, Membersihkan Mumi di Toraja
5 (100%) 1 vote

Begitu banyak cara dapat dilakukan untuk menghormati sanak keluarga atau leluhurnya yang telah meninggal, baik itu mengunjungi kuburan, mendoakan, hingga melakukan ritual kebudayaan berdasarkan adat istiadat yang dipahami. Hal itu pun dapat juga kita jumpai pada sebuah daerah yang berjarak sekitar 330-an kilo meter dari kota Makassar, sebuah Kabupaten yang kaya akan kebudayaan yang masih kental, yakni Tana Toraja atau yang biasa juga disebut Bumi Lakipadada.

Tana Toraja tidak hanya dikenal dengan tradisi Rambu Solo’ (ritual upacara pemakaman atau mengantarkan orang yang sudah meninggal ke alam roh) yang sudah mendunia. Masih banyak ritual adat yang selalu dilakukan oleh masyarakat di bumi Lakipadada tersebut, salah satunya yakni tradisi memuliakan orang yang sudah meninggal atau biasa disebut Ma’nene di tanah asalnya, Toraja.

manene mumi di toraja

Foto: salah satu jenazah yang siap untuk dibersihkan – Sumber : nydailynews[dot]com

Berdasarkan cerita rakyat yang berkembang di Toraja, ratusan tahun lalu diceritakan Pong Rumase’ seorang petani padi melakukan aktifitas berburu di kawasan hutan pegunungan Balla. Saat mencari buruannya, ia mendapati sebuah jasad yang sudah menjadi tulang belulang tepat di jalan setapak kawasan hutan tersebut. Bukannya lari ketakutan, hati Pong Rumase’ seketika kasihan melihat jasad tersebut terlantar. Jasad tersebut ia rawat, membersihkan debu-debu tulang belulangnya, serta mengumpulkan tulang-tulang jasad pada baju yang ia kenakan, lalu mebawanya ke tempat yang lebih rindang dalam kawasan hutan.

Setelah pekerjaannya itu selesai, ia pun melanjutkan aktifitas berburunya. Pada saat berburu, setiap kali Pong Rumase’ melepaskan anak panah pada binatang buruannya, dia selalu mudah mengenainya, seakan ada saja yang menggiring binatang-binatang itu dengan denganya. Kejadian aneh kembali terulang ketika Pong Rumase’ pulang ke rumah, tanaman padi yang ditinggalkan, tiba-tiba panen lebih cepat dari waktunya. Bahkan, hasilnya berlimpah.

Sejak itu, setiap kali berburu ke hutan, Pong selalu menemui arwah orang mati yang pernah dirawatnya. Bahkan, arwah tersebut sering diajak berburu menggiring binatang. Pong Rumase’ pun berkesimpulan bahwa jasad orang yang meninggal dunia harus tetap dimuliakan, meski itu hanya tinggal tulang belulangnya. Begitulah asal muasal sejarah kenapa di Tana Toraja ada Tradisi Ma’nene.

Bagi masyarakat Toraja percaya segala sesuatu dalam dunia ini mempunyai nyawa. Nyawa manusia hidup terus menerus walaupun ia sudah meninggal, oleh sebab itu kehidupan manusia tergantung pada segala sesuatu yang sepanjang sepengetahuan dapat member untung dan celaka (Harahap, 1952: 16).

Mungkin hal itu pun yang dipercayai oleh masyarakat Toraja Utara dalam tradisi Ma’nene. Ketika melakukan tradisi tersebut pasca musim panen tiba, memuliakan orang yang sudah meninggal dengan cara membersihkan dan memberikan pakaian dan aksesoris yang baru dapat memberikan keuntungan pada musim panen periode berikutnya. Makanya tradisi Ma’nene sendiri biasa dilakukan saat bulan Agustus atau bulan setelah masyarakat di Toraja Utara baru-baru menggelar musim panen.

manene mumi di toraja

Foto: salah satu jenazah yang sementara dibersihkan dengan kuas – Sumber : nydailynews[dot]com

Prosesi awal dari ritual ini, salah seorang yang disebut Ne’Tomina (ketua kampong / pendeta) melantunkan ucapan-ucapan selamat datang serta keberkahan untuk musim tanam bagi kampong tersebut, sebagaimana yang dihikayatkan dalam cerita Pong Rumase’, setelah itu masyarakat berbondong-bondong mengeluarkan sebuah peti dalam sebuah lubang kuburan batu, saat peti mulai dikeluarkan isak tangis sanak keluarga dan kerabat mulai tumpah memenuhi acara ritual tersebut.

Peti yang diturunkan tadi kemudian dibuka, jenazah dalam peti lantas dikeluarkan untuk dibersihkan oleh keluarga atau keturunannya. Kadang biasa kita mendapati jenazah yang dikeluarkan dalam peti saat ritual tersebut masih utuh berbentuk mumi, kadang pula sudah berbentuk tulang belulang bila usia jenazahnya sudah terbilang tua.

manene mumi di toraja

Foto: jenazah yang sudah dibersihkan, kenakan pakaian serta aksesoris dan siap untuk dimasukan ke petinya – Sumber : nydailynews[dot]com

Pakaian-pakaian yang dikenakan jenazah dibuka satu persatu agar jenazah dapat dibersihkan, seseorang yang bertugas sebagai pembersih jenazah mengambil kuas dan mulai melakukan pembersihan pada tubuh jenazah. Kuas kering tersebut mulai membersihkan rongga-rongga jenazah yang dipenuhi debu, pembersihan tersebut dimulai dari kepala hingga kaki jenazah. Setelah proses pembersihan selesai, perlengkapan pakaian dan aksesoris baru untuk jenazah pun mulai dikenakan. Setelah itu jenazah kembali dimasukan ke dalam petinya kembali dan lubang gua tempatnya bersemayam.

(Visited 1,172 times, 1 visits today)


About

Blogger yang juga senang jalan dan fotografi, sibuk jadi buruh online.


'Tradisi Ma’nene, Membersihkan Mumi di Toraja' have 4 comments

  1. June 25, 2015 @ 9:57 am Deddy Huang

    Rata-rata usia berapa ya mumi kalau kayak di foto?

    Reply

    • June 27, 2015 @ 12:00 am Made

      Wah kalau itu saya kurang tau mas.

      mungkin puluhan tahun

      Reply

  2. June 28, 2015 @ 12:24 am Cloudymous

    Awalnya sempat saya salah paham soal tradisi ini loh, Om. Sebab ada beberapa media (dulu sekitar tahun 2011) yang bilang kalau saat tradisi ini berlangsung, kita bisa melihat mayat berjalan.

    Eh, btw tradisi mayat berjalan betulan ada yah di Totaja om?

    Reply

  3. July 14, 2015 @ 7:52 am KamilahKKave

    Hi there I am so delighted I found your blog page, I really found you by
    accident, while I was looking on Yahoo for something else, Anyways I
    am here now and would just like to say kudos for a fantastic post and a all round
    enjoyable blog (I also love the theme/design), I don’t have time to go through it all at the minute but I have
    book-marked it and also added your RSS feeds, so
    when I have time I will be back to read a great deal more, Please do
    keep up the superb job.

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloMakassar.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool