Mitos dan Fakta Tentang Orang Bugis – Makassar

Vote Us

Stereotype adalah hal yang lumrah dalam kehidupan kita. Entah awalnya bagaimana, tapi kita sering kali terjebak dalam menggeneralisir sebuah kaum berdasarkan stereotype yang kita dengar. Padahal belum tentu itu benar. Bisa saja stereotype itu salah.

Contohnya, bagi orang Makassar mendengar kata “perempuan orang Jawa” maka yang terbayang adalah perempuan yang tutur katanya lembut dan pandai masak. Padahal saya yakin tidak semua perempuan Jawa bisa memasak. Atau kalau mendengar kata “orang Papua” maka yang terbayang adalah orang berkulit kelam, berambut keriting dan suka mabuk. Padahal yakinlah, tidak semua orang Papua seperti itu.

Kue Tradisional Apa Saja Yang Ada Dalam Acara Pernikahan Bugis – Makassar? Ada di Sini

Orang Bugis Makassar yang merupakan mayoritas penghuni provinsi Sulawesi Selatan juga sering menjadi korban stereotype. Ada stereotype yang benar, ada pula yang salah. Berikut ini adalah beberapa stereotype yang sering dilekatkan ke orang Bugis Makassar oleh orang luar SulSel. Kita lihat, apakah itu mitos atau fakta.

Mitos atau Fakta: Orang Bugis – Makassar Itu Kasar.

MITOS. Jangan percaya pada stereotype itu. Orang Bugis Makassar mungkin saja punya suara yang keras dan nada yang tinggi ketika berbicara, tapi itu bukan karena mereka kasar. Kalau Anda menggunakan standar bicara orang Jawa (khususnya Jawa Tengah dan Yogyakarta) maka mungkin orang Bugis Makassar terdengar kasar, tapi yakinlah itu hanya di mulut saja karena sesungguhnya orang Bugis – Makassar juga sangat halus perasaannya.

Kalau Anda datang ke SulSel, yakinlah kalau Anda akan dijamu dan disambut seperti layaknya seorang tamu. Orang Bugis – Makassar akan melakukan apa saja untuk membahagiakan tamunya.

Orang Bugis Makassar

Pertemuan Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) di Jambi. KKSS ini ada di hampir semua daerah perantauan Orang Bugis – Makassar

Mitos Atau Fakta: Orang Bugis – Makassar Itu Perantau.

FAKTA. Orang Bugis Makassar (khususnya orang Bugis) adalah perantau yang tangguh. Mereka rela meninggalkan kampung halaman dan keluarga besar untuk mencari penghidupan yang lebih layak di tanah rantauan.

Jangan heran kalau Anda bisa menemukan orang Bugis Makassar dalam satu perkampungan dan komunitas di banyak daerah di Indonesia. Sumatera, Kalimantan, Madura, Nusa Tenggara, Maluku sampai Papua. Mereka biasanya akan hidup berkoloni dan sebagian besar sudah turun temurun di tanah rantauan.

Mitos Atau Fakta: Orang Bugis – Makassar Adalah Pelaut Tangguh.

FAKTA. Meski tidak sepenuhnya benar karena tidak semua orang Bugis – Makassar senang dan bisa melaut. Selain hidup di pesisir, banyak juga orang Bugis – Makassar yang hidup di dataran rendah atau dataran tinggi yang jauh dari pesisir. Mereka ini biasanya hidup dari bertani dan berkebun dan tentu saja jauh dari kata pelaut.

Mitos Atau Fakta: Orang Bugis – Makassar Suka Berdagang.

FAKTA. Meski tentu saja tidak semuanya begitu karena ada juga orang Bugis – Makassar yang tidak bisa berdagang. Beberapa daerah di Sulawesi Selatan memang terkenal sebagai penghasil pedagang yang tangguh seperti Kabupaten Sengkang dan Kotamadya Watampone. Orang-orang dari dua daerah itu biasanya adalah para pedagang yang ulet. Salah satu buktinya adalah Jusuf Kalla yang adalah salah satu keluarga saudagar besar di Sulawesi Selatan.

Mitos Atau Fakta: Bahasa Orang Bugis dan Makassar sama

MITOS. Di Sulawesi Selatan setidaknya ada tiga suku besar yaitu: Bugis, Makassar dan Toraja. Ketiga suku itu masing-masing punya sub suku lagi yang biasanya juga punya bahasa yang berbeda meski masih ada kemiripan. Jadi tentu saja orang suku Bugis dan Makassar punya bahasa yang sangat berbeda.

Orang suku Makassar tidak akan mengerti apa yang diucapkan oleh orang suku Bugis, dan begitu juga sebaliknya. Bahasa pemersatunya tentu saja adalah bahasa Indonesia yang diucapkan dengan logat khas Sulawesi Selatan.

Bolu Peca’, salah satu kue khas Bugis yang rasanya sangat manis.

Mitos Atau Fakta: Kue Asli Orang Bugis-Makassar Itu Manis-Manis.

FAKTA. Entah kenapa, kue asli orang Bugis dan Makassar itu sebagian besar memang sangat manis. Sebut saja barongko, sikaporo, cucuru bayao dan bannang-bannang. Itu hanya sedikit dari beragam kue tradisional orang Bugis – Makassar yang rasanya luar biasa manis.

Sementara itu untuk makanan berat, orang Bugis dan Makassar lebih memilih rasa asin. Sebagian besar makanan berat yang terkenal datang dari orang suku Makassar seperti coto, pallubasa dan konro sementara sebagian besar kue datang dari orang Bugis. Pembagian yang adil ya?

Untuk sementara sepertinya itu dulu sedikit mitos dan fakta tentang orang Bugis-Makassar yang bisa saya bagikan di tulisan ini. Menarik bukan? Dari info yang tak seberapa banyak ini kalian pasti sudah bisa menebak betapa kayanya provinsi Sulawesi Selatan dengan beragam cerita dan budayanya.

Temukan berbagai penawaran wisata menarik di sini Tiket murah dari Jakarta ke Makassar , Hotel murah di Makassar, dan Beragam paket wisata

Kalau mau tahu lebih banyak, ayo! Datanglah ke Sulawesi Selatan dan buktikan sendiri kekayaan budaya dan cerita di sini.

(Visited 1,034 times, 1 visits today)


About

sharing is caring | bebas merdeka 100% | writer and traveller wannabe | peneliti paruh waktu | social media enthusiast |


'Mitos dan Fakta Tentang Orang Bugis – Makassar' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloMakassar.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool