Songkolo Bagadang, Teman Menembus Pagi

Songkolo Bagadang, Teman Menembus Pagi
Vote Us

Bagi sebagian besar warga Makassar yang beraktifitas di malam hari, nama Songkolo Bagadang adalah hal yang sangat akrab di telinga mereka. Salah satu kuliner khas Makassar ini bisa menjadi teman setia pengisi perut jika lapar menyergap di malam hari. Songkolo Bagadang adalah makanan yang terbuat dari beras ketan hitam yang disajikan dengan bajabu’ kaluku (serundeng) yaitu  kelapa parut berbumbu disangrai hingga berwarna cokelat, juku mairo (ikan teri kering yang digoreng dengan bumbu), dan sambal manis pedas.

Suka Ikan? Baca Aneka Olahan Ikan Khas Makassar yang menggoyang lidah

Dari penamaannya, Songkolo Bagadang adalah songkolo (nasi ketan/pulut) dan bagadang tidak lain “bergadang” (pelisanan menyebut ‘begadang’) yang bermetamorfosis di lidah masyarakat Makassar. Entah dari mana awalnya penamaan itu. Salah satu warung songkolo bagadang yang menyajikan penganan ini adalah Warung Alhamdulillah yang berlokasi di Pannara Antang. Warung milik Hj Hania ini agak tersembunyi di dalam lorong. Sebagai penanda adalah masjid sebelah kanan dari arah Jl. Abdullah Daeng Sirua sebelum jembatan Bukit Baruga. Lorong itu persis setelah masjid. Warung Alhamdulillah berada tepat di belakang masjid. Meski letaknya agak tersembunyi di dalam lorong, namun di malam hari di atas pukul 22:00 wita warung ini sangat ramai oleh pengunjung. Pengunjung warung ini datang dari berbagai kalangan. Mulai dari tukang ojek dan tukang becak, mahasiswa, sampai waria kerap datang ke warungnya. Benar-benar pilihan pas untuk wisata malam di Makassar.

Songkolo Bagadang Warung Alhamdulillah

Songkolo Bagadang Warung Alhamdulillah

Pelanggan Hj Hania utamanya berasal dari kalangan yang aktivitasnya di malam hari. Semisal satuan pengamanan (satpam) para aktivis mahasiswa yang sedang menggelar kegiatan kampus sampai larut. Ada juga sejumlah waria yang berasal dari sebuah salon sekitar rumahnya, biasa datang kalau melihat warung itu ramai. Larisnya warung ini  bisa terlihat dari dinding warung yang berubah menjadi dinding iklan. Mulai dari stiker pilpres, pilkada, calon anggota DPD/DPRD hingga promosi depot air mineral isi ulang menempel di dinding. Saking banyaknya, tak jarang stiker yang satu menimpa stiker lainnya. Keberadaan stiker-stiker ini tentu menjadi penanda bahwa warung ini ramai oleh pengunjung. Ketika merintis warung songkolonya sekitar 23 tahun silam, Hj Hania hanya buka hingga sekitar pukul 00.00 Wita saja. Demi meladeni pelanggan yang berdatangan, ia pun harus membuka warungnya sampai pagi. Bahkan tak jarang ketika berangkat tidur mengganti waktu istirahat yang hilang semalam, ada saja pelanggan yang mengetuk pintu warungnya. Apalagi kalau ada siaran langsung sepakbola dunia. Namun ia mensiasatinya dengan jaga bergantian dengan suami, anaknya, dan kakak iparnya. Pelanggan warung ini pun beragam, tak hanya dari kalangan menengah ke bawah. Tak jarang beberapa mobil mewah terrparkir di lorong sempit di mana warung ini berada. Namun, umumnya para pelanggan dari kelas atas itu datang memesan dan membawanya pulang ke rumah. Bukan makan di tempat.

Menikmati Songkolo Bagadang Antang bersama Maman Suherman

Menikmati Songkolo Bagadang Antang bersama Maman Suherman

Dibanding beberapa warung songkolo bagadang yang ada di Makassar, warung milik perempuan Makassar asli ini menggunakan timbangan dapur sebagai penakar. Untuk harga, Hj Hania membuat dua harga berbeda; Rp. 7000,- dan Rp. 10.000,-. Tentu saja dengan takaran berbeda. Sebagai tambahan menu songkolo, Hj Hania menyediakan telur bebek rebus dengan dua pilihan; asin dan biasa. Selain songkolo bagadang, Warung Alhamdulillah juga menyediakan makanan lain seperti Pallubasa dan mie rebus hingga jajanan aneka kue modern dan tradisional, lengkap dengan air tahu dingin sampai sajian kopi atau teh hangat. Layanan minuman dan makanan tadi, mungkin saja, karena kata “bagadang” yang disandang warung itu mengharuskannya buka sampai pagi. Soal resep atau kunci sukses warungnya yang laris ini, Hj Hania tak mengungkapkannya. “Saya cuma masak songkolo sampe benar-benar matang,” katanya. Pemilik salah satu warung songkolo bagadang terlaris di Makassar ini menjawab dengan nada merendah.

Temukan berbagai penawaran wisata menarik di sini Booking tiket pesawat, Pilihan penginapan yang murah, dan Beragam paket wisata

Kesuksesan Warung Alhamdulillah dengan menu utama Songkolo Bagadang ini diikuti oleh salah satu putranya. Ujang, yang dulunya berprofesi sebagai fotografer acara pernikahan memilih untuk menggantung kamera dan membuka usaha yang sama dengan ibunya. Mengusung nama yang sama, warung songkolo bagadang Alhamdulillah, Ujang membuka warung di kawasan Pasar Segar, salah satu kawasan kuliner Makassar yang selalu ramai oleh pengunjung.

(Visited 161 times, 1 visits today)


About

sharing is caring | bebas merdeka 100% | writer and traveller wannabe | peneliti paruh waktu | social media enthusiast |


'Songkolo Bagadang, Teman Menembus Pagi' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloMakassar.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool