Minggu Pagi, Wisata Pantai Di Losari

Minggu Pagi, Wisata Pantai Di Losari
Vote Us

Biasanya setelah sholat subuh kami melakukan aktifitas dengan sangat santai di Minggu pagi. Namun tidak untuk pagi di minggu itu, rumah menjadi sedikit riuh dengan persiapan-persiapan kecil untuk menghabiskan pagi di pantai Losari, perlu usaha yang sedikit lebih untuk membangunkan anak-anak. Kalau tidak diiming-imingi melihat penjual kelinci, anak ayam warna warni atau burung pipit dan kelomang adalah hal yang sangat sulit untuk membuat mereka terjaga. Namun, sepertinya hewan-hewan kecil ini memiliki daya tarik yang cukup kuat untuk membuat adik berjalan sambil tidur ke kamar mandi, atau membuat kakak mengunyah makanannya dengan mata yang masih terpejam. Pagi itu kami akan ke Car Free Day di pantai Losari mungkin dapat dikatakan juga sebagai wisata pantai.

wisata-pantai

Sepanjang jalan Penghibur adalah jalan yang membelah Pantai Losari dengan daratan -Makassar terkenal salah satunya dengan wisata pantai– juga merupakan kawasan yang tertib dan padat lalu lintas. Tidak pagi, siang dan malam kawasan ini kerap menjadi ramai oleh kendaraan dan pengunjung pantai Losari. Terkadang laju kendaraan itu benar-benar terhenti bukan hanya hitungan menit, bahkan hitungan jam ketika ada event yang diselenggarakan di anjungan pantai Losari, atau sore hingga malam di setiap akhir pekan, padat memang.

Di sepajang jalan Penghibur ini pula banyak terdapat hotel, rumah makan, warung kopi, toko hobi, toko pakaian dan sepatu, juga gerobak penjaja makanan. Sebuah masjid yang kini menjadi salah satu ikon kota Makassar pun berdiri di jalan ini, Masjid Terapung namanya. Serta rumah jabatan walikota Makassar di perempatan jalan penghibur ini sendiri dengan jalan Metro Tanjung Bunga dan jalan Durian. Dan di sepanjang jalan inilah yang merupakan kawasan Car Free Day.

Artikel menarik lainnya: Car Free Day di Makassar

Hari Bebas Kendaraan Bermotor ( HBKB ) atau dalam bahasa Inggris disebut sebagai Car Free Day bertujuan untuk mensosialisasikan kepada masyarakat untuk menurunkan ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan bermotor. Kegiatan ini biasanya didorong oleh aktivis yang bergerak dalam bidang lingungan dan transportasi –wikipedia-.

salah satu pengunjung wisata pantai dan car free day sedang selfi bersama koleksi sepeda ontel dari komunitas sepeda ontel

Di beberapa kota selain Makassar, Car Free Day juga sudah dapat terlaksana dengan baik. Di Makassar sendiri selain sebagai upaya pemerintah untuk mengurangi ketergantungan akan kendaraan bermotor, juga menjadi ruang terbuka umum.

Uniknya hal ini juga tidak disia-siakan oleh para pedagang- pedagang kecil, mereka berbondong-bondong memenuhi jalan penghibur hingga sepanjang 1 kilometer ke arah utara saat Minggu pagi untuk melapak berbagai barang dagangan mereka. Saking banyaknya pedagang-pedagang yang memenuhi sisi bahu kiri dan kanan jalan juga masuk dalam area anjungan Pantai Losari, tempat ini tidak hanya sekadar menjadi wisata pantai, wisata kuliner atau hari bebas berkendaraan bermotor itu sendiri tapi juga menjadi pasar pagi yang seru dengan segala hiruk pikuknya dan tempat berkumpulnya beberapa komunitas.

Katanya, jika ingin me-lapak di kawasan Car Free Day di jalan Penghibur ini kalian harus bersiap sejak dini hari. Ya, memang benar, pernah satu kali saya dan teman-teman berjualan barang-barang preloved untuk penggalangan dana salah satu yayasan sosial dakwah. Sedari pukul 3 dini hari kami sudah ada di seputaran pantai Losari, memarkir mobil di depan Masjid Terapung dan menanti subuh hingga pagi dari sana. Ternyata untuk menggelar dagangan di sana tidaklah mudah, meleng sedikit tempat yang kami pilih disabot orang, digelari tikar milik mereka yang sama bersemangatnya dengan kami hehe.

Ya, memang tidak sesederhana yang kami bayangkan, mobil-mobil yang parkir di seputaran jalan dan kawasan Car Free Day di Pantai Losari ini benar-benar di sterilkan, berganti dengan lautan lapak yang menjualan berbagai macam benda dan makanan. Akhirnya pagi itu kami hanya mampu menggelar dagangan di depan sebuah hotel di jalan Haji Baru.

Sebenarnya selain di jalan Penghibur ini, untuk program bebas kendaraan bermotor di hari Minggu pagi, Kota Makassar juga memberlakukannya di sepanjang jalan Jendral Sudirman; lapangan Karebosi, Karebosi Link, Monumen Mandala dan Lapangan Hasanuddin. Kedua ruas jalan ini ditutup hingga pukul 10.00 wita dan menjadi ruang umum bebas kendaraan.

Tapi saya lebih memilih berhari minggu pagi di jalan Penghibur, melakukan wisata pantai –berperahu karet atau perahu kayuh berbentuk bebek-, wisata kuliner dan menghirup wangi laut yang menyenangkan di pagi hari, terlebih anak-anak dan saya sendiri begitu menikmati cuci mata di sepanjang jalan ini.

Jadi buat Anda yang kebetulan berada di Makassar di akhir pekan, mungkin Anda bisa meluangkan waktu menikmati wisata pantai sambil melihat keriuhan Car Free Day yang ada di sekitar Pantai Losari. Yah, itung-itung mengenal lebih dekat kehidupan warga Makassar di pagi hari. Siapa tahu Anda bisa kecantol salah satunya, hehehe

(Visited 229 times, 1 visits today)

About

Mommy dua anak hebat – perajut dan crafter – sesekali curhat di ungatawwa.wordpress.com


'Minggu Pagi, Wisata Pantai Di Losari' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloMakassar.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool