Pantai Lemo-lemo, Keindahan yang (Masih) Tersembunyi di Antara Pantai-Pantai Indah Bontobahari

Vote Us

Bagi saya mendengar nama Bulukumba yang terbersit adalah Pantai Biranya. Banyak pantai indah di Bulukumba, tetapi yang lebih dikenal adalah keberadaan Pantai Bira yang juga merupakan jalur penyeberangan ke pulau seberang, Pulau Selayar.

Selain pantai dengan pasir putih dan pemandangan sekitar yang memanjakan mata, juga menjadi surga bagi pecinta traveling, backpacker dan fotografi. Padahal, jika kita ingin dan punya waktu lebih dalam mengeksplorasi keindahan Bulukumba, ada banyak pilihan lain yang tak kalah indah dan memanjakan hobi traveling anda.

Pantai Indah yg Tersembunyi

Bila sedang ke Bulukumba yang berjarak sekira 150 km sebelah selatan kota Makassar, cobalah tengok Pantai Lemo-lemo salah satunya. Terdapat keindahan yang masih tersembunyi di balik keindahan pantai-pantai Bulukumba Timur, termasuk Bira. Letak Pantai Lemo cukup tersembunyi karena harus  melewati jarak yang lumayan jauh dari jalan raya menuju ke pantainya. Keberagaman jenis ekosistem di perjalanan dan di daerah sekitar pantainya, membuat pantai Lemo-lemo ini lebih akrab dijadikan objek praktikum lapangan dan penelitian bagi pelajar dan mahasiswa di Sulawesi.

Pertama kali saya ke pantai ini juga untuk mendampingi mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta (PTS) di kota Maros dalam kegiatan praktikum lapang zoologi. Terdapat beberapa gua, permandian air tawar, dan keberagaman vegetasi menambah kesan “misterius” dan “tersembunyi” dari pantai ini. Betapa tidak, gua-gua di area perjalanan menuju pantai konon merupakan kanal-kanal persembunyian pada zaman penjajahan dan gerilya.

Permandian Air Tawar dalam Gua sekitar Pantai Lemo-lemo
Terletak di Kecamatan Bontobahari, 4-5 jam perjalanan atau sekitar 200 km dari Kota Makassar. Kecamatan ini juga melegenda sebagai produsen kapal Pinisi yang sudah menjadi budaya turun-temurun dari nenek moyang warga sekitar. Pantai Lemo-lemo terletak sekitar 2 km dari bundaran pusat Bontobahari kemudian berbelok ke arah selatan sekitar 7 km dari jalan raya Tanaberu-Bira.

Perjalanan menuju pantai yang masih tersembunyi ini lumayan menantang. Menantang karena bergelombang, terdapat lubang-lubang besar di badan jalan, dan jalanan berbatu dengan kerikil lepas. Sepanjang perjalanan juga terdapat beberapa wilayah dengan hutan-hutan rimbun dengan berbagai satwa di dalamnya. Serangga, kicau burung, monyet dan kuskus yang melompat dan melintas di jalan sering kita jumpai. Area perkebunan dengan perumahan warga yang masih jarang dan keterbatasan listrik menjadi alasan lain kenapa pantai Lemo-lemo ini masih belum terekspos sepenuhnya.

Panorama Senja Lemo-lemo
Kawasan Lemo-lemo memiliki luas 508 Ha yang oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Bulukumba diberikan peluang kepada pengusaha untuk mengembangkan kawasan ini. Kepada investor yang berminat menanamkan modalnya, Pemda memberikan kemudahan. Pantai Lemo-lemo sangat potensial menjadi tempat wisata kelas atas. Selain keindahan pantainya terutama panorama senjanya, keasrian ekosistem di sekitarnya juga masih terjaga.

Perpaduan antara ekosistem hutan dan ekosistem pantai menjadikan kawasan ini sangat potensial untuk dikembangkan. Sudah ditemukan beberapa villa kecil berupa rumah panggung dan pondok kecil yang disiapkan warga secara komersil kepada pengunjung. Namun, keterbatasan pasokan listrik dan air tawar bersih masih menjadi kendala tersendiri. Banyak pengunjung lebih memilih konsep camping dan tidak menginap di lokasi karena keterbatasan ini.

Kebutuhan air tawar bersih masih bisa dipenuhi dengan menemukan kolam air tawar di sekitar pantai, salah satunya berada dalam gua. Harus berhati-hati karena medannya lebih menyerupai gua vertikal, tepatnya diagonal dan agak curam dengan bebatuan besar. Dibutuhkan juga keberanian ekstra bagi para pengunjung karena sewaktu-waktu dapat bertemu dengan satwa liar yang ada di ekosistem hutannya.

Tips untuk pengunjung: Pertama, sebaiknya periksa ketersediaan bahan bakar anda. SPBU hanya terdapat sekitar 7 km dari persimpangan jalan raya ke lokasi. Kedua, periksa kelayakan ban kendaraan karena kondisi jalanan yang kurang baik. Ketiga, bawa perlengkapan camping karena keterbatasan listrik dan air. Keempat, jangan mengganggu atau memberi makan pada satwa liar yang melintas, karena akan merusak ekosistem sekitar dan membuat mereka malas mencari makan.

(Visited 411 times, 1 visits today)


About

Blogger yang suka jalan - jalan apalagi kalau gratis


'Pantai Lemo-lemo, Keindahan yang (Masih) Tersembunyi di Antara Pantai-Pantai Indah Bontobahari' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloMakassar.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool