Pulau Cangke

Pulau Cangke, Saksi Bisu Cinta Dg Abu dan Maidah

Pulau Cangke, Saksi Bisu Cinta Dg Abu dan Maidah
5 (100%) 1 vote

Menyambangi pulau-pulau cantik sudah menjadi pilihan liburan yang populer. Tak terkecuali saat sedang berada di Makassar, Sulawesi Selatan. Menyusuri kepulauan yang ada di provinsi ini seperti disodori berbagai menu masakan istimewa, sulit menentukan pilihan utama.

Salah satu pulau yang bisa jadi pilihan dan sudah cukup terkenal adalah pulau cangke yang terletak di kepulauan spermonde, gugusan pulau yang terbentang dari kabupaten Takalar sampai kabupaten Pangkep.

Untuk bisa sampai ke pulau Cangke bisa melalaui pelabuhan Paotere yang berada di Makassar kemudian menyewa perahu. Harga sewa perahu yaitu Rp 1,4 juta dengan kapasitas  mencapai 20-25 orang. Harga tersebut bisa berubah, sesuai kemampuan menawar anda.

Perjalanan ke pulau Cangke ditempuh kurang lebih 3 jam, dengan kondisi laut yang berombak. Selama perjalanan, mata anda akan dimanajkan dengan lautan biru yang terhampar luas. Sesekali terlihat pulau-pulau kecil dari kejauhan.

Pulau Cangke tidaklah terlalu luas tetapi memiliki  cuaca yang sejuk. Hal ini disebabkan karena banyaknya pohon yang terdapat di pulau ini. Selain rindang, pulau Cangke juga menjadi tempat penyu menitipkan telur-telur mereka. Jika beruntung, anda bisa menyaksikan penyu bertelur di pasir putih pulau Cangke.

pulau cengke yang penuh dengan pepohonan hijau

pulau cangke yang penuh dengan pepohonan hijau

pasir putih pulau cengke

pasir putih pulau cangke

Keindahan bawah laut pulau Cangke juga menjadi ‘bonus’ saat bertandang di pulau ini. Anda bisa membawa alat snorkling dan memanjakan mata dengan pesona bawah laut pulau cangke.

Hal mnegejutkan saat ke pulau ini adalah kisah tentang penghuni pulau bernama Dg Abu dan Maidah, pasangan suami istri yang sudah lama menghuni pulau Cangke. Dahulu, mereka adalah warga pangkep yang diusir dari kampung karena mengidap lepra yang dianggap sebagai kutukan. Mereka meninggalkan kampung dan terdampar di pulau Cangke. Pulau yang akhirnya menjadi rumah mereka.

Kisah Dg Abu dan Maidah menjadi sangat terkenal, terutama untuk orang-orang yang berkunjung di pulau Cangke. Pasangan suami istri ini  merawat  dan memastikan pulau Cangke tetap hijau. Sebagai bentuk terima kasih, sebelum beranjak meninggalkan pulau, pengunjung  biasanya meninggalkan beras atau bahan makanan untuk Dg abu dan Maidah.

Pulau Cangke bisa dikatakan pulau pribadi Dg Abu dan Maidah. Pelajaran untuk kita tentang cinta dan kesetiaan. Bukan hanya itu, pelajaran lainnya dalah tak perlu jadi orang kaya untuk bisa mempunyai pulau pribadi, Dg Abu dan Maidah sudah membuktikannya.

Meninggalkan pulau Cangke dengan cerita sepasang suami istri itu membawa kesan tersendiri saat ke pulau ini. Pasir putih, pohon-pohon yang rindang, alam bawah laut yang indah serta kisah mereka melingkapi perjalan yang akan terus melekat di benak.

TIPS

Untuk berhemat biaya, perjalanan ke pulau bisa dilakukan dengan rombongan. Di makassar, ada beberapa komunitas pecinta jalan-jalan dan travelling yang biasanya melakukan open trip untuk destinasi wisata tertentu. Saat open trip, kita bisa mengajukan diri untuk ikut dengan menuliskan nama. Setelah itu akan ada ‘kopdar’ untuk membahas persiapan serta alat-alat yang perlu dibawa saat trip. Dengan cara ini, anda bisa menemukan teman-teman baru serta menghemat biaya trip. Jangan lupa bawa oleh-oleh untuk Dg Abu dan Maidah yaa 😀

(Visited 1,094 times, 1 visits today)


About

andiarifayani.blogspot.com | Sobat LemINA | Penyala Makassar


'Pulau Cangke, Saksi Bisu Cinta Dg Abu dan Maidah' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloMakassar.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool