Malino

Panggilan dari Malino

Panggilan dari Malino
5 (100%) 1 vote

Hari menjelang siang dan rasanya seperti melihat fatamorgana. Setiap kali menapaki puncak, harapan untuk menemukan bagian jalan yang datar ataupun turunan terus bergelora. Paha dan betis saya mengeras. Rasanya seperti ada tikus kecil yang berlarian di sana. Empat belas kilometer terakhir menuju Malino sepertinya tidak menyisakan sedikit pun ruang untuk menghela napas.

Hujan baru saja turun meninggalkan butir- butir kecil di pucuk dedaunan.Rencana pagi ini berangkat menuju kota Malino terpaksa ikut mundur. Hari ini saya akan menghadiri acara gathering di sana. Malam sebelumnya saya sudah menitipkan barang-barang bawaan ke teman-teman yang rencananya akan berangkat sekitar pukul 11 siang. Saya sendiri akan melakukan perjalanan dengan mengunakan sepeda.

Nama Malino sebenarnya adalah nama sungai yang berhulu di Lapparak- sebuah nama kampung yang dalam bahasa Makassar berarti datar. Tempat ini adalah satu-satu bagian yang datar di antara gunung-gunung yang berdiri kokoh.Malino berjarak sekitar 73 km dari kota Makassar dikenal sebagai kota peristirahatan yang sejuk dan nyaman sejak zaman penjajahan Belanda. Adalah Gubernur Caron yang memerintah di “Celebes on Onderhorighodon” telah menjadikan Malino pada tahun 1927 sebagai tempat peristirahatan bagi para pegawai pemerintah.

Pasar Malino

Pasar Malino menyediakan sayur dan buah-buahan segar

Sungai Malino airnya amat tenang seolah-olah memberikan ketenangan dan kesejukan di hati, sesuai dengan namanya Malino yang artinya amat tenang. Malino yang dibangun oleh pemerintah Belanda sesuai tempat peristirahatan, memiliki hawa yang sejuk segar bahkan kadang kala terasa cukup dingin dengan ketenangan. Keadaan alam dan lingkungan yang demikian itu sangat cocok kiranya apabila tempat ini diberi nama Malino. Sejak itulah Lapparak berubah nama menjadi Malino yang artinya amat tenang.

Hutan pinus Malino

Jejeran tempat melepas penat di depan hutan pinus Malino

Kebijakan pemerintah Belanda saat itu adalah memberi kesempatan pada orang asing baik Belanda maupun Cina untuk membangun bungalow atau villa. Sedang penduduk setempat dilarang mendirikan rumah. Rumah rakyat digeser masuk ke hutan atau lereng gunung, kecuali di sekitar pasar. Pada masa pemerintahan Jepang, Malino yang tanahnya subur menjadi daerah penghasil sayur mayur untuk menutupi kebutuhan sayur para serdadu dan pekerja Jepang.

Air Terjun Takapala

Air Terjun Takapala- salah satu destinasi favorit di Malino

Malino memiliki gunung-gunung yang sangat kaya dengan pemandangan batu gamping dan pinus. Berbagai jenis tanaman tropis yang indah,tumbuh dan berkembang di kota yang dingin ini. Selain itu, Malino pun menghasilkan buah-buahan dan sayuran khas yang tumbuh di lereng gunung Bawakaraeng. Sebagian masyarakat Sulawesi Selatan masih mengkulturkan gunung itu sebagai tempat suci dan keramat. Suhu di kota Malino ini mulai dari 10°C sampai 26°C.

Hujan akhirnya mereda dan perjalanan menuju Malino pun dimulai. Saya menempuh jalur Patalassang dan kemudian berbelok sampai menemui jalan besar Poros Malino di daerah Pakatto. Sebuah kawasan militer. Kontur jalan mulai turun naik. Saya berusaha mengatur tenaga dengan baik karena perjalanan 73 km akan di dominasi oleh tanjakan. Tanjakan panjang pertama dimulai dari pendakian sampai dengan gerbang bendungan Bili-Bili.

Buah- Buahan khas Malino

Buah- Buahan khas Malino

Perjalanan menuju Malino kebanyakan menyusuri aliran Sungai Jeneberang. Sungai ini menjadi galian tambang batu dimana alirannya berujung ke sebuah bendungan bernama Bili-Bili. Rute perjalanan hanya ada satu poros jalan yaitu dari Makassar menuju ke Malino hingga ke arah Sinjai. Jalan ini merupakan rute yang dibangun setelah sebelumnya rute yang lama ditenggelamkan karena pembangunan Bendungan Bili- Bili.

Perjalanan dihiasi dengan perbukitan yang tegak menjulang di kiri jalan dan lembah melandai di kanan jalan. Semakin dekat dengan Malino, semakin tajam tikungan yang dilalui.Terutama di kilometer-kilometer terakhir.Nyaris 14 km terakhir tidak menyisakan bagian jalan yang datar. Kaki saya mulai kram. Terkadang berhenti beberapa menit untuk meredakan pegal di paha dan betis.Hingga akhirnya, hawa dingin nan sejuk mulai menerpa, ketika kumpulan tegakan pinus (Pinus merkusii) di ketinggian 1.000 meter di-atas-permukaan-laut menyambut kedatangan di Malino.

Malino

Merayakan keberhasilan sampai ke Malino

Panggilan dari gunung

Turun ke Lembah-lembah

Suara Iwan Fals terdengar merdu dari pemutar mp3 yang saya selipkan di kantong belakang. Begitu damai. Begitu Indah

(Visited 419 times, 1 visits today)


About

Coffe Holic | Suka menggambar | suka menghayal | lagi belajar motret | suka grogi dekat cewe cantik | mengasuh http://daengadda.com/ |


'Panggilan dari Malino' have 7 comments

  1. June 28, 2015 @ 12:33 am Cloudymous

    Naik sepeda menuju Malino yah Om? Super sekali.

    Saya baru sadar loh om kalau Malino artinya amat tenang. Ma linoe mungkin yah? Hehehe.

    Reply

    • June 29, 2015 @ 10:59 am Asdar Azis

      Hehehe iya naek sepeda. coba-coba saja ternyata bisa sampe.

      Terima kasih sudah berkunjung.

      Reply

  2. June 30, 2015 @ 1:44 pm Roni

    Hebat Om bisa naik sepeda sampai Malino, saya juga kepengen coba dari dulu bisa berhasil atau tidak?? Selama ini cuma sampai bendungan bili-bili dan air terjun parangloe. 🙂

    Reply

    • June 30, 2015 @ 3:03 pm Asdar Azis

      Awalnya juga ndak yakin om… kebetulan ada teman yang mau ke Malino tapi agak siang. di jalan cuma berfikir “paling kalau tidak kuat ya tunggu jemputan saja”.

      Reply

  3. July 7, 2015 @ 2:43 pm sudar

    mantaap om, bisaan cara berceritanya seolah saya ikut bersepeda bareng.

    Reply

  4. July 14, 2015 @ 6:57 am QuinnXHaulter

    I was recommended this web site by my cousin. I’m not sure
    whether this post is written by him as nobody else know such detailed about my difficulty.

    You’re wonderful! Thanks!

    Reply

  5. September 6, 2015 @ 11:19 am Ube

    Wah om. Bulan depan sy ama temen juga ada rencana gowes sampai malino nih.. Keren banget nih kalo ada temen2 lain jg yg mau ikut..

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloMakassar.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool