Mengenal Pasar Tradisional di Makassar

Mengenal Pasar Tradisional di Makassar
5 (100%) 1 vote

Tumbuhnya banyak pusat perbelanjaan modern dianggap banyak kalangan bisa mematikan pasar tradisional. Begitupun di Makassar, anggapan tersebut selalu hadir setiap kali ada wacana pembangunan pusat perbelanjaan baru. Pasar tradisional dan pasar modern memiliki pangsa pasar tersendiri. Untuk mereka yang menginginkan kenyamanan, tentu memilih berbelanja di pasar modern. Namun bagi kalangan menengah ke bawah, berbelanja di pasar tradisional tentu lebih menarik karena bisa berinteraksi dan melakukan tawar menawar harga.

Di Makassar sendiri ada banyak pasar tradisional yang dikelola oleh PD. Pasar Makassar Raya. PD Pasar ini yang mengurus kepentingan pasar dan memungut retribusi sebagai PAD Kota Makassar.

Beberapa pasar tradisional yang cukup besar di Makassar antara lain:

Pasar Terong

terong

Pasar ini sudah berdiri sejak 1960 atau akhir 1950-an. Boleh dibilang inilah pasar tradisional yang mewakili Indonesia Timur. Nama pasar ini sering disebut oleh penyiar RRI untuk membandingkan harga hasil pertanian dengan beberapa pasar lainnya di Indonesia, yaitu Pasar Turi di Surabaya, Kramat Jati di Jakarta, dan Pasar Medan Kota di Medan.

Pasar yang terletak di jalan terong ini merupakan pasar tradisional paling penting karena di sinilah hasil pertanian dari berbagai wilayah di Sulawesi Selatan dan sekitarnya dipasok. Selanjutnya dari pasar ini pula hasil-hasil pertanian tersebut disuplai ke pasar-pasar lain serta daerah-daerah lain. Tidak hanya ke daerah di Sulawesi Selatan, namun pasar terong menyuplai sembako hingga ke Kalimantan, Jawa, bahkan Timor Leste.

Pasar ini dilalui pete-pete kode C, D, E, H, I, serta pete-pete kampus B1 dan F1.

Pasar Pabaeng-baeng

baengbaeng

Pasar ini berdiri di jaman pendudukan Jepang dan merupakan pindahan dari pasar Jongaya. Baeng-baeng artinya “batas” yaitu batas antara Mamajang dan Jongaya. Pasar ini terletak di Jl. Sultan Alauddin dan boleh dibilang pasar tradisional yang terbaik saat ini di Makassar. Tak heran jika tahun 2015, pasar ini diwacanakan sebagai pasar tradisional percontohan. Lokasi pasar yang berada di bagian selatan kota Makassar, menjadikan pasar ini sebagai tujuan warga yang bermukim di selatan kota sebagai tempat berburu sembako.

Pete-pete yang melewatinya ada yang berkode A, F, J, pete-pete kampus kode F1 dan pete-pete merah jurusan Sungguminasa.

Pasar Pannampu

pasar terong

Pasar ini terletak di bibir jalan pannampu, di kelurahan pannampu kec. Tallo. Pasar ini dibangun oleh pengusaha properti tahun 1980-an. Pasar ini kemudian diserahkan pengelolaannya kepada PD Pasar Makassar dan bernama resmi Pasar Inpres Pannampu. Lokasinya cukup strategis, sebagai hub yang melayani masyarakat Makassar bagian utara. Tahun 1990 Pasar Pannampu sempat menjadi penampungan sementara bagi pedagang Pasar Terong yang sedang direnovasi.

Pete-pete yang melayani pasar ini ada pete-pete dengan kode G.

Pasar Daya

Pasar ini terletak di Daya, ±13 KM di utara pusat kota Makassar. Pasar ini mulai digunakan tahun 1959. Pasar daya yang di maksud di sini adalah pasar lama yang berada di jalan perintis kemerdekaan, di persimpangan dengan jalan paccerakkang. Karena pada tahun 1998 diresmikan pasar Pusat Niaga Daya (PND) yang awalnya diwacanakan sebagai tempat relokasi pasar lama daya yang mengalami kebakaran hebat tahun 1992.

Namun saat ini kedua pasar tetap beroperasi, pasar lama dengan konsep tradisional berupa lapak-lapak di pinggir jalan, sementara PND dengan kios-kios dan lebih tertata rapi. Lokasi pasar yang berada di persimpangan dan menempati kiri kanan jalan paccerakkang mejadi penyebab kemacetan di sini. Sasaran pembeli di pasar ini adalah mereka yang bermukim di sekitar Daya dan Tamalanrea.

Pasar ini dapat dicapai dengan menumpang pete-pete dengan kode D.

Pasar Mandai

pasardaya

Pasar ini berada di wilayah Mandai, Sudiang yang berbatasan dengan Kab. Maros. Berada di pinggir jalan poros, pasar ini dianggap sebagai salah satu biang kemacetan. Hal ini menyebabkan pemkot sedang berupaya merelokasi pasar agar tidak mengganggu arus lalu lintas. Sebagai pasar yang lokasinya paling utara, pasar ini mejadi tujuan warga yang bermukim di wilayah Sudiang dan sekitarnya.

Pasar ini bisa dijangkau dengan menggunakan pete-pete kode D dengan tujuan Sudiang, atau pete-pete tujuan Maros.

**

Itulah beberapa pasar tradisional di Makassar. Masih banyak pasar tradisional lainnya, seperti Tamamaung di Pettarani, Maricaya di Veteran, Pasar Cidu, Kalimbu, Tamalate dan lain-lain. Nah yang manakah pasar tradisional yang biasa kamu datangi?

(Visited 4,553 times, 2 visits today)


About

Social Media Junkie | Urban Farmer | Moody Chef | Moody Blogger | Admitted as a Backpacker


'Mengenal Pasar Tradisional di Makassar' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloMakassar.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool