Silariang Pilihan Terakhir Penuh Risiko

Vote Us

Menikah idealnya adalah sebuah proses yang melalui kesepakatan kedua belah pihak. Baik pihak mempelai, maupun pihak keluarganya. Pernikahan yang didasari keinginan suci kedua mempelai dan direstui kedua pasang orang tua tentu membahagiakan semua orang. Namun, bagaimana jika sebuah pernikahan tidak memperoleh restu dari orang tua? Padahal, kedua insan sudah saling mencintai dan sudah berjanji sehidup semati. Apakah pernikahan harus dilupakan? Kalau tetap diteruskan juga, apa risikonya?

Eh mau tahu proses pernikahan orang Bugis-Makassar? Cek di sini ya

Cerita-cerita pilu tentang perjuangan dua insan yang ingin menyatukan kehidupan mereka dalam pernikahan namun tak beroleh restu bukanlah cerita baru. Ada banyak kisah pilu seperti itu, baik kisah yang nyata maupun kisah roman seperi kisah Siti Nurbaya dan Samsul Bahri atau Romeo dan Juliet dari benua seberang.

Dalam tradisi suku Makassar sendiri, pernikahan tanpa restu juga kerap terjadi. Penyebabnya beragam, dari perbedaan status sosial yang mencolok, perbedaan paham antar dua keluarga hingga penyebab-penyebab lainnya. Banyak yang akhirnya mengalah, namun tak jarang ada pula yang berani mengambil risiko, tetap menikah tanpa restu. Orang mengenalnya sebagai kawin lari.

silariang

Proses pernikahan Bugis-Makassar

Dalam bahasa Makassar, kawin lari ini disebut silariang. Asal katanya tentu saja lari, dan silariang secara harfiah berarti sama-sama lari. Lari dari keluarga besar mereka yang tidak berkenan memberi restu pada kedua calon mempelai.

Silariang sendiri adalah bagian dari sebuah perbuatan yang disebut annyala. Annyala sendiri terdiri dari tiga kategori, yaitu:

Silariang (kawin lari). Dalam keadaan ini, kedua mempelai sepakat untuk lari dari keluarga besar mereka dan menikah meski tidak beroleh restu.

Nilariang (dibawa lari). Pada keadaan ini, seorang perempuan tidak setuju untuk kawin lari. Entah karena tidak berani atau karena memang tidak suka pada si laki-laki. Namun, si laki-laki tetap bersikeras dan menculik si perempuan lalu menikahinya di bawah tekanan. Kondisi ini tentu berbeda dengan kondisi silariang.

Erang kale (membawa diri). Pada kondisi ini, si perempuan yang membawa dirinya, menyerahkan dirinya untuk dibawa lari oleh si laki-laki. Si laki-laki mungkin saja tidak punya keberanian untuk membawa lari pujaan hatinya, namun paksaan dari si pujaan hatinya tak tega dia tolak.

Ketiga kondisi di atas disebut annyala, dan semuanya tentu saja punya risikonya sendiri-sendiri.

Silariang, siap mati di ujung badik.

Dalam keluarga suku Makassar, perbuatan annyala apapun bentuknya adalah berarti mencorengkan arang di muka keluarga, utamanya keluarga perempuan. Mereka akan terkena siri’ atau harga dirinya tercoreng. Tidak ada jalan lain, keluarga si perempuan harus menegakkan kembali siri’ atau harga dirinya dengan mencari laki-laki yang membawa lari anak perempuan mereka. Tugas ini menjadi tanggung jawab setiap laki-laki dalam keluarga besar si perempuan. Si laki-laki yang membawa lari anak perempuan itu lantas disebut tumasiri’ atau orang yang membuat malu.

silarian

Berduel dalam sarung, upaya menegakkan siri’

Lalu apa yang terjadi ketika si laki-laki berhasil ditemukan? Tidak ada jalan lain, dia harus ditantang berduel dengan senjata badik di tangan. Darah si pria yang tumpah di tanah adalah penanda tegaknya kembali siri’ atau harga diri keluarga si perempuan.

Di jaman sekarang ketika hukum positif dari pemerintah sudah berlaku, membunuh manusia lain dengan alasan apapun tentu saja tidak dibenarkan. Pelakunya tentu saja harus berurusan dengan hukum dan berakhir di terongko. Namun, di jaman dahulu ketika hukum positif belum ada, si pelaku pembunuhan yang menegakkan harga diri keluarganya itu tidak akan dikenai hukuman. Hal itu dianggap wajar.

Meski begitu, dalam adat suku Makassar ada juga pengecualian. Si laki-laki yang membawa lari anak perempuan orang itu tidak akan diganggu jika dia berlindung di rumah imam kampung. Di sana dia akan tenang dan keselamatannya terjamin. Imam kampung pula yang akan menemui keluarga si perempuan dan berusaha mendamaikan kedua pihak. Usaha mendamaikan ini tidak berlangsung singkat. Beberapa pasangan bahkan harus menunggu bertahun-tahun sebelum keluarga mereka membuka pintu damai. Biasanya, kehadiran seorang cucu yang akan meluruhkan hati keluarga besar yang menolak berdamai.

Jika keluarga si perempuan mau membuka pintunya, maka si laki-laki harus datang mabbaji’atau memperbaiki diri. Melalui perantara imam kampung atau orang yang dituakan, si laki-laki atau keluarganya akan menentukan masa yang tepat untuk melaksanakan upacara mabbaji’. Si laki-laki diharuskan datang baik-baik ke keluarga si perempuan sambil membawa mas kawin, hantaran dan denda yang sudah ditentukan.

Seiring dengan diterimanya semua persembahan si laki-laki maka berarti siri’ atau harga diri keluarga perempuan telah ditegakkan. Si laki-laki pun diterima dengan baik di keluarga si perempuan dan berdua mereka bisa hidup tenang dan membangun keluarga bersama.

Dengan risiko sedemikian besar, tentu saja silariang jadi pilihan paling terakhir bagi sepasang insan yang ingin menikah. Siapa yang mau coba sepanjang hidup dikejar-kejar risiko mati di ujung badik? Belum lagi pernikahan yang tak direstui tentu rasanya jauh lebih berat dari pernikahan yang ideal.

silariang

Dua film nasional dengan tema “silariang”

Temukan berbagai penawaran wisata menarik di sini Promo Tiket Pesawat, Paket perjalanan wisata, dan Bikin visa secara online

Oh ya, saat ini ada dua film nasional yang tayang di Cineplex 21 dan mengangkat kisah tentang silariang. Satu sudah tayang dan satunya lagi menunggu waktu tayang. Buat kalian yang ingin tahu lebih banyak budaya Makassar, jangan lewatkan kedua film itu.

(Visited 38 times, 1 visits today)


About

Mommy dua anak hebat - perajut dan crafter - sesekali curhat di ungatawwa.wordpress.com


'Silariang Pilihan Terakhir Penuh Risiko' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloMakassar.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool