Pemandangan alam Desa Balocci Sulsel

Menikmati Pangkep Makassar di Persimpangan Jalan Lain

Menikmati Pangkep Makassar di Persimpangan Jalan Lain
Vote Us

Saya percaya salah satu cara untuk menikmati suasana tempat liburan adalah pergi ke tempat itu dengan cara yang menyenangkan.

Dari sekian banyak cara bepergian,Salah satu cara favorit yang saya senangi adalah bersepeda. Bersepeda yang awalnya hanya bagian dari upaya mengurangi kadar korestrol dalam darah berubah menjadi hobby semenjak setahun terakhir, Dari sana saya kemudian menyadari bahwa Makassar memiliki banyak route sepeda yang menyenangkan. Sebuah pilihan yang menarik bagi yang ingin berwisata ke Makassar.

Perjalanan ini sebenarnya bagian dari sesi latihan teman-teman yang akan mengikuti sebuah event lomba. Setelah mencari spot tujuan dengan kisaran jarak 40 – 50 km maka dipilihlah Taman wisata Pra-sejarah Sumpang bita menjadi destinasi. Jarak tempuh dari titik keberangkatan jalan Boulevard Panakukang menuju ke destinasi adalah 55 km. Harapannya dapat ditempuh dengan roadbike bisa dalam kurun waktu 2 jam atau kurang.

3macz pangkep track

Rute Perjalanan Makassar- Sumpang Bita

Rute Sepeda di Pangkep Makassar Sulsel

Kondisi jalan menuju ke Sumpang Bita

Aturan sederhana yang tidak tertulis dalam group latihan adalah jangan terlambat atau anda akan ditinggal. Hal selanjutnya adalah selalu memperhatikan safety. Setidaknya seorang rider (pengendara) melengkapi diri dengan beberapa tools standar seperti pompa, ban cadangan dan kunci L beberapa ukuran. Semuanya dikelompokkan dan ditaruh dibagian belakang baju sepeda dan bagian yang paling utama adalah selalu menaati peraturan lalu lintas.

Kota Turikale Sulawesi Selatan

Gerbang selamat datang Kota Maros ( source : Panoramio)

Cuaca pagi sangat bersahabat ketika kami memulai perjalanan menyusuri jalan-jalan kota Makassar. Pagi hari pukul 5.30 dimana matahari sudah menampakkan sedikit demi sedikit bias-bias sinarnya adalah waktu yang tepat untuk memulai perjalanan.Rombongan perjalanan terdiri dari 4 orang rider. Sementara seorang rekan rider tidak bisa ikut karena baru mengalami kecelakaan bersama 2 orang rekan lain berada di kendaraan logistik. Kendaraan logistik ini akan berhenti di setiap pom bensin sampai rider terakhir lewat. Hal ini untuk mengantisipasi kalau saja ada rider yang tidak bisa melanjutkan perjalanan.

Angin semilir yang sejuk mengusir rasa kantuk. Lalu lintas belum begitu ramai sehingga kami bisa memacu sepeda sampai 25 km/jam. Sepanjang jalan kami berpapasan dengan beberapa kelompok sepeda. “Haloo.. Om..” teriak saya. Sapaan om sudah menjadi sapaan yang tidak resmi ketika bertemu sesama rider sepeda. Matahari mulai meninggi ketika kami meninggalkan perbatasan kota Makassar menuju Kabupaten Maros. Jalan trans sulawesi yang kami lintasi sepanjang rute perjalanan cukup lebar. Ini surga bagi penikmat kecepatan karena bisa melaju dengan kecepatan maksimal.

Kondisi Jalan Maros- Pangkep

Kondisi Jalan Maros- Pangkep ( source : Panoramio)

Memasuki Kabupaten Maros, kami disuguhi track yang datar dengan pemandangan hamparan sawah dan pegunungan. Hembusan angin dari samping membuat rider harus berhati-hati. Salah seorang rekan terpaksa harus diangkut karena tidak dapat melanjutkan perjalanan lagi.Saya sendiri tertinggal agak jauh dari dua rekan yang lain. Kontur tanah seperti ini berlanjut sampai memasuki kabupaten Pangkep.

Jalan menuju Pabrik Tonasa

Jalan menuju Pabrik Tonasa 1

Setelah menempuh perjalanan sejauh 45 km, dari Jalan proros trans Sulawesi kami berbelok menuju arah pabrik Tonasa 1.Tonasa 1 dulu merupakan areal pabrik semen tonasa yang sudah tidak difungsikan. Kawasan ini masih menyisakan perumahan karyawan. Menapaki Desa Balocci menu utama perjalanan sepeda ini dimulai . Sebuah tanjakan panjang sejauh 4 km. Sekuat tenaga saya berusaha mengeluarkan sisa tenaga untuk menuntaskan tanjakan walaupun sempat berhenti untuk mengatur napas. Dari jauh gerbang Taman Pra sejarah Sumpang Bita mulai terlihat, semangat saya bangkit kembali untuk menuntaskan perjalanan dan akhirnya perjalanan ini berakhir dengan senyum puas.

Pemandangan alam Desa Balocci

Pemandangan alam Desa Balocci

HOTEL MURAH DI MAKASSAR
Sambil merilekskan diri kami bercengkrama di bawah gerbang masuk taman prasejarah, menikmati buah dan dan minum secukupnya. Saya berjanji akan berlatih lebih baik lagi. Masih banyak tempat menarik yang akan dikunjungi. Semilir angin dan rimbunnya daun membuat kami lupa akan kelelahan.

(Visited 1,199 times, 1 visits today)


About

Coffe Holic | Suka menggambar | suka menghayal | lagi belajar motret | suka grogi dekat cewe cantik | mengasuh http://daengadda.com/ |


'Menikmati Pangkep Makassar di Persimpangan Jalan Lain' have 3 comments

  1. May 5, 2015 @ 5:04 am Bimo Aji Widyantoro

    asyik juga kayaknya rutenya karena saya termasuk penggila sepeda dan memang mencari rute santai dan tenang. sepertinya sangat cocok untuk dicoba

    Reply

    • June 1, 2015 @ 8:00 pm Asdar Azis

      ayookkkk.. kapa-kapan kita gowes bareng ya…

      Reply

  2. April 20, 2016 @ 10:14 pm hayat abdi

    wah kayanya keren nih untuk di coba kebetulan saya juga masih baru dalan bersepeda jadi belum banyak tahu area sepeda untuk roadbike

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloMakassar.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool