Sepotong Hari di Kurri Caddi

Sepotong Hari di Kurri Caddi
5 (100%) 1 vote

Sejenak keraguan datang dalam hati ketika menyusuri jalan berbatu yang seakan tak berujung. Apakah kami melewati jalan yang benar? Apakah pada akhirnya kami akan sampai ke tempat yang akan kami tuju? Matahari yang bersinar semakin terik dan jalan berbatu ini seperti hendak menguji sampai dimana kesabaran kami untuk mencapai Kurri Caddi.

Memandang Kurri Caddi dari jauh

Memandang Kurri Caddi dari jauh

Akses masuk ke Kurri Caddi nyaris tak tampak seperti pintu masuk ke sebuah kawasan perkampungan pada umumnya. Sebuah pintu besi yang tinggi bercat merah tanpa plang nama. Kami nyaris saja melewatinya. Beruntung kami mampir bertanya pada orang yang kebetulan lewat dan ditunjukkan jalan masuk.Setelah melewati pintu besi berwarna merah kami langsung disuguhi jalanan berbatu. Kami melewati kawasan bekas sebuah pabrik atau gedung. Sisa-sisa dinding masih terlihat.Begitu pun lantai beton dan beberapa rumah panggung.

Di Persimpangan jalan

Di Persimpangan jalan

Hari itu adalah hari pertama trip sepeda sahabat saya Shar. Saya berusaha tidak memberitahunya jarak yang sesungguhnya. Pertama, untuk membuatnya tetap semangat. Dan yang kedua, saya juga belum pernah ke Kurri Caddi dan yang ketiga data-data jarak hanya berupa koordinat dan jarak yang diberikan google map. Belum menghitung jika kami tersesat dan kondisi jalan.

Saya sedikit keteteran karena menggunakan road bike di jalan berbatu. Berbeda dengan Shar yang menggunakan Mountain Bike yang sepertinya tidak terlalu sulit melewati jalan tersebut. Tantangannya bukan jalan berbatu saja, Beberapa kali kami harus menyeberangi beberapa jembatan kayu. Akses seperti ini sulit untuk dilewati mobil.

Perkampungan nelayan Dusun Kurri Caddi

Perkampungan nelayan Dusun Kurri Caddi

Perjalanan ini akhirnya membawa kami sampai ke tepian pantai. Saking semangatnya saya ingin cepat-cepat sampai tidak memperhatikan jalan dengan baik. Terjerembablah saya setelah ban depan tenggelam di pasir pantai. Tidak sampai jatuh. Namuan selangkangan saya cukup sakit terbentur sadel sepeda.

Kurri Caddi adalah sebuah perkampungan nelayan. Letaknya di Kabupaten Maros sekitar 25 km dari perbatasan Maros- Makassar. Dari Kurri Caddi kita dapat melihat pelabuhan Makassar.

Bersepeda di Kurri Caddi

Bersepeda di Kurri Caddi

Ibarat seorang gadis cantik, Pantai Kurri Caddi masih perlu dipoles agar kecantikannya terlihat sempurna. Seorang teman teman asal Maros bercerita dahulunya pantai tersebut merupakan pantai yang ramai dikunjungi untuk berekreasi. Saya menduga bahwa keterbatasan akses menjadi penyebabnya. Tempat ini nyaris tidak bisa diakses dengan kendaraan roda empat.
Tahun 80-an sampai 90-an ekspansi tambak menjadi begitu besar di Sulawesi Selatan. Dengan kondisi yang strategis tak jauh dari Pelabuhan besar dan dekat dengan laut, beberapa perusahaan besar mengubah hutan bakau menjadi petakan empang.Sisa-sisa kejayaan tambak masih terlihat di Dusun Kuri Caddi. Petakan empang luas, gudang sudah ditinggalkan, hingga tembok-tembok pembibitan benih ikan. Masa kejayaan tambak telah berlalu, perusahaan-perusahan besar tersebut telah meninggalkan tempat ini.

Sebuah Plang bertuliskan “ Kawasan Rehabilitasi Mangrove Kurri Caddi “ menyambut kami sebelum memasuki Dusun Kurri Caddi. Tempat ini adalah tempat belajar bagi pemerhati ekosistem mangrove. Dengan adanya kepedulian dari banyak pihak semoga ekosistim mangrove yang dulunya telah hancur dapat dikembalikan lagi.
Sesekali saya berpapasan dengan motor-motor yang membawa kebutuhan untuk warga kampung Kurri Caddi. Masyarakat Kurri Caddi umumnya bekerja sebagai nelayan dan mengelola tambak. Tadinya saya berfikir ketika berjalan memasuki perkampungan nelayan tersebut saya akan menerima pandangan-pandangan aneh.Ternyata saya salah, beberapa warga terlebih dahulu menyapa saya dengan ramah.

Ketika saya foto-foto di Kuri Caddi saya upload di sebuah laman media social, saya menuliskan status seperti ini : “Sebuah perjalanan sejatinya bukan hanya untuk wisata melihat pemandangan yang indah, kuliner yang lezat dan hal-hal yang lain. Sebuah perjalanan sejatinya memberikan inspirasi,nasihat dan cara pandang”

Di Ujung Jalan

Di Ujung Jalan

Saya percaya Kurri Caddi akan kembali terlihat lebih cantik. Ketika ekosistem bakaunya telah kembali indah, Ketika jalan sudah di perbaiki dan ketika lingkungannya tertata lebih baik lagi. Perjalanan ke Kurri Caddi telah memberi inspirasi dan cara pandang yang baru dalam menikmati perjalanan.

(Visited 595 times, 1 visits today)


About

Coffe Holic | Suka menggambar | suka menghayal | lagi belajar motret | suka grogi dekat cewe cantik | mengasuh http://daengadda.com/ |


'Sepotong Hari di Kurri Caddi' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloMakassar.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool