Menengok Gua Prasejarah di Kawasan Rammang – Rammang Maros

Menengok Gua Prasejarah di Kawasan Rammang – Rammang Maros
5 (100%) 1 vote

Kawasan Wisata Rammang-Rammang secara administratif berada di Desa Salenrang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan. Jarak dari Makassar sekira 40 km arah utara dan bisa ditempuh melalui jalur darat dengan menggunakan kendaraan bermotor dengan waktu tempuh kurang lebih 2 jam perjalanan dari Kota Makassar. Lokasinya yang tak jauh dari dari jalan poros provinsi ini membuat kawasan ini mudah dijangkau.

Selain menawarkan pesona pegunungan karst yang menjulang dan taman batu dengan bentuk unik dan indah, kawasan ini juga memiliki objek wisata dengan sensasi berbeda yaitu wisata gua prasejarah. Di Kawasan Rammang – Rammang ini terdapat tiga gua yang memiliki tinggalan purbakala. Gua – gua itu antara lain; Bulu Karama’ atau Gua Telapak Tangan, ada Bulu Tianang atau Leang Batu Tianang dan Bulu Passaung.

Gua Telapak Tangan 

Lukisan Telapak Tangan di Gua Telapak Tangan - Foto Iqbal Lubis/Tempo

Lukisan Telapak Tangan di Gua Telapak Tangan – Foto Iqbal Lubis/Tempo

Bagi penduduk setempat, gua ini dikenal sebagai gua Bulu Karama’ atau Leang Akkarasaka’ tapi lebih populer dengan nama Gua Telapak Tangan. Penamaan ini karena di dinding gua ini terdapat tinggalan arkeologis berupa lukisan purba  berlukisan telapak tangan.  Gua ini berada pada wilayah administrasi Dusun Rammang-Rammang, Desa Salenrang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros.

Secara astronomis berada pada 04° 55’ 15.712” LS dan 119° 37’ 0.408” BT, dengan ketinggian 15 mdpl. Lukisan di gua ini berupa adalah hand stencil berwarna merah, ubur-bur berwarna hitam, babi berwarna hitam, serta ikan berwarna hitam. Selain telapak tangan, pada Bulu Karama’ tinggalan arkelogis yang ditemukan adalah alat batu, moluska (sampah dapur).

Bulu Tianang atau Bulu Baraka.

Salah Satu Lukisan di Gua Bulu Tianang [foto Yadi Mulyadi]

Salah Satu Lukisan di Gua Bulu Tianang [foto Yadi Mulyadi]

Gua Bulu Tianang atau sering juga disebut Bulu Baraka ini berukuran panjang 16 meter dan lebar 32,5 meter dengan orientasi 305º. Gua ini memiliki lantai yang bertingkat. Lukisan di gua Batu Tianang tersebar di dinding gua berupa satu lukisan tangan dan beberapa gambar yang menyerupai ikan. Lukisan ikan pertama panjang 200 cm lebar 30 cm, lukisan ikan kedua panjang 60 cm, lebar 5,5 cm, dan gambar ikan ketiga panjang 40 cm lebar 16 cm. Lukisan figuratif lain adalah tiga kelompok barisan manusia berjejer bergandengan tangan. Setiap kelompok terdiri dari sepuluh orang bergandengan tangan. Lukisan kelompok pertama dan kedua berwarna merah, sedangkan kelompok ketiga berwarna merah.

Leang Passaung

Leang Passaung, secara harfiah berarti gua tempat menyabung ayam. Konon, gua ini dulunya menjadi tempat menyabung ayam penduduk setempat. Gua ini pernah menjadi hunian masyarakat prasejarah. Hal terbukti dengan penemuan moluska berupa cangkang kerang dan keong yang diduga sebagai sisa-sisa makanan prasejarah yang tersebar di lereng ceruk. Di dinding ceruk juga terdapat coretan purbakala yang mirip tangan kecil berwarna merah dari bahan oker (pelapukan besi hematit).

Adanya temuan berupa lukisan telapak tangan pada gua – gua menunjukkan aspek relijius masyarakat prasejarah yang mendiaminya” ungkap Yadi Mulyadi, seorang arkeolog. Lebih lanjut staf pengajar di Jurusan Arkeologi ini menerangkan bahwa temuan berupa lukisan, alat batu dan moluska atau sampah dapur menunjukkan menunjukkan adanya pemukiman dan tatanan sosial di masa prasejarah di kawasan Rammang – Rammang.

(Visited 653 times, 1 visits today)


About

sharing is caring | bebas merdeka 100% | writer and traveller wannabe | peneliti paruh waktu | social media enthusiast |


'Menengok Gua Prasejarah di Kawasan Rammang – Rammang Maros' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloMakassar.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool