bosara bugis makassar

Sajian Bosara’ di Pernikahan Bugis Makassar

Sajian Bosara’ di Pernikahan Bugis Makassar
5 (100%) 1 vote

Saya paling senang menghadiri acara pernikahan, apalagi kalau acaranya di daerah atau di kampung. Alasannya karena bisa menikmati beragam kue tradisional khas Bugis Makassar yang mulai jarang dijumpai di kota Makassar. Jadi, waktu diajak untuk menghadiri pernikahan salah seorang sahabat di Rumbia, Kabupaten Jeneponto, saya menyambut dengan gembira. Kesempatan jalan-jalan, makan-makan dan icip-icip kue jamuan pengantin yang enakkkk :))

Kami berangkat dari Makassar di pagi hari, mampir di beberapa tempat dan akhirnya tiba di Rumbia sekitar pukul 10 lewat. Kami langsung menuju ke rumah tempat acara pernikahan diadakan, sebuah rumah panggung khas Makassar yang bagian bawah belakangnya sudah dibangun secara permanen.

Meskipun akad nikah baru akan dilaksanakan menjelang sore nanti, Lia si pengantin wanita nampak sudah berias dan duduk di pelaminan menyambut para tamu yang hadir untuk turut merayakan hari bahagianya. Di tengah ruangan berderet beberapa meja Oshin (meja berkaki pendek) tempat disajikannya bosara yang berisikan beragam kue-kue tradisional. Sedangkan di pinggir ruangan ada sebuah meja besar untuk sajian makan siang para tamu berupa nasi putih dalam termos, masakan daging kuda, daging ayam, telur, mie, acar dan beberapa jenis masakan lainnya.

Sajian Kue Bosara'

Sajian Kue Bosara’

Saat dipersilakan duduk dan tutup bosara dibuka, this is it! Kue sikaporo, barongko, biji nangka, srikaya kenari, srikaya nangka, sanggara balanda, es buah dan beberapa jenis puding. Setiap kali kue di piring bosara tersisa satu atau dua potong saja, piring tersebut akan langsung diganti dengan sajian baru yang bikin kami enggan beranjak xD

Jadi, sepanjang siang hingga sore menunggu pengantin pria tiba hingga malam hari, kami duduk di depan meja Oshin selama 8 jam kurang lebih hahahaha. Tamu di sebelah kiri kanan sudah berkali-kali berganti tapi yaaa kita di situ-situ aja, lah mau ke mana, soalnya kita belum tau akan nginap di rumah keluarga pengantin di sebelah mana. Akhirnya kami kekenyangan dan puas mencicipi beragam kue-kue yang biasa disajikan di bosara pada acara pernikahan 😀

Bosara'

Bosara’

Bosara’ merupakan suatu wadah yang digunakan untuk menyimpan kue tradisional Bugis Makassar dan digunakan untuk acara-acara khusus misalnya acara pernikahan, keagamaan, menjemput tamu dengan tari paduppa (yang menggunakan bosara) maupun acara-acara resmi yang diselenggarakan oleh pemerintah. Sejatinya budaya bosara’ merupakan peninggalan budaya khas Sulawesi Selatan dari jaman kerajaan dulu, khususnya dari kerajaan Gowa dan kerajaan Bone. Bosara’ sudah menjadi bagian dari simbol budaya penghargaan di kalangan Bugis Makassar.

Menyebut kata Bosara’ sebenarnya merupakan satu kesatuan yang berupa piring agak tinggi yang mempunyai satu kaki dan penutup (pattongko’). Di atas piring berkaki ini, diletakkan sebuah piring yang berisi kue-kue tradisional khas Bugis Makassar misalnya kue cucur, barongko, kue lapis, bolue peca’, biji nangka, sikaporo, cucuru bayao, sanggara balanda, dan aneka ragam kue basah lainnya. Selain itu, di bosara juga kerap disajikan kue kering tradisional misalnya beppa pute, bannang-bannang, berjenis-jenis kue putu dan lain sebagainya.

Pada awalnya bosara’ terbuat dari kerangka bambu, rotan, ataupun serat lontar. Seiring dengan makin majunya perkembangan jaman, bahan baku utama dalam pembuatan bosara pun berubah menjadi plat seng yang di-chroom supaya kelihatan mengkilap. Sedangkan pattongko’ atau penutup bosara terbuat dari kerangka bambu yang dilapisi dengan kain, Kain ini bisa berupa kain renda atau kain dengan motif etnik dan ditambah dengan renda atau manik-manik di pinggir penutup bosara sehingga terlihat menarik dan mewah.

Pada acara adat seperti pernikahan, mappaci atau khitanan, bosara’ diletakkan di meja Oshin yang disusun berjejer di tengah ruangan. Meja oshin ditutup dengan taplak meja yang berwarna senada dengan dekorasi acara yang sedang berlangsung. Di samping bosara’ diletakkan piring ceper dan sendok kecil untuk wadah makan kue bagi para tamu, lalu ada juga cangkir untuk minum teh beserta alasnya. Tidak lupa juga disiapkan gelas-gelas berisi air putih (yang sekarang sudah berganti dengan air mineral kemasan dengan alasan lebih praktis).

Jadi kalau kebetulan sedang ada di Makassar atau menghadiri pernikahan orang Bugis-Makassar, jangan lupa untuk mengusahakan agar berada di sekitar Bosara’ ya, hihihi.

(Visited 928 times, 1 visits today)


About

Mother of #BabyJo || Blogger http://nanie.me || Traveller and Food Lover http://jokkajokka.com || Find me at IG @naniekoe


'Sajian Bosara’ di Pernikahan Bugis Makassar' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloMakassar.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool