MoncongloE Makassar

MoncongloE, dari Kamp Pengasingan ke Jalur Alternatif Maros – Makassar

Vote Us

Pada bulan Oktober tahun 1965, beberapa hari setelah peristiwa G30S/PKI, gerakan anti komunis (PKI) merebak ke seluruh penjuru tanah air. Di Sulawesi Selatan, gerakan anti PKI tersebut bahkan melebar ke masalah etnis. Bukan hanya etnis Tionghoa yang jadi korban, namun juga etnis Jawa. Mereka yang dianggap ada hubungan dengan PKI ditangkap dan dijebloskan ke penjara-penjara militer, tanpa ada surat penangkapan atau penahanan, apalagi putusan pengadilan. Mereka yang ditangkap kemudian disebut sebagai tahanan politik (tapol).

Penangkapan yang terus dilakukan membuat sel-sel tidak lagi memadai untuk menampung para tapol tersebut. Para tapol tersebut kemudian diasingkan ke berbagai wilayah seperti Pulau Buru di Maluku, Plantungan di Kendal (Jawa Tengah) dan MoncongloE di Maros (Sulawesi Selatan). Tempat-tempat tersebut kemudian disebut sebagai kamp pengasingan, tapi tidak sekejam kamp konsentrasi Auschwitz milik Nazi Jerman.

Kamp pengasingan di MoncongloE dibuka sejak tahun 1969 dan menampung para tapol dari penjara di Makassar. Kemudian menyusul tapol dari daerah lainnya seperti Majene, Mamasa, Pinrang, Parepare, Barru, Pangkep, Maros, Palopo, Tana Toraja, Bone, Gowa, Takalar, Bantaeng, Bulukumba, dan Selayar. Pengasingan di Moncongloe ini berakhir tahun 1979 atau hanya 10 tahun sejak dibuka.

698KampInrehabMoncongloe

Kamp Inrehab MoncongloE (sumber: Historia.id)

MoncongloE adalah salah satu kecamatan yang ada di Kab. Maros. Daerah ini berbatasan langsung dengan Kota Makassar dan Kab. Gowa. Sampai pertengahan tahun 2000-an, kawasan MoncongloE seakan-akan terisolir. Untuk mencapai daerah tersebut terkadang kita harus melewati jalanan berlumpur di musim hujan, dan berdebu di musim kemarau. Tempat yang berbatasan langsung dengan daerah Antang di Makassar tersebut bahkan konon jadi sarang para pelaku kriminal. Seorang teman kuliah pernah bercerita bahwa pamannya dulu seorang perampok yang beroperasi di sekitar Antang dan sekitarnya bersembunyi di sekitar MoncongloE.

Namun, daerah tersebut lambat laun mulai ramai dan aman sejak banyak tentara dan polisi yang hilir mudik dan bermukim di BTN Asabri di daerah MoncongloE. Sayangnya saat itu jalanannya masih berdebu atau pun berlumpur.

Sejak tahun 2005, saya sering bolak-balik Makassar ke Kariango di Maros. Waktu yang dibutuhkan kadang mencapai 1,5 jam melalui jalur utama poros Makassar-Maros. Pernah sekali waktu mencoba jalur Kariango ke BTP melalui jalur MoncongloE, namuan akses jalannya masih berkerikil dan beberapa bagian berlumpur. Sekitar tahun 2010-an Pemkab Maros melakukan banyak perbaikan jalan, termasuk jalan di daerah MoncongloE. Waktu tempuh Makassar – Kariango pun dapat dipangkas jadi kurang dari 1 jam.

Sekarang hampir semua jalan di wilayah ini telah mengalami pengerasan jalan (beton/hotmix). Letaknya yang berada di perbatasan menjadikannya strategis sebagai perlintasan. Tak heran, daerah yang dulunya jadi daerah pengasingan ini kini mulai ramai. Jalur alternatif ini dapat diakses dari Makassar (Antang, BTP dan Daya), Gowa (Pattalassang, Malino) dan Maros (Tanralili, Pucak, Turikale hingga Bantimurung). Para pelintas bahkan sebagian besar warga Makassar. Mereka yang tidak ingin terjebak macet di daerah Tello dan Tamalanrea, biasanya memilih jalur MoncongloE yang menghubungkan Antang dengan BTP dan Daya.

moncongloE-jalur alternatif

Mau lurus, belok kiri atau belok kanan nih? 😀

Pemda Maros bersama Dishub dan Kepolisian juga aktif menyosialisasikan jalur alternatif ini untuk menghindari kemacetan di sekitar Bandara. Beberapa rambu dan petunjuk dipasang di jalan utama poros Maros – Makassar. Selain mengurangi kepadatan di sekitar bandara, pemda mungkin juga ingin memperlihatkan potensi wilayah MoncongloE.

P_20160430_164240

Himbauan dari Polsek Mandai untuk menggunakan jalur alternatif MoncongloE

Waktu masih tinggal di Antang, MoncongloE merupakan salah satu rute bersepeda tiap pagi. Jalanan yang mulus dengan pemandangan sawah di kiri dan kanan serta pengendara yang tidak seramai jalanan utama kota jadi tempat yang cocok ngegowes pagi-pagi. Jika sudah di MoncongloE tinggal memilih rute selanjutnya, apakah berbelok ke kanan ke arah Pattalassang (Gowa) yang juga bisa tembus ke Malino (Gowa) dan Hertasning (Makassar)?. Atau berbelok ke kiri yang tembus ke arah BTP, Daya atau Maros?

moncongloe-sepeda

Ngegower dengan pemandangan sawah di pinggir jalan

Saat ini daerah bekas pengasingan itu tidak terasing lagi. Sudah banyak developer yang masuk membangun perumahan. Beberapa lahan developer bahkan sudah memiliki gerbang walaupun di dalamnya masih pembangunan pondasi. Melihat perkembangan ini, tidak menutup kemungkinan daerah ini akan jadi kota mandiri. Apalagi kampus baru Politeknik Negeri Ujung Pandang dibangun di daerah ini serta ada Pasar Sentral BTP tak jauh daerah sana.

MoncongloE mas

Salah satu perumahan di MoncongloE, awas jangan sampai salah mengejanya 😀

moncongloe-poltek

Kampus Baru Politeknik Negeri Ujung Pandang yang sedang dalam tahap pembangunan dan perampungan di daerah MoncongloE

(Visited 300 times, 1 visits today)


About

anbhar.net | AngingMammiri.Org | AC Milan | PSM | Sobatpadi | Suka Dunia Militer & Penerbangan | Berenang & Snorkeling | Ngemil | Jalan2 | | AB+


'MoncongloE, dari Kamp Pengasingan ke Jalur Alternatif Maros – Makassar' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloMakassar.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool