piknik ala komunitas makassar quiqui

Piknik Ala QuiQui, Komunitas Perajut Makassar

Piknik Ala QuiQui, Komunitas Perajut Makassar
5 (100%) 1 vote

Kamu mau tau komunitas Makassar yang sering piknik? Simak tulisan ini yuk. Kali saja di piknik berikutnya kamu bisa bergabung untuk piknik asik bersama komunitas ini 😀

Belakangan ini istilah kurang piknik semakin sering bergaung, utamanya di sosial media. Saya sendiri kurang begitu tau sih kapan istilah kurang piknik ini mulai populer digunakan dan siapa yang pertama kali mempopulerkannya. Orang-orang yang sering stres, galau, mudah emosi, suka mengeluh, nyinyir, gak bisa diajak bercanda dan semacamnya, dicap sebagai orang yang kurang menikmati hidup sehingga dianggap butuh piknik.

piknik QuiQui Komunitas Makassar

 Piknik dalam hal ini adalah traveling, berjalan-jalan menikmati suasana baru sehingga sepulangnya bisa lebih rileks dalam menjalani hidup dengan banyak ide, inspirasi baru dan lebih optimis. Bagi sebagian orang sih iya, sebagian lainnya malah tambah setres. Pulang jalan-jalan, dompet kosong dan mendapati rumah dalam kondisi berdebu dan berantakan. Pas ngantor, kerjaan numpuk setinggi gunung karena kelamaan ditinggal cuti :))
Untuk wisata singkat di Makassar, baca Cara Menikmati Makassar dalam 24 jam

Menurut KBBI, piknik/pik•nik/ v bepergian ke suatu tempat di luar kota untuk bersenang-senang dengan membawa bekal makanan dan sebagainya; bertamasya. Jadi kalaupun bepergian ke luar kota tapi tidak membawa bekal makanan ya bukan piknik namanya, ya kan? Ini kalau menurut KBBI, entah kalau menurut mas Anang #eh 😀

Saya sendiri sering membayangkan piknik adalah kegiatan menggelar tikar di sebuah padang rumput yang penuh bunga-bungaan liar, di bawah rindang pepohonan di mana kita bisa membaca sambil tiduran dengan nyaman. Tikarnya harus tikar kotak-kotak merah dengan keranjang piknik yang berisikan roti perancis yang nongol dari tutup keranjang, kemudian di atas tikar ada potongan roti, selai, keju, kue-kue, buah-buahan dan jus. Lalu ada anak-anak kecil yang berlarian dengan topi lebar dan gaun indah yang melambai-lambai. Oke, bagian ini memang dipengaruhi oleh buku fantasy yang sering saya baca 😀

Apa pun itu, konsep piknik inilah yang kemudian diadopsi oleh Komunitas Makassar Quiqui. Bagi yang belum tau, Quiqui adalah komunitas Perajut Makassar yang terbentuk di bulan September 2011. Perkumpulan orang-orang yang tertarik belajar dan berbagi ilmu tentang kriya. Jadi tak ada guru, tak ada murid. Semua saling berbagi. Sebuah komunitas Makassar yang cukup solid, dengan latar belakang anggotanya yang berbeda-beda tetapi memiliki satu hobi yaitu merajut, merenda dan semacamnya.

piknik QuiQui Komunitas Makassar

Mungkin ada yang bertanya, di jaman modern yang serba instan ini kok malah mundur ke masa lalu. Mesin modern dapat menghasilkan sebuah topi atau jaket rajut dalam hitungan menit, mengapa mesti “menyiksa diri” selama berhari-hari untuk merajut barang yang sama?

Ada banyak alasan sebenarnya mengapa merajut mulai kembali populer. Ada yang belajar untuk mengenang masa lalu, ada yang menjadikannya sebagai mata pencaharian, ada yang menjadikannya sebagai terapi, ada yang menjadikannya sebagai penyeimbang di sela rutinitas yang membosankan, ada yang belajar sebagai pengisi waktu luang, ada yang ingin menghasilkan barang buatan tangan sendiri buat orang tercinta dan lain-lain. Bagi saya sendiri, merajut itu menyembuhkan.

Jika sedang stress atau marah atau sedih, saya merajut. Kau tidak mungkin membaca buku saat matamu sedang berurai air mata kesedihan bukan? Atau saat hatimu sedang penuh amarah yang membuatmu seakan ingin membanting semua barang-barang di sekitarmu? Cobalah merajut. Perlahan-lahan emosi di hati akan mereda, seiring kaitan demi kaitan jarum rajutmu, membuatmu mampu lebih tenang. Trust me.

Nah selain Bom Benang Makassar sebagai agenda rutin yang diadakan oleh komunitas QuiQui, ada juga Kelas Tangan Rajin yang seringkali dirangkaikan dengan piknik. Emang piknik beneran, di luar ruangan dengan membawa beragam macam bekal. Istilahnya potluck. Yang diobrolkan ya seputar jarum, benang dan teknik rajutan, sedang mengerjakan rajutan apa atau kriya lainnya.

piknik QuiQui Komunitas Makassar

 Kadangkala, ada dresscode yang ditentukan saat piknik supaya lebih keren aja saat difoto hahahhaa. Tampat yang paling sering dijadikan lokasi piknik di Makassar biasanya sih di Benteng Rotterdam dan di Haus~ku Craft, rumah milik kak Uun salah satu anggota komunitas Makassar QuiQui.

Piknik teranyar di bulan November ini kembali diadakan di Haus~ku, dengan tema : belajar Tapestry Crochet. Jadi kami menggelar tikar di halaman samping untuk alas duduk anak-anak sedangkan maka-mamaknya duduk mengelilingi sebuah meja yang penuh makanan xD

Mau jalan-jalan? Temukan berbagai pilihannya di sini: hotel makassar, tour murah, dan tiket pesawat Makassar

Nah kalau kamu sedang dalam perjalanan wisata ke Makassar dan butuh teman untuk curhat masalah rajutan dan kriya, bisa merapat ke Kampung Buku di BTN Cv Dewi yang merupakan basecamp Komunitas QuiQui. Atau kamu sedang craftour di Makassar dan butuh panduan, bisa menghubungi saya dan teman-teman QuiQui lainnya 🙂

(Visited 162 times, 1 visits today)


About

Mother of #BabyJo || Blogger http://nanie.me || Traveller and Food Lover http://jokkajokka.com || Find me at IG @naniekoe


'Piknik Ala QuiQui, Komunitas Perajut Makassar' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloMakassar.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool