Patung di Makassar

Mereka Yang Bisu di Makassar

Mereka Yang Bisu di Makassar
5 (100%) 1 vote

Patung adalah sebuah karya tiga dimensi buatan manusia. Mulanya, patung dibuat untuk kepentingan keagamaan. Pada perkembangannya, Patung menjadi karya seni dan hadir sebagai penanda untuk mengekalkan ikatan akan sebuah peristiwa atau sosok teladan bagi seseorang, kelompok atau suatu bangsa.

Secara umum, jenis patung dibedakan menjadi tiga yaitu; patung dada atau kepala, patung ini hanya menampilkan sebatas dada ke atas atau bagian kepala. Ada pula patung torso yang hanya menampilkan bagian dari dada, pinggang, dan panggul. Jenis patung yang paling sering kita lihat adalah jenis patung yang menampilkan keseluruhan badan, anggota badan, bagian atas, dan bagian bawah serta kepala.

Di Makassar, ada sangat banyak patung yang menghiasi sudut Kota Daeng ini. Patung-patung ini umumnya hadir untuk mempercantik kota, juga sebagai pengingat akan sebuah peristiwa atau jasa seorang pahlawan. Berikut ini beberapa di antaranya:

1. Patung Sultan Hasanuddin

Sultan Hasanuddin adalah sosok pahlawan bagi warga Makassar. Selain itu, Raja Gowa ke-16 ini juga dinobatkan sebagai seorang pahlawan nasional. Untuk mengenang keberaniannya, sebuah patung setinggi 23 meter dan terbuat dari tembaga dan stainless dibangun di kawasan Bandara Sultan Hasanuddin seakan menyambut pengunjung bandara.

Patung Sultan Hasanuddin

Patung Sultan Hasanuddin berdiri tegak di Bandara Internasional Soekarno – Hatta Makassar

Patung ini pernah mengalami perbaikan karena banyak yang menganggap penggambaran fisik Sultan Hasanuddin di patung ini tidak proporsional karena tubuh sang sultan terlihat pendek. Raja yang digelari Ayam Jantan dari Timur ini juga diabadikan dalam sebuah patung di depan Benteng Rotterdam. Dalam patung ini Sultan Hasanuddin ditampilkan sedang di atas kuda dan terlihat seperti sedang memimpin pasukan.

2. Patung Ayam Daya

Patung Ayam ini berada di dalam sebuah taman kota di Kawasan Daya, persisnya antara Jl. Perintis Kemerdekaan dan Jl. Paccerakkang, Daya, Kecamatan Biringkanaya, sebelah kiri setelah traffic light dari arah Kabupaten Maros. Sekilas hanya patung ayam jantan yang terlihat menonjol jika kita melintas. Namun, jika kita lihat lebih teliti, terdapat empat buah patung ayam di dalamnya. Selain patung ayam jantan, ada pula patung ayam betina dan dua ekor anaknya melengkapi.

Lokasi Patung Ayam ini dulunya merupakan bagian dari Pasar Daya. Pada tahun 1994, kebakaran terjadi dan bangunan-bangunan di lokasi itu rata dengan tanah. Dua tahun kemudian, tahun 1996, pemerintah kota mengubah lokasi itu menjadi taman kota dan membangun patung ayam itu. Ada pula cerita yang menyatakan bahwa Patung Ayam ini dibangun karena kawasan Daya dulunya terkenal sebagai lokasi jual beli ayam sekaligus adu ayam jantan.

3. Patung Macan

Patung Macan ini terletak di Taman Segitiga atau Taman Macan, pertigaan Jl. S. Hasanuddin, Jl. Balaikota dan Jl. MH. Thamrin. Patung Macan ini dibangun pada tahun 1985 oleh Andi Sose sebagai tugu yang menjadi simbol berdirinya pasukan inti kelaskaran Harimau Indonesia angkatan ’45. Sebenarnya patung ini adalah patung harimau sesuai tujuan pembangunannya, namun entah kenapa hingga kini disebut sebagai Taman Macan.

Di tiap sisi patung, terdapat ukiran nama-nama pejuang yang tergabung dalam Kelaskaran Harimau. Pada sisi kanan terdapat nama pimpinan dan wilayah Gerakan Kelaskaran Harimau Indonesia. Terdapat nama Mochammad Syah sebagai pucuk pimpinan. Ada pula nama RW Monginsidi sebagai pimpinan wilayah untuk kota Makassar, serta tiga nama pemimpin lagi beserta wilayah masing-masing. Pada sisi kiri, tertera sekira 200 nama yang merupakan nama pasukan inti dari kelaskaran Harimau Indonesia angkatan 45. Beberapa di antaranya adalah tokoh yang tak asing bagi warga Makassar seperti R. Wolter Monginsidi, Emmy Saelan dan Andi Sose.

4. Patung Stella Maris

Rumah Sakit Stella Maris terletak di Jl. Penghibur, persis di depan Anjungan Losari. Di depan rumah sakit yang diresmikan pada tahun 1939 ini terdapat sebuah patung yang menggambarkan kehidupan keluarga di wilayah pesisir Makassar. Pada patung ini ada 3 (tiga) patung manusia. Terlihat sang ayah memegang ikan besar dan ibu yang menggendong anaknya serta menggantungkan cerek di tangan kirinya.

Sebelum era kemerdekaan, sepanjang Jl. Penghibur dan Jl Pasar Ikan, termasuk lokasi RS. Stella Maris di mana patung ini berada, adalah tempat bersandarnya perahu-perahu nelayan dan para pencari ikan. Patung ini hadir sebagai monumen rekaman ingatan sekaligus sebagai penanda bahwa dahulu di tempat itu, para nelayan dan keluarganya beraktifitas.

Patung di Makassar

Patung keluarga nelayan di depan RS Stella Maris

Mereka yang bisu, sejatinya tak sekadar karya seni yang dibangun untuk memperindah kota. Patung-patung itu hadir untuk terus mengingatkan warga Makassar, dan juga wisatawan yang berkunjung ke kota ini, akan sejarah dan masa lalu kota ini.

Mau liburan ke Makassar dan sekitarnya? Cari di sini: tiket pesawat dan hotel
(Visited 414 times, 2 visits today)


About

sharing is caring | bebas merdeka 100% | writer and traveller wannabe | peneliti paruh waktu | social media enthusiast |


'Mereka Yang Bisu di Makassar' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloMakassar.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool