Ritual Mabbadong

Temukan Dataran Tinggi Nan Sakral di Tana Toraja Sulsel

Vote Us

Tana Toraja, sebagai presentasi dari budaya eksotis dan tujuan wisata menawarkan upacara pemakaman pagan dan desa-desa sejak zaman batu, dilengkapi dengan pemandangan sawah dan pegunungan adalah salah satu destinasi andalan Wisata Sulsel. Saat ini Toraja  kembali berupaya untuk memoles citra agar lebih dikenal dalam dunia pariwisata domestik maupun mancanegara.

Untuk mengangkat kembali citra itu, melalui Toraja Destination Management Organization (DMO) memperkenalkan secara resmi logo dan slogan yang mewakili Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara sebagai satu kesatuan destinasi pariwisata.

Logo baru tersebut terinspirasi dari filosofi, unsur dan warna Toraja, yaitu meliputi: pa’ulu karua sebagai simbol bahwa masyarakat Toraja masih melanjutkan ajaran leluhur dan tongkonan sebagai pusat kehidupan. Kemudian ditampilkan pula slogan, “Discover the Sacred Highlands” sebagai pesan mengenai keagungan budaya Toraja dan identitas geografisnya sebagai dataran tinggi.

Logo Toraja

Logo Baru Toraja : Visittoraja

Discover the Sacred Highland, Temukan tanah tinggi yang suci dipilih untuk memberi rasa dan kesan unik: Discover/Temukan – Kata aktif, menyiratkan bahwa di wisata Toraja mengajak keterlibatan dari pengunjung untuk mendapatkan pengalaman yang istimewa. Highland/Tanah Tinggi – Menunjukkan identitas Toraja yang berada di dataran tinggi. Sacred/Suci – Tempat yang sakral, merujuk pada kebudayaan Toraja yang agung dengan bangsawan/leluhur yang dikisahkan turun langsung dari langit.

Logo baru tersebut menampilkan huruf T menjulang terinspirasi dari atap rumah dan lumbung Toraja yang menjulang tinggi ke atas menyambut nenek moyang yang dahulu mendatangi Toraja pertama kali dengan perahu dari utara. Pa’ulu Karua adalah simbol  yang menggambarkan 8 leluhur dari orang Toraja yang masing-masing menurunkan ilmu dan pengetahuan menyangkut kehidupan manusia dan dunianya. Simbol ini menggambarkan masyarakat Toraja yang masih membawa ajaran-ajaran leluhur hingga saat ini.

Logogram merupakan atap banua dan alang yang merupakan identitas Toraja yang sangat signifikan.  Atap banua dan alang yang saling melindungi satu sama lain layaknya suami istri menjadi lambang keharmonisan masyarakat Toraja.

Pemilihan warna Hitam dan Merah karena sangat menggambarkan kebudayaan Toraja yang dekat dengan kematian. Warna merah merupakan lambang darah manusia yang melambangkan kehidupan manusia. Jika dipadukan warna hitam dan merah merupakan hubungan antara kehidupan manusia dengan kematiannya. Warna merah dan hitam merupakan warna yang elegan memberikan kesan misterius, sesuai dengan kepribadian Toraja.

Aplikasi Logo Baru Toraja

Aplikasi Logo Baru Toraja ( Sumber: Visittoraja )

Penciptaan kembali citra Toraja sendiri bertujuan untuk meningkatkan perkembangan ekonomi melalui pariwisata berkelanjutan yang berbasis masyarakat. Toraja memiliki banyak peluang untuk melangkahkan kakinya kembali di peta pariwisata berkat identitasnya yang khas, mulai dari keagungan budaya pagan, corak pedesaan zaman batu, panorama dataran tinggi, serta tentunya kopi  Toraja sebagai salah satu kopi terbaik di dunia.Logo dan slogan baru ini lahir dari proses panjang. Mulai dari workshop, serangkaian Focus Group Discussion (FGD) untuk menggali filosofi dan unsur – unsur yang mewakili Toraja, hingga eksekusi pembuatan logo yang bekerja sama dengan sebuah brand agency ternama. Brand agency ini kemudian melahirkan 3 (tiga) pilihan logo dan slogan berdasarkan hasil workshop dan FGD – FGD sebelumnya.

Pemilihan logo dan slogan kemudian dilakukan secara terbuka melibatkan masyarakat Toraja dan publik. Sosialisasi dan pemilihan dilakukan di Hotel Pantan, Tana Toraja pada 17 April dan Hotel Misiliana, Toraja Utara pada 18 April. Juga melalui proses pemilihan via daring (online) yang berlangsung sejak 17–24 April di website Destinasi Toraja www.visittoraja.com yang dibuka untuk umum guna melibatkan masyarakat Toraja dan target pengunjungnya.

Rekapitulasi suara selesai sejak awal Mei, logo dan slogan baru Tana Toraja itu dipilih oleh 75 persen pemilih secara offline maupun online. Setelah itu proses selanjutnya adalah proses sosialisasi  selama beberapa putaran mengenai panduan pengguna dan pedoman penggunaan logo dan slogan pada masyarakat Toraja dan umum.

 

(Visited 425 times, 1 visits today)


About

sharing is caring | bebas merdeka 100% | writer and traveller wannabe | peneliti paruh waktu | social media enthusiast |


'Temukan Dataran Tinggi Nan Sakral di Tana Toraja Sulsel' have 1 comment

  1. May 20, 2015 @ 3:54 pm nyomnyom

    #visittoraja …ayo ke Toraja

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloMakassar.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool