Kapoposang

Menghilangkan Bosan di Kapoposang

Menghilangkan Bosan di Kapoposang
5 (100%) 1 vote

Pagi itu saya terbangun terburu-buru. Maklum hari itu ada janjian ke pulau dan harus sudah ada di meeting point sebelum jam 7. Berempat dengan wawan, k nanie dan k anbhar, kami mengendarai 2 motor meluncur ke Paotere, tempat menunggu sebelum berangkat ke pulau tujuan. Kami tiba di jembatan dekat kanal hampir jam 7. Di sana sudah ada beberapa teman yang menunggu, terlihat wajah-wajah baru yang belum kami kenal. Ternyata masih banyak peserta yang belum datang.

Beberapa saat kemudian sebuah kapal kayu panjang merapat di seberang kanal. Salah seorang teman yang merupakan koordinator perjalanan memberikan kode bahwa kapal yang akan mengantar kita ke pulau sudah tiba. Kapal tersebut merupakan kapal kayu dengan panjang sekitar 20 meter dengan lebar ±2 meter. Setelah menurunkan penumpang dan barang muatannya, gantian satu persatu barang-barang bawaan kami dinaikkan ke atas kapal. Kapal kamipun penuh dengan teman-teman yang berjumlah ± 30 orang.

Kapoposang

Tidak sabar berangkat, kami curi start mencari tempat yang nyaman di dalam kapal

Jam 8 lewat, kapal meninggalkan Paotere dengan cuaca cerah dan ombak yang bersahabat. Sebagian teman-teman memilih tidur-tiduran di dek bawah yang tertutup. Sebagian lagi memilih tempat duduk di dek atas sambil menikmati pemandangan laut sejauh mata memandang. Hampir 4 jam perjalanan ditempuh dengan kondisi laut yang tenang. Namun setengah jam terakhir menjelang sampai di tujuan, kapal dihantam ombak yang lumayan besar. Ombak menghantam dari samping belakang, masuk sampai ke dek serta membasahi sebagian barang bawaan kami. Teman-teman yang ada di luar tentunya basah kuyup.

Kapoposang

Di dek bawah, menuju pulau Kapoposang

Sebuah pulau indah yang dikelilingi pasir putih sudah terlihat dari kejauhan. Inilah pulau Pulau Kapoposang, pulau tujuan kami untuk menghilangkan bosan dengan rutinitas kota. Kapal merapat di dermaga pulau hampir jam 1 siang. Kami pun beranjak dari kapal ke dermaga kayu yang panjang tersebut. Dari dermaga kayu nampak rumah-rumah penduduk dan kapal-kapal kayu nelayan yang buang sauh di tepi pantai. Sebuah pemandangan yang indah.

Kapoposang

Kapal-kapal nelayan menunggu di sepanjang pinggir pantai

Pulau Kapoposang ini masih ada dalam kawasan kepulauan spermonde. Namun secara administratif termasuk dalam wilayah Kab. Pangkep. Pulau yang termasuk dalam kawasan wisata kepulauan (KWP) ini lumayan luas dan dikeliling pasir putih. Ada sekitar 100KK yang bermata pencaharian sebagai nelayan yang tinggal di sini. Sebagian besar menetap di bagian utara dan timur pulau. Terdapat mesjid di tengah-tengah yang jalanannya sebagian sudah dibeton.

Pulau Kapoposang merupakan destinasi wisata bahari andalan di Provinsi Sulawesi Selatan. Memiliki potensi pesona bawah air yang sangat memanjakan mata, menjadikan pulau ini sebagai tempat favorit para penyelam. Beberapa titik menjadi andalan bagi para penyelam yang ingin menikmati pesona bawah air Pulau Kapoposang, di antaranya Titik Penyelaman Gua (Cave Point), Titik Hiu (Shark Point), dan Titik Penyelaman Penyu (Turtle Point).

Koordinator rombongan kemudian meminta izin ke kepala dusun untuk mendirikan tenda di sekitar pantai. Dengan ramah, kamipun ditunjukkan tempatnya. Persis di tepi pantai, dekat dermaga, dan menghadap ke timur. Tempat sempurna untuk dibangunkan oleh matahari.

Kamipun bergerak cepat mendirikan tenda. Ada sekitar 8 tenda yang didirikan teman-teman. Tenda kami terpisah karena di tengah lapangan sudah terlalu padat. Kami mendirikan tenda di bawah pohon kelapa. Tenda kami dipisahkan bangunan tempat penangkaran penyu dengan tenda teman-teman lainnya. Wawan segera memasang hammock di pohon kepala di samping tenda. Setelah itu kami berkumpul bersenda gurau.

Kapoposang

Tenda dan hammock di pinggir pantai

Cuaca panas yang cukup menyengat membuat kami kehausan. Pandangan kami tertuju ke pohon kelapa yang ada di atas tenda kami. K anbhar kemudian mencari pemilik kelapa. Tidak lama kemudian datang beberapa anak kecil yang dengan lincahnya memanjat dan menurunkan beberapa buah kelapa muda untuk kami nikmati. Jadilah siang menjelang sore tersebut kami berpesta kelapa muda.

Kapoposang

Bersama Ain dan K Nanie, menunggu adek kecil menurunkan kelapa muda dari pohonnya

Sore hari kami akhirnya turun melaut. Pemandangan laut yang biru dengan air yang jernih sunggu menggoda. Dari atas dermaga sudah nampak ikan-ikan kecil berseliweran berkejar-kejaran. Kami harus berenang beberapa meter dari dermaga untuk bersenorkeling. Karena beberapa meter dari pantai, pulau dikelilingi dengan padang lamun. Beberapa karang sudah tampak hancur, namun masih banyak yang kondisinya bagus. Ikan-ikan berwarna-warni berseliweran. Beberapa teman bahkan melihat langsung penyu yang berenang di sana.

Kapoposang

Kapal nelayan dengan air jernis di atas padang lamun yang mengelilingi pulau

Melihat penyu di pulau kapoposang merupakan hal yang sudah biasa. Di sana ada kelompok pelestari “Bahari Lestari” yang merupakan kelompok masyarakat yang beranggotakan masyarakat Pulau Kapoposang, Pulau Papandangan dan Pulau Gondong Bali yang peduli terhadap kelestarian spesies penyu sisik dan penyu hijau. Di pulau Kapoposang terdapat titik penyu (turtle point) yang mana ada satu titik khusus yang merupakan habitat alami bagi Penyu Sisik (Erethmochelys imbricata). Penyu Sisik di Pulau Kapoposang sangat jinak karena jarang diganggu oleh masyarakat sekitar, jika di tempat lain wisatawan hanya dapat melihat penyu di darat, maka di tempat ini anda dapat berenang, berfoto, bahkan anda dapat menyentuh langsung penyu sisik di dalam laut. Untuk bertemu dengan spesies unik ini, anda cukup melakukan penyelaman selama kurang lebih satu setengah jam di titik ini dan berenang sejauh kurang lebih 500 meter maka anda dapat menyaksikan puluhan penyu sisik berbagai ukuran berenang bebas di antara keindahan terumbu karang. Terkadang penyu sisik juga dapat ditemukan sedang beristirahat di antara gua-gua (cave) di dinding (wall) karang. (sumber: Satker Pengelola TWP Kepulauan Kapoposang dan Laut Sekitarnya).

Kapoposang

Kami beranjak dari laut ketika matahari mulai terbenam. Puas rasanya berenang, menikmati keindahan laut pulau ini. Malam harinya kami makan malam bersama dengan lauk ikan segar sambil menikmati deburan ombak. Setelah itu kami berpencar menikmati angin malam. Saya memilih berbaring di atas jembatan dermaga, memandangi milkyway yang terhampar jelas di langit malam sambil bersenda gurau dengan teman-teman. Tak terasa sudah larut malam, kamipun beranjak ke dalam tenda.

Kapoposang

Makan malam dengan menu ikan bakar dan deburan ombak pantai

Saya terbangun ketika sunrise mulai menampakkan diri, mengintip ke dalam tenda. Bahagia rasanya dibangunkan matahari pagi. Semua pun terbangun, siap-siap untuk packing dan kembali ke habitatnya masing-masing. Jam 8 kami beranjak pulang menuju Makassar meninggalkan kebosanan yang kami bawa ketika datang.

Kapoposang

Disapa mentari pagi

(Visited 1,177 times, 2 visits today)


About

Social Media Junkie | Urban Farmer | Moody Chef | Moody Blogger | Admitted as a Backpacker


'Menghilangkan Bosan di Kapoposang' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloMakassar.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool