Menengok Kapal Phinisi di Ara

Menengok Kapal Phinisi di Ara
5 (100%) 1 vote

Sebagai masayarakat suku bugis-makassar, patutlah kita berbangga karena memiliki aneka ragam kebudayaan yang masih kita jaga dan berusaha dilestarikan. Mulai dari cerita rakyat, kuliner, bangunan, dan alat transportasi seperti bacak hingga kapal legendaris Phinisi. Suku Bugis – Makassar memiliki sejarah maritim yang panjang. Itulah sebabnya kapal phinisi menjadi icon budaya maritim di Sulawesi Selatan hingga ke seluruh Indonesia.
Kapal Phinisi adalah kapal tradisional Bugis – Makassar yang memiliki sejarah panjang.

Terbuat dari kayu dan memakai layar. Pembuatan kapal Phinisi berlokasi di desa Ara Bira, kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba. Kapal ini berlayar sejak abad ke 15 yang di nahkodai oleh Saweregading, putra mahkota kerajaan Luwu. Dalam kisahnya Saweregading berlayar hingga ke negeri Cina menemui kekasihnya We.Cudai.

Phinisi adalah sebuah kapal layar dengan dua tiang dan memiliki tujuh layar. Kapal ini dibuat oleh tangan-tangan terampil dari desa Ara Bulukumba tanpa menggunakan alat-alat modern. Para ‘pandai’ perahu pun membuat ritual khusus (upacara tadisional) saat ingin membuat perahu dan saat perahu telah selesai dan sudah akan berlayar. Ritual-ritual tersebut lahir secara turun – temurun tradisi kelautan masyarakat bugis-makassar. Ritual pembuatan dimulai dari pemilihan kayu, penebangan kayu, pembuatan, pelayaran pertama kapal phinisi. Dahulu kapal ini hanya digerakkan oleh angin tanpa menggunakan mesin, namun seiring berjalannya waktu sekarang kapal-kapal phinisi sudah menggunakan mesin.

pembuat kapal menggunakan pahat dan gergaji

Sebagai daerah pembuat perahu daerah Bulukumba di beri istilah ‘Butta Panrita Lopi’ yang artinya termpat para orang-orang pandai membuat perahu. Para wisatawan mancanegara sangat mengagumi kapal ini, karena dibuat oleh tangan-tangan terampil (hand-made) dan keahlian yang diwariskan secara turun-temurun. Dari catatan Wikipedia ada dua jenis kapal phinisi :

1. Lamba atau lambo. Pinisi modern yang masih bertahan sampai saat ini dan sekarang dilengkapi dengan motor diesel (PLM).

2. Palari. adalah bentuk awal pinisi dengan lunas yang melengkung dan ukurannya lebih kecil dari jenis Lamba.
Sekarang ini pembuatan kapal-kapal phinisi lebih banyak di biayai oleh investor asing. Kapal-kapal ini kemudian menjadi kapal pesiar untuk para wisatawan yang ingin berlayar menikmati pulau-pulau di Indonesia. Beberapa tim juga sudah melakukan pelayaran hingga ke benua-benua besar seperti Eropa. Kapal modern Phinisi sekarang ini dilengkapai berbagai fasilitas, sperti dek-dek wisata, fasilitas diving, dll.

Jika ingin menyaksikan langsung pembuatan perahu kita bisa berkunjung langsung ke desa Ara. Sekitar kurang lebih dua km dari pantai bira Bulukumba. Jaraknya sekitar 200 km dari kota Makassar. Di tempat ini para pandai perahu bekerja, satu kapal biasanya dikerjakan sekitar 3-6 bulan, tergantung besar –kecil kapal. Kapal ini berbahan dasar kayu seperti kayu jati, kayu bitti atau kayu besi. Para pekerja perahu ini juga bisa bekerja membuat perahu di pulau-pulau lain jika ada permintaan. Misalnya di pulau flores dan Kalimantan.

(Visited 580 times, 1 visits today)


About

Saya menyukai matahari dan perjalanan-perjalanan bersamanya


'Menengok Kapal Phinisi di Ara' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloMakassar.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool