Selayar, Surga di Kaki Makassar

Selayar, Surga di Kaki Makassar
5 (100%) 2 votes

Selayar, nama yang satu ini mungkin sudah mulai akrab di kuping para penikmat alam beberapa tahun belakangan ini. Pulau yang terletak di kaki Sulawesi ini menarik perhatian karena alamnya yang indah. Adalah Taka Bonerate yang menjadi tujuan banyak pecinta laut, penikmat birunya laut, putihnya pasir dan beragam keindahan alam lainnya.

Selayar memang cukup jauh dari kota Makassar. Lewat jalan darat, kabupaten bernama lengkap Kabupaten Kepulauan Selayar ini harus dijangkau dengan perjalanan lebih dari 10 jam dengan mobil atau motor dan tentu saja dengan kapal feri.

Selayar yang terletak di pulau sendiri dan terpisah dari daratan Sulawesi ini pernah termasuk salah satu kabupaten tertinggal dibanding kabupaten-kabupaten lainnya di Sulawesi Selatan. Penyebabnya adalah karena sulitnya infrastruktur menuju Selayar. Iya, Selayar memang relatif sulit dijangkau dari kota Makassar. Sekarang selain jalur darat sudah ada opsi lain menuju kota Benteng, ibu kota Selayar. Dengan pesawat kecil kita bisa menuju Selayar, sayangnya penerbangan ke Selayar hanya ada 1 kali seminggu.

Satu sisi Selayar di musim kemarau

Satu sisi Selayar di musim kemarau

Jaraknya yang memang jauh membuat perjalanan terasa berat. Dari kota Makassar kita akan berhenti beberapa jenak di pelabuhan penyeberangan Tanjung Bira. Dalam sehari penyeberangan ke Selayar ada dua kali, pagi dan siang. Di musim tertentu penyeberangan menjadi sangat penuh dan keadaan terburuk adalah tidak mendapat tempat sehingga harus menunggu penyeberangan berikutnya.

Tapi perlahan-lahan Selayar nampaknya mulai berbenah. Dari kabupaten yang sayup-sayup terdengar menjadi kabupaten yang makin sering dibicarakan. Salah satunya karena alamnya yang indah. Selayar punya banyak potensi wisata yang menawan, seperti surga yang selama ini tersembunyi.

Sambutan ini akan kita ditemukan tepat di mulut Selayar

Sambutan ini akan kita ditemukan tepat di mulut Selayar

Nelayan Selayar di suatu sore

Nelayan Selayar di suatu sore

Selayar memang sangat terkenal dengan lautan dan pantainya. Pulau yang sudah sangat dekat ke Flores ini dikarunia alam bawah laut dan pantai-pantai yang indah. Di Selayar ada kawasan Taman Nasonal Takabonerate, kawasan atol (karang) terbesar ketiga di dunia. Saya sudah pernah ke kawasan Takabonerate dan mengunjungi satu pulau bernama Tinabo yang jadi kawasan wisata utama di Taman Nasional Takabonerate. Saya hanya bisa bilang: LUAR BIASA!

Saya memang tidak sempat menyelam, tapi dari aktifitas snorkling saja saya bisa tahu kalau alam bawah laut di pulau Tinabo itu indah. Karang-karangnya masih sehat dan ikan-ikan kecil beragam ukuran dan warna berseliweran dengan riangnya. Sebenarnya tanpa menyentuh airpun kita sudah bisa menikmati indahnya Tinabo. Pasirnya putih, halus dan menyilaukan. Dari bibir pantai dan dermagapun kita sudah bisa melihat rombongan ikan yang bermain di lautan karena airnya memang jernih. Bayangkan bagaimana nikmatnya menikmati keindahan alam ciptaan Tuhan itu sambil ditemani desiran angin laut yang membuai.

Sayangnya untuk menuju Tinabo dan Takabonerate tidak mudah. Tidak ada pelayaran reguler dari kota Benteng – ibu kota Kabupaten Selayar. Kita harus menyewa kapal kayu atau kapal speed boat dengan harga yang lumayan. Sewa kapal bisa berkisar hingga angka 2 juta rupiah pergi-pulang. Jarak ke Tinabo juga lumayan jauh, dengan kapal kayu bermesin perjalanan bisa ditempuh sampai 6 jam meski bisa lebih cepat bila ditempuh dengan kapal speed boat yang harga sewanya tentu lebih mahal.

Pulau Tinabo dalam kawasan Taka Bonerate

Pulau Tinabo dalam kawasan Taka Bonerate

Tapi Selayar bukan hanya Takabonerate. Di pulau Selayar sendiri ada banyak tujuan wisata yang bisa dinikmati. Ada pantai Baloiyya yang jaraknya tidak terlalu jauh dari kota, ada juga Liang Kareta yang juga bisa dicapai dengan mudah dari kota Benteng. Kalau mau agak repot sedikit, kawasan pantai timur Selayar juga menunggu untuk dijelajahi. Di salah satu kawasannya bahkan sudah ada yang dikelola oleh warga negara Jerman.

Selayar juga menyimpan banyak catatan sejarah peradaban manusia. Ada gong nekara yang dipercaya sudah ada sejak jaman purba serta beberapa peninggalan sejarah lainnya. Selayar juga punya peninggalan sejarah penyebaran islam termasuk masjid yang dianggap sebagai masjid tertua di Sulawesi Selatan. Orang Selayar percaya kalau Datuk Ribandang, penyebar agama Islam di Sulawesi Selatan itu mendarat lebih dulu di pulau Selayar sebelum menginjakkan kakinya di kerajaan Gowa. Konon Datuk Ribandang mendarat dulu di Selayar selepas perjalanan dari Ternate. Beliau sempat menyebarkan agama Islam di Selayar meski tidak lama. Karena itulah, masjid peninggalan beliau di Selayar dipercaya sebagai masjid tertua di Sulawesi Selatan.

Itulah Selayar, kabupaten kepulauan yang ada di kaki pulau Sulawesi. Beberapa tahun terakhir ini, Selayar terus berdandan dan bersolek. Mereka mulai sadar kalau potensi wisata alam dan wisata sejarah yang besar di Selayar harus bisa dikemas dengan baik. Saat ini orang Indonesia mungkin belum terlalu mengenal Selayar dan potensinya, tapi bukan tidak mungkin suatu hari nanti kita juga akan mengenal Selayar sebagai salah satu tujuan wisata favorit di Indonesia. Karena Selayar adalah surga di kaki Sulawesi. [dG]

(Visited 546 times, 1 visits today)


About

Blogger ~ Suka jalan-jalan gratisan ~ Sedang belajar motret ~ Mengasuh http://daenggassing.com seperti mengasuh anak sendiri


'Selayar, Surga di Kaki Makassar' have 2 comments

  1. September 15, 2015 @ 10:05 pm Rahmah

    Entah kapan bisa ke Selayar…
    Suatu saat nanti, insya Allah, harus bisa ke sana…

    Reply

  2. August 30, 2016 @ 1:17 pm dico

    haloo bang ipul gassing…

    ke tinabo 2jt pp bang ? itu kapan yaa bang ?
    sy kok dapetnya 4-5jtan yaa..
    mahal bgt yaa mau ke tinabo..

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloMakassar.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool