Mengenal 5 Lagu Daerah Bahasa Makassar

Vote Us

Tiap suku bangsa pasti punya lagu daerahnya sendiri-sendiri, betul tidak? Musik sudah jadi bagian dari kehidupan manusia sejak ratusan tahun. Tidak heran kalau dalam perjalanan panjang kehidupan manusia itu, selalu ada musik atau lagu yang jadi ciri khas mereka.

Hal itu juga berlaku untuk suku Makassar. Salah satu suku besar yang menghuni jazirah Sulawesi. Suku Makassar yang sudah berdiam selama berabad-abad di jazirah Sulawesi juga punya musik-musik khas yang kemudian jadi ciri khas mereka. Musik-musik yang begitu mudah dicirikan sebagai bagian dari kebudayaan orang suku Makassar.

Sinriliq adalah alat musik khas Makassar, simak ceritanya di sini

Selain musik, lagu-lagu juga diciptakan oleh orang Makassar. Lagu-lagu berbahasa daerah atau dalam hal ini bahasa daerah Makassar dan jadi bagian dari perjalanan panjang suku Makassar. Lagu daerah Makassar ini banyak yang diciptakan oleh orang Makassar asli, namun ada juga yang diciptakan justru bukan oleh orang Makassar.

Karakter khas dari musik asli orang Makassar adalah iramanya yang kadang mendayu-dayu. Irama lagu daerah Makassar jarang ada yang menggunakan irama cepat, kecuali beberapa lagu daerah Makassar yang memang diperuntukkan sebagai pengiring tarian penjemput tamu. Selain itu lirik lagu daerah Makassar juga sangat dalam, berisi perenungan tentang hidup dan kehidupan atau kecintaan pada sesama makhluk hidup. Ada banyak lagu daerah Makassar yang liriknya susah untuk diterjemahkan secara harfiah.

Dari banyak lagu daerah Makassar yang berbahasa daerah, ada lima di antaranya yang sangat populer. Saya akan coba menuliskannya di sini. Dibaca ya:

1. Anging Mammiri

Lagu ini tidak perlu ditanyakan lagi popularitasnya. Sejak jaman SD lagu ini sudah diperkenalkan sebagai lagu daerah Makassar. Kota Makassar bahkan kadang digelari sebagai kota Anging Mammiri. Lagu ini diciptakan oleh Bora Daeng Irate. Maknanya sebenarnya sangat dalam, tentang kerinduan kepada seseorang yang jauh di sana.

Secara harfiah, Anging Mammiri berarti angin yang berhembus. Di dalam liriknya memang ada ungkapan si penyanyi menitipkan rindunya pada angin yang berhembus dan berlabuh di atap rumah kekasihnya yang jauh di sana.

Lirik pembukanya seperti ini: anging mammiri kupasang, pitujui tontonganna. Tusarroa takkalupa. Kalimat itu berarti: kepada angin yang bertiup, kutitipkan pesan. Berhembuslah ke atap rumahnya, si dia yang kadang lupa.

Uh, dalam banget ya? Oh iya, beberapa tahun lalu lagu ini juga sempat dinyanyikan ulang oleh salah satu band asal Bandung bernama Ten2Five. Tentu saja dengan lidah mereka yang bukan lidah Makassar. Ada beberapa kesalahan pengucapan, tapi tak jadi masalah karena lagunya cukup enak didengar dibawakan dengan alunan musik moderen a la band jaman sekarang.

2. Ati Raja

Lagu Daerah Makassar

Orkes Turiolo, Pengiring Musik Keroncong Khas Makassar

Lagu ini unik. Unik karena diciptakan bukan oleh orang Makassar asli. Lagu ini diciptakan oleh Hoe End Djie, seorang keturunan Tionghoa yang punya andil besar dalam dunia musik kota Makassar. Beliau pernah punya orkes musik di tahun 40an dan menciptakan banyak lagu berbahasa Makassar yang jadi legenda hingga sekarang.

Jujur saya tidak tahu arti dari Ati Raja  yang kemudian diambil jadi nama warung bakso populer di Makassar. Kemungkinan memang berasal dari bahasa Makassar halus yang sudah jarang sekali digunakan saat ini. Tapi makna lagu ini sangat dalam. Berisi kepasrahan seorang manusia kepada Tuhan Yang Maha Esa sang Maha Penguasa. Lagu ini memberi pesan bahwa Tuhan itu hanya satu, dan apapun yang kita minta, hanya Dia yang bisa mewujudkannya.

Duh, dalam banget! Lagu ini aslinya dibawakan dengan iringan musik seperti musik keroncong atau orang Makassar menyebutnya: orkes turiolo. Kalau didengarkan oleh perantau Makassar di tengah malam yang sepi bisa dipastikan air mata akan menetes.

3. Pakkarena

Lagu Daerah Makassar

Para Penari Tarian Pakkarena

Lagu Pakkarena ini secara harfiah berarti: mereka yang bermain. Merujuk kepada para penari tarian Pakkarena. Lagu ini menggambarkan para penari Pakkarena yang dengan anggun menarikan tarian klasik itu. Penari Pakkarena memang seorang perempuan yang menari dengan pakaian adat Makassar berupa baju bodo dan sarung sutera.

Lirik lagu daerah Makassar ini menggambarkan bagaimana seorang perempuan penari Pakkarena tampil dengan pakaian menawan dan gerakan anggun.

4. Anak Kukang

Lagu ini juga sangat populer di tanah Makassar. Lagu daerah Makassar ini berarti anak yatim. Di tahun 80an, seorang penyanyi besar Indonesia Dewi Yull bahkan pernah juga membawakan lagu ini.

Liriknya sungguh menyanyat hati, menceritakan kisah seorang anak yatim yang dibuang oleh orang tuanya dan ditelantarkan begitu saja lalu dipungut oleh orang lain. Si anak meratapi nasibnya yang begitu menyedihkan itu lewat ratapan yang menyanyat hati.

5. Ma’rencong-rencong

Paraga, salah satu tarian khas Makassar

Kalau empat lagu di atas bernada cinta, kepasrahan pada pencipta dan bahkan ratapan anak yatim, maka lagu ini adalah lagu riang gembira. Lagu Ma’rencong-rencong adalah lagu pengiring tarian gandrang bulo, sebuah tarian jenaka untuk menyambut seorang tamu.

Sebagai pengiring tarian jenaka, liriknya juga tentu saja jenaka. Liriknya menggambarkan seorang anak yang terbang ke bulan dan bertanya kepada bulan, apakah dia akan menikah dengan pesta meriah nanti? Oleh si bulan pertanyaan itu dijawab dengan; kamu akan menikah dengan pesta meriah, kalau kamu punya yang banyak.

Hahaha lucu bukan? Apalagi kalau melihat anak-anak yang menari gandrang bulo dengan mimik jenaka itu. Lagu yang tentu saja membuat tetamu yang disambut jadi tersenyum lebar atau mungkin bahkan tertawa terbahak-bahak.

Temukan berbagai penawaran wisata menarik di sini Booking tiket online, Bikin tiket passport online, dan Beragam paket wisata

Nah, itulah lima dari sekian banyak lagu daerah Makassar yang populer hingga saat ini. Sungguh sebuah kekayaan budaya yang harus kita jaga karena di dalamnya ada filosofi mendalam yang bisa direnungkan.

(Visited 402 times, 1 visits today)


About

Reinventing Teamwork


'Mengenal 5 Lagu Daerah Bahasa Makassar' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloMakassar.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool