Tana Toraja

Raksasa Menggeliat Bernama Toraja

Raksasa Menggeliat Bernama Toraja
Vote Us

Coba balik ke tahun 1990an, ketika kata “wisata” atau “traveling” belum sepopuler sekarang. Ketika kedua kata itu seakan masih jadi hak sepenuhnya mereka yang punya uang banyak. Mereka yang tidak punya cukup uang hanya bisa memimpikan yang namanya “wisata” atau “traveling”. Nah, di masa itu lokasi wisata di Indonesia masih terbilang sedikit. Selain Bali dan Jakarta, nama lain yang ikut menangguk untung dari sektor wisata adalah Tana Toraja di Sulawesi Selatan. Tana Toraja yang berada sekira 320 km sebelah utara kota Makassar termasuk tujuan wisata alam dan budaya terfavorit di Indonesia, berada di bawah Bali.

Lalu tibalah masa krisis moneter, menghantam banyak sendi negeri ini. Ekonomi lesu, sektor wisata yang sudah dianggap elit semakin terasa elit dan sulit dijalani oleh mereka yang hidup pas-pasan. Kawasan ini pun sama, mulai sepi dan jarang dikunjungi para wisatawan, dalam maupun luar negeri.

Tana Toraja

Salah satu rangkaian upacara kematian di Tana Toraja (foto: Rahmat Takbir)

Setelah ekonomi perlahan membaik, tren berwisata mulai menanjak. Orang berbondong-bondong mulai berwisata, bukan hanya mereka yang berduit tapi mereka yang mengaku pas-pasan juga punya hak untuk berwisata. Istilah backpacking makin marak, membuat siapa saja bisa berwisata asal dia mau dan punya waktu. Uang bukan masalah utama lagi.

Sektor wisata menggeliat, tren traveling seperti virus yang menjangkiti banyak orang. Tempat wisata kembali ramai, termasuk tempat-tempat baru yang ditemukan belakangan.

Tapi tidak dengan Tana Toraja. Kabupaten yang satu itu seperti seorang raksasa yang masih asyik tertidur. Nama tenarnya berpuluh tahun lalu masih redup, belum cemerlang seperti dulu. Bahkan mulai kalah oleh beragam destinasi wisata lain yang muncul belakangan seperti Wakatobi atau Raja Ampat.

Namun, sejak akhir 2015 sepertinya menggeliat kembali. Berkat kemauan banyak tokoh masyarakat, pengusaha dan pemerintah daerahnya, kawasan ini pun mulai berbenah. Mereka didampingi oleh sebuah lembaga yang berperan memetakan kemampuan, keunggulan dan menyusun strategi promosi wisata.

Langkah pertama yang mereka lakukan adalah re-branding.

wisata di makassar

Branding baru Toraja

Tidak tanggung-tanggung, mereka memanfaatkan jasa konsultan profesional untuk melakukan re-branding. Tapi, mereka juga tidak lupa untuk melibatkan banyak pemangku kepentingan lainnya seperti warga dan tokoh masyarakat. Branding yang bermula dari logo baru wisata diusah Selain re-branding logo, Tana Toraja juga menyiapkan banyak hal sebagai senjata utama mereka bersaing dengan tujuan wisata lain di Indonesia. Senjata utama tentu saja adalah alam dan beragam ritual budaya yang sudah sejak lama dikagumi banyak wisatawan.

Senjata barunya adalah agrowisata. “Kami sedang mengembangkan beragam tujuan wisata baru berbentuk agrowisata.” Kata ibu Juliana dari DMO yang saya temui saat peluncuran logo branding baru. DMO sendiri adalah sebuah badan yang dibentuk oleh kementerian pariwisata sejak tahun 2010. Tugasnya adalah menghubungkan beragam kepentingan yang ada di sebuah tujuan wisata. DMO Toraja mulai bekerja sejak 3 Mei 2012.

Kopi Toraja

Kopi Toraja yang sudah sangat terkenal

“Salah satu jenis agrowisata yang dikembangkan adalah agrowisata kopi.” Sambil berbisik, ibu Juliana melanjutkan.

Sudah sejak lama Toraja terkenal sebagai dataran tinggi penghasil salah satu kopi terbaik di Indonesia bahkan di dunia. Di antara sekian banyak jenis kopi Indonesia, kopi Toraja buat saya jadi salah satu pilihan utama karena rasa nikmatnya yang tak terkira. Di beberapa negara Eropa dan Amerikapun, nama kopi Toraja sudah sangat harum seharum baunya.

Cari tempat nongkrong di Makassar? Coba baca artikel tentang History Cafe

Sebuah jalan terjal terpampang di depan semua pemangku kepentingan Toraja. Bukan hal mudah untuk kembali mengumandangkan nama Toraja di antara nama-nama tujuan wisata lainnya di Indonesia. Banyak aspek yang bermain di dalamnya, dari penyediaan infrastruktur, benturan antara lokalitas dan modernitas sampai kesiapan pemerintah daerah sendiri menyambut para wisatawan.akan sebisa mungkin merangkul kepentingan banyak pihak.

Toraja

Halaman depan website VisitToraja(dot)com

Wisata alam, budaya yang unik hingga kopi yang menawan adalah senjata yang bisa dimanfaatkan untuk kembali menjadikan namanya harum di antara destinasi wisata favorit di Indonesia.

Kalau konsisten, tidak lama lagi kita mungkin akan melihat kembali Tana Toraja menjadi sebuah destinasi wisata yang populer, ramai dikunjungi orang. Mungkin melebihi harumnya nama mereka di dekade 1990an.

Jadi, kapan mau melihat langsung Tana Toraja?

Mau liburan ke Makassar dan sekitarnya? Cari di sini: tiket pesawat dan hotel
(Visited 258 times, 1 visits today)


About

Blogger ~ Suka jalan-jalan gratisan ~ Sedang belajar motret ~ Mengasuh http://daenggassing.com seperti mengasuh anak sendiri


'Raksasa Menggeliat Bernama Toraja' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloMakassar.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool