Menikmati Sokko di Tanah Barru

Menikmati Sokko di Tanah Barru
5 (100%) 1 vote

Siang mulai memanas, matahari bergerak menuju persis di atas kepala. Kami baru saja meninggalkan kota Pare-Pare menuju Makassar. Perut kami hanya diisi sedikit makanan kecil dan minuman panas di hotel tempat semalam kami menghabiskan waktu. Makanan hotel tak seberapa enak, kami lebih memilih mampir mengisi perut di perjalanan.

“Kita mampir makan sokko ya?” Tanya seorang teman yang duduk di depan. Saya menoleh ke teman di samping, dia bukan orang Makassar dan mungkin belum tahu apa itu sokko.

“Sokko itu apa?” Benar saja, dia bertanya.

“Nasi ketan hitam. Nanti liat aja deh, enak pasti.” Kata teman yang jadi penunjuk jalan.

“Ya udah, aku ikut aja.”

Kalimat itu adalah persetujuan untuk menjadikan sokko sebagai pengisi perut sebelum makan siang datang. Dari Pare-Pare kami menghabiskan waktu sekitar satu jam sebelum tiba di Tanete, Kab. Barru. Sebelum jembatan dari arah Makassar, beberapa warung semi permanen berjejer di sebelah timur sementara di sebelah baratnya berjejer warung semi permanen yang menjajakan ikan asin.

Kami memilih salah satu dari beberapa warung yang berjejer.

Warung Sokko di Tanete

Warung Sokko di Tanete

Bagian dalam warung

Bagian dalam warung

Suasana warung sepi, hanya ada kami yang berkunjung. Maklum, ini hari kerja dan masih jauh dari jam makan siang. Umumnya warung-warung makan seperti ini ramai di hari libur atau di jam makan. Kami memilih duduk di depan meja, di sebelah meja lesehan yang ada di sebelah kanan warung.

Selain sokko, warung itu juga menyediakan panganan lain. Ada ayam palekko, ayam dan bebek goreng, ayam dan bebek bakar serta sup. Karena tujuan kami sokko maka tentu saja pilihan kami jatuh pada sokko.

“Mau pakai apa pak? Ikan kering atau ayam palekko?” Tanya pria yang melayani kami.

Rupanya mereka punya dua pilihan sebagai teman sokko. Ikan kering yang dimaksudnya adalah ikan sunu yang dikeringkan dan dibuat jadi ikan asin sedang palekko adalah sajian ayam atau bebek yang dengan beragam bumbu.

“Ikan kering aja mas.” Kata teman yang hari itu bertindak sebagai guide. “Eh, tapi satu palekko deh biar dia juga nyobain.” Sambungnya lagi sambil menunjuk teman yang memang baru sekali ini mencoba sokko.

Sokko sebenarnya adalah nasi ketan hitam, di Makassar namanya songkolo sedang di Jawa namanya memang nasi ketan. Sokko di Barru disajikan dengan parutan kelapa dan dua pilihan lauk; ikan asin atau palekko.

Sokko, ikan asin dan parutan kelapa

Sokko, ikan asin dan parutan kelapa

Tak berapa lama menunggu datanglah sokko yang berwarna hitam pekat kemerahan. Di piring yang lain ada parutan kelapa yang berwarna putih cerah. Satu piring lagi berisi ikan asin yang berwarna cokelat keemasan. Benar-benar paduan warna yang menggugah selera, belum lagi aroma yang menusuk hidung dan dengan cepat membuat perut keroncongan.

Detik berlalu tanpa kami sia-siakan. Sokko di atas tempat nasi alumunium itu berpindah cepat ke piring kami, disusul parutan kelapa dan ikan asin. Semua seperti bereuni di atas piring kami. Itupun tak lama karena selanjutnya semua itu berpindah masuk mengisi lambung.

“Wah enak! Lebih enak pakai ikan asin daripada palekko.” Kata teman yang hari itu jadi turis.

Buat saya memang lebih menyenangkan menikmati sokko dengan ikan asin yang masih panas mengepul daripada dengan palekko. Tak sadar sokko yang tadi tertimbun di tempat nasi tandas dalam waktu tak lama.

Kalau Anda sedang menyusuri jalan lintas provinsi dari kota Makassar menuju ke utara dan melewati Tanete, Barru maka luangkanlah waktu sejenak untuk mampir dan menikmati sokko. Apalagi kalau kebetulan Anda sedang berada dalam waktu-waktu kritis ketika perut Anda sedang minta untuk diisi. Saya bisa jamin, sajian ini akan mampu membuat perut Anda aman dalam beberapa jam ke depan. Pun lidah Anda akan mencicipi rasa yang lezat. Percayalah! [dG]

(Visited 412 times, 1 visits today)


About

Blogger ~ Suka jalan-jalan gratisan ~ Sedang belajar motret ~ Mengasuh http://daenggassing.com seperti mengasuh anak sendiri


'Menikmati Sokko di Tanah Barru' have 1 comment

  1. September 1, 2016 @ 1:09 pm Farihah

    Saya sebagai pemilik ktp barru belum pernah mencicipi sokko di tanete. Nanti kapan2 mau kesana deh kalo pulkam. Kalo nenekku sajikan sokko selain dengan parutan kelapa, juga dengan ikan masak (pallu kacci).
    Terimakasih ulasannya. Bikin lapar

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloMakassar.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool