Songkok Bone

Songkok Recca’, Tutup Kepala Kebanggaan Orang Bone

Songkok Recca’, Tutup Kepala Kebanggaan Orang Bone
5 (100%) 1 vote

Sebagai negara yang memiliki banyak suku, Indonesia terkenal kaya dengan aneka ragam budaya. Kekayaan budaya tersebut juga bisa dilihat dari pakaian adat/busana yang berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya. Busana tersebut seakan menjadi identitas bagi pemakainya dan biasanya juga dilengkapi dengan tutup kepala. Pun demikian dengan Sulawesi Selatan yang terkenal kaya akan budayanya.

Sebagian orang Indonesia memang gemar memakai tutup kepala. Tak heran jika banyak daerah di Indonesia memiliki tutup kepala khas masing-masing. Jika Aceh terkenal dengan kupiah meukeutop, orang Jawa dengan blangkon, orang Bali dengan udeng, Sulawesi Selatan pun memiliki tutup kepala khas yaitu Passappu (Makassar) dan Songkok Bone (Bugis). Namun songkok Bone lebih terkenal dan banyak digunakan.

Songkok Bone

Songkok Bone

Songkok Bone adalah songkok/topi khas yang berasal dari Kab. Bone. Nama lain yang biasa digunakan adalah songkok recca’ dan songkok pamiring ulaweng. Sebutan songkok pamiring menunjuk ujung atau sisi bagian bawah songkok yang berhias warna keemasan. Jika berhias benang emas, sebutannya songkok pamiring, tetapi bila menggunakan emas sungguhan, disebut songkok pamiring ulaweng (songkok berpinggir emas). Sedangkan sebutan songkok recca’ lebih menunjuk pada proses pengolahan bahan baku yang digunakan untuk membuat songkok tersebut.

Bahan baku yang digunakan untuk songkok ini terbuat dari pelepah daun lontar yang ditumbuk, yang dalam istilah Bugis direcca atau ure’cha. Pelepah daun lontar dipukul (direcca-recca) hingga tersisa hanya seratnya. Serat yang awalnya berwarna putih ini dalam dua atau tiga jam warnanya akan berubah menjadi kecoklatan. Serat ini kemudian direndam dilumpur untuk mendapatkan serat warna hitam. Serat yang dihasilkan ada yang halus dan kasar. Serat-serat inilah yang digunakan untuk membuat songkok recca’. Jika menggunakan serat yang halus, songkok recca’ yang dihasilkan adalah yang halus, demikian sebaliknya.

Songkok Bone

Proses pembuatan songkok recca

Songkok Bone

Proses pembuatan songkok recca

Serat-serat tersebut dianyam menggunakan acuan/dudukan yang disebut assareng. Assareng ini terbuat dari kayu nangka yang dibentuk menyerupai songkok. Ukurannya tergantung songkok yang akan dibuat. Di Kabupaten Bone, songkok recca’ banyak diproduksi di Desa Paccing Kecamatan Awangpone.

Sebutan Songkok to Bone merupakan nama yang banyak diucapkan orang-orang luar Bone. Mungkin terkait dengan sejarah pembuat atau pun pemakai songkok itu, yaitu orang-orang Bone.

Songkok Bone

Gerbang masuk Kota Watampone, ibukota Kab. Bone, dengan ikon songkok recca

Menurut sejarah, songkok ini digunakan orang-orang Bone ketika terjadi peperangan dengan Tator tahun 1683. Penggunaan songkok ini sebagai tanda yang membedakan mereka dengan pasukan Tator. Jadi boleh dibilang songkok Bone merupakan salah satu simbol pasukan perang Bone.

Pemakaian songkok Bone juga memiliki aturan. Hal ini berkaitan dengan strata sosial di masa-masa kerajaan Bone. Hanya raja, pembesar dan keluarga bangsawan yang boleh menggunakan songkok berbalut emas. Penggunaan emas pun memiliki aturan yaitu tidak boleh melebihi kadar emas songkok yang digunakan oleh raja.

Songkok Bone

Para pejabat dengan songkok Bone (Sumber: Tribun)

Seiring perkembangan jaman, aturan-aturan di atas tidak berlaku lagi. Hampir semua lapisan masyarakat bisa menggunakannya, bahkan dijadikan souvenir untuk tamu dari luar. Songkok pamiring yang berhias emas bukan lagi hanya milik para raja atau kaum bangsawan. Namun bagi mereka yang mengerti filosofinya, mereka tidak akan sembarangan memakainya.

Songkok ini bisa digunakan dalam acara-acara formal maupun non formal. Dalam setiap acara-acara adat maupun seremoni yang diadakan di Sulawesi Selatan, songkok yang dipadukan dengan jas tutup ini dapat dijumpai karena menjadi kebangaan para pejabat maupun pemangku adat. Songkok ini pun bisa digunakan sehari-hari maupun penutup kepala ketika sholat. Tak heran jika songkok ini menjadi salah satu souvenir favorit ketika berkunjung ke Makassar. Tak jarang songkok ini dijumpai sedang digunakan di daerah lain, bukan hanya di Sulawesi Selatan.

Songkok Bone

Hampir semua penjual souvenir menjual songkok recca (sumber: Merdeka)

Hampir setiap toko penjual souvenir di Makassar, utamanya di Jalan Somba Opu, menjual songkok ini. Harga yang dipatok bervariasi, tergantung kualiatas dan jenisnya. Umumnya harganya mulai dari Rp. 65.000 – Rp. 800.000. Namun jika ingin memiliki songkok yang berhias emas (pamiring ulaweng), seperti yang digunakan banyak pejabat, harganya mencapai belasan hingga puluhan juta, tergantung kadar emasnya, bisa langsung datang ke pengrajin songkok recca’ di Desa Paccing, Kecamatan Awangpone, Kab. Bone.

(Visited 10,146 times, 5 visits today)


About

anbhar.net | AngingMammiri.Org | AC Milan | PSM | Sobatpadi | Suka Dunia Militer & Penerbangan | Berenang & Snorkeling | Ngemil | Jalan2 | | AB+


'Songkok Recca’, Tutup Kepala Kebanggaan Orang Bone' have 3 comments

  1. May 31, 2015 @ 7:48 pm Dwi Pramono

    Wuih.. songkok bisa berharga puluhan juta, ya? #barutahu

    Reply

  2. July 13, 2015 @ 11:13 pm Budiman

    Dimana saya bisa dapatkan Songkok Recca / Bone di Bali ? Atau agen di Bali ? Terimakasih.

    Reply

  3. May 19, 2016 @ 5:03 am Abdul malik

    Tolong beritanya kalo yg warna emas TAPI tidak pakai emas harganya berapa ya….?

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloMakassar.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool