Benteng Balangnipa Sinjai

Menyusuri Jejak Kolonial di Benteng Balangnipa Sinjai

Menyusuri Jejak Kolonial di Benteng Balangnipa Sinjai
5 (100%) 1 vote

Salah satu wisata yang menarik untuk dikunjungi adalah wisata sejarah. Sinjai banyak menyimpan cerita tentang zaman penjajahan di masa lampau. Kabupaten yang memiliki luas wilayah 819,96 km2 dan berjarak sekira 220 km dari kota Makassar ini mempunyai bukti sejarah bahwa Belanda pernah menjajah bangsa ini dan meninggalkan jejaknya di Sinjai.

Sebuah benteng bergaya Eropa berdiri kokoh di Balangnipa. Balangnipa merupakan ibukota dari kecamatan Sinjai Utara. Didirikan pada tahun 1557 oleh tiga kerajaan setempat yakni kerajaan Bulo-bulo, Lamatti dan Tondong yang kemudian lebih dikenal dengan sebutan Kerajaan Tellulimpoe. Tiga kerajaan ini berada di bawah naungan Kerajaan Gowa yang merupakan kerajaan terkuat di kawasan Indonesia Timur pada masa lalu.

Benteng Balangnipa Sinjai

Pada awal pembangunannya Benteng Balangnipa hanya terbuat dari batu gunung yang ditempel dengan lumpur dari Sungai Tangka. Benteng ini merupakan salah satu dari tiga benteng terbesar di Sulawesi Selatan. Fort Rotterdam di Makassar, Benteng Somba Opu di Gowa dan Benteng Balangnipa di Sinjai. Selain dijadikan sebagai benteng pertahanan, dahulu kala benteng ini juga dijadikan sebagai pusat adiminstrasi tiga kerajaan karena letaknya yang berada persis di depan pelabuhan Sungai Tangka. Benteng ini juga menjadi pusat persinggahan bagi pembesar Kerajaan Gowa dan terakhir menjadi benteng pertahanan dari kepungan penjajah.

Benteng Balangnipa Sinjai

Ketika akhirnya Belanda menundukkan Kerajaan Tellulimpoe saat terjadi perang Mangngarabombang atau dikenal dengan Rumpa’na Mangarabombang. Akhirnya Benteng Balangnipa berhasil direbut pada tahun 1859 karena kekuatan dan peralatan perang kerajaan Tellulimpoe tidak sebanding dengan yang dimiliki oleh Belanda. Dan mereka kemudian menjadikannya sebagai markas pertahanan untuk membendung serangan orang-orang pribumi persekutuan kerajaan Tellulimpoe maupun serangan dari luar.

Benteng Balangnipa dibangun kembali dengan arsitektur khas bergaya Eropa dan hingga kini masih bertahan. Pembangunannya memerlukan waktu empat tahun. Mulai dibangun  tahun 1864 hingga tahun 1868. Akibat dari renovasi yang dilakukan oleh Belanda membuat bangunan ini kehilangan ciri bangunan tradisional Bugis Makassar.

Benteng Balangnipa Sinjai

Di dalam kawasan benteng terdapat tiga bangunan yang terdiri dari rumah, dapur dan bangunan penyimpanan mesiu serta terdapat empat buah sumur. Dari depan tampak pintu berbentuk terowongan yang menuju ke dalam kawasan benteng. Tak hanya itu juga terdapat empat buah bastion yang berbentuk segiempat oval. Di bawah Bastion tepatnya pada tangga melingkar tempat pengintaian terdapat sel yang merupakan saksi penyiksaan para pejuang terdahulu. Di sel itu para pejuang kita disiksa oleh para kumpeni-kumpeni itu.

Selain itu benteng Balangnipa mempunyai akses menuju Taman Purbakala Batu Pake Gojeng yang ditandai dengan adanya terowongan yang menghubungkan antara keduanya. Terowongan tersebut diperkirakan dibuat warga pada saat jaman Belanda dahulu. Yang menarik juga dari benteng Balangnipa adalah ditemukannya sebuah meriam perunggu yang berukuran panjang sekira 96 Cm, lingkaran mulut sekira 11 Cm, serta lingkaran badannya sekira 18 cm. Meriam yang sama ditemukan juga di depan rumah Raja Lamatti yang hingga kini masih tersimpan halaman rumah tersebut.

Benteng Balangnipa Sinjai

Waktu berlalu, keberadaan benteng Balangnipa masih berdiri kokoh hingga kini. Benteng ini merupakan saksi sejarah bahwa Belanda pernah menduduki wilayah Sinjai. Kini, benteng Balangnipa menjadi situs bersejarah dan museum sejarah. Pun pemerintah Kabupaten Sinjai menjadikan kawasan ini menjadi destinasi wisata yang ada di Sinjai. Benteng ini juga dijadikan sebagai arena pertunjukkan berbagai macam kesenian. Tak hanya itu, banyak pengunjung yang menjadikan tempat ini sebagai tempat hunting fotografi bahkan mengabadikan foto prewedding mereka ditempat ini.

Tertarik untuk prewedding dan merasakan suasana jaman kolonial di benteng Balangnipa? Yuk masukkan Sinjai sebagai destinasi yang wajib dikunjungi jika ke Sulawesi Selatan.

(Visited 1,061 times, 1 visits today)


About

Perempuan Biasa, Pentjinta Kuliner, Tukang Jalan, Penikmat dan Pemburu Senja. Kadang ngeblog di http://irhapunya.net


'Menyusuri Jejak Kolonial di Benteng Balangnipa Sinjai' have 1 comment

  1. July 9, 2015 @ 3:01 am Nanie

    kok waktu ke SInjai kita nda diajak ke sini? 🙁

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloMakassar.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool