Strawberi Harum Di Kebun

Strawberi Harum Di Kebun
Vote Us

Langit cerah ketika kami berkumpul di Kampung Buku, titik temu di mana kami janjian hari itu untuk berangkat bersama berpiknik asyik. Saya sangat menantikan moment Piknik Asyik ini bersama teman-teman Komunitas Perajut Makassar -ya.. kami memang penggiat lintas komunitas, hihi– selain tentu saja menyenangkan, juga akan selalu ada warna tersendiri  memberi “hidup” setiap kebersamaan itu.

Piknik Asyik merupakan kegiatan yang sering kami lakukan. Kali itu kami sepakat untuk melakukan piknik tidak di dalam kota Makassar, tetapi di luar kota Makassar. Maka jatuhlah pilihan untuk melakukan piknik ke Malino. Malino adalah kelurahan yang terletak di Kecamatan Tinggimoncong Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan, terletak 90 km dari Kota Makassar.

Malino sendiri adalah benar merupakan kawasan wisata, selain terkenal dengan hutan wisata, air terjun seribu tangga, air terjun Takalapa, kebun teh Nittoh, Lembah Biru, bunker peninggalan Jepang, dan Gunung Bawakaraeng, Malino juga familiar sebagai Kota Bunga. Perjalanan ke Malino dapat ditempuh dengan berkendara darat dan memakan waktu lebih kurang dua jam. Kota ini ada di dataran tinggi dengan suhu 10 °C sampai 26 °C, jarak pandang akan menjadi 100m ketika hari sedang hujan karena berkabut.

Jalan yang berkelok-kelok pagi itu mengantarkan kami dengan riang gembira menuju Malino. Namun sayang, ketika memasuki batas kelurahan Malino, langit gelap dan hujan turun cukup deras. Akhirnya dengan berat hati kami merapatkan mobil di salah satu warung yang terdapat di sepanjang hutan pinus. Ada sedikit kecewa yang bergelayut di hati (hallah.. XD) karena kami gagal menghampar tikar kotak-kotak merah muda yang telah kami siapkan untuk alas piknik hari itu.

Namun, sebungkus nasi kuning dengan kentang goreng, urap daun singkong dan toppalada daging serta segelas teh manis panas di tengah udara yang dingin dan suasana yang cukup sendu mampu menghangatkan hati yang galau XD.

Tak ada piknik hari itu, tak ada bermain ayunan, tak ada berfoto menunggang kuda dan tidak buah pinus yang dapat kami kumpulkan. Akhirnya setelah hujan reda, kami memutuskan untuk berkunjung ke kebun strawberi. Untuk sampai ke kebun strawberi kami harus melewati jalanan yang cukup menanjak dan melalui hutan pinus yang terhampar di kanan dan kiri jalan, tentu saja dengan berkendara.

13245396_10154233089428734_3247034212559841953_n

Lima belas menit perjalanan, sampailah kami di sebuah kebun strawberi, namun sayang, sekali lagi kami cukup kecewa karena hujan membuat jalan licin dan becek. Kebun yang satu ini medannya lumayan curam, tidak ramah untuk ekor-ekor (baca: anak-anak) yang kami bawa, buahnya pun sepertinya belum siap panen, masih unyu-unyu dan hijau. Jadi karena tidak rela jika piknik kali ini gagal, kami berencana akan piknik di Pasar Malino saja, paling tidak bisa kalap beli sayur dan buah segar di sana.

Di tengah kekecewaan itu kami mendapat informasi dari penduduk sekitar kalau di atas sana masih ada kebun-kebun strawberi yang siap panen. Tanpa ditunda lagi kami bergegas masuk ke mobil dan meluncur ke kebun tersebut. Satu tips ketika berpergian, rajin-rajinlah ngobrol sama penduduk sekitar XD.

13239316_10154233092478734_1914341555532575632_n

13245460_10154233087428734_6311393486648832054_n13254037_10154233091678734_4835012632545446328_n

Sebuah plang besar bertuliskan “LUAS KEBUN STRAWBERRY LEMO-LEMO ± 1 Hektar” membuat kami berhenti dan bersorak dengan rusuhnya. Yaaaiyy akhirnya jadi juga piknik, kami turun dengan antusias yang tinggi, gak sabaran maksudnya XD. Ohya, untuk masuk ke kebun strawberi dikenakan biaya Rp.10.000 per orang dan Rp. 5.000 per anak untuk usia diatas 5 tahun dan di bawah 8 tahun, setelah itu kamu akan dipinjamkan sebuah keranjang kecil dan sebuah gunting.

Hamparan perdu strawberi seluas lebih kurang satu hektar itu dapat dijadikan alternatif sebagai kegiatan yang menyenangkan bersama anak-anak, teman-teman, sahabat, atau mereka yang kita kasihi, terlebih jika saat panen tiba. Strawberi-strawberi itu akan sangat menggoda untuk dibawa pulang. Dan satu lagi, seribu rupiah untuk satu strawberi yang kita panen.

13255938_10154233091903734_111030179290468800_n

(Visited 142 times, 1 visits today)

About

Mommy dua anak hebat - perajut dan crafter - sesekali curhat di ungatawwa.wordpress.com


'Strawberi Harum Di Kebun' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloMakassar.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool