Mama Toko Kue

Menemukan Harta Karun Makassar di Mama Toko Kue

Vote Us
Etalase Mama Toko Kue

Etalase Mama Toko Kue

Makassar adalah kota dengan sejarah panjang. Sejak abad 16 Makassar sudah menjadi kota dunia dan menjadi pusat perdagangan yang dominan di kawasan timur nusantara, sekaligus menjadi salah satu kota terbesar di Asia Tenggara. Kerajaan Makassar (Gowa – Tallo) terkenal sampai ke seluruh Nusantara sebagai penghasil dan pengekspor beras dan ternak dan memiliki pelabuhan yang ramai dan strategis karena merupakan pelabuhan transito perdagangan antara Malaka dan Maluku.

Raja-raja Gowa Tallo menerapkan kebijakan perdagangan bebas yang ketat, di mana seluruh pengunjung ke Makassar berhak melakukan perniagaan. Pihak kerajaan mengijinkan para pedagang untuk membangun loji dagang. Tercatat perwakilan niaga Portugis, Pahang, Patani, Campa, Minangkabau, Johor, Makao, Cina, Jepang, Sailan, Gujarat, Inggris dan Denmark mempunyai loji atau gudang di Makassar.
Sebagai bekas kerajaan besar dan jalur perdagangan yang ramai di masa lalu, Makassar kaya akan objek wisata sejarah. Wilayah perairan Makassar pun memiliki banyak tinggalan sejarah yang tertimbun di dasar laut. Penemuan ribuan keramik antik di Kab. Selayar Kepulauan menjadi bukti adanya harta karun yang melimpah.

Harta karun yang tak kalah pentingnya adalah makanan – makanan tradisional yang dimiliki Makassar. Makanan – makanan tradisional inilah yang menjadi pendukung Makassar sebagai surga kuliner. Banyak di antara makanan dan kue tradisional itu yang kini jarang ditemukan kecuali pada moment tertentu semisal pernikahan.

Nasi Kuning dan Kaddo Minnyak Mama Toko Kue

Nasi Kuning dan Kaddo Minnyak Mama Toko Kue

Salah satu makanan tradisional itu misalnya Kaddo Minnyak, nasi minyak khas Bugis dan Makassar yang berlimpah bumbu. Kaddo Minnyak ini hanya disajikan pada saat ada acara-acara khusus keluarga Bugis Makassar seperti saat acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan malam mappacci’ (malam sebelum pernikahan dilakukan) di rumah calon pengantin.

Hidangan itu terbuat dari beras ketan, santan, dan aneka macam bumbu. Bahan tersebut kemudian diolah menjadi nasi ketan, dan di dalamnya dipendam ayam goreng. Kaddo Minnyak ini hampir mirip dengan Nasi Kuning, bedanya Nasi Kuning terbuat dari beras biasa sedangkan Kaddo’ Minnyak terbuat dari beras ketan.

Biasanya Kaddo Minnyak ditemani lauk pauk seperti ayam gagape, tumpi-tumpi dan telur rebus. Ayam gagape adalah olahan ayam bersantan yang ditambahkan bumbu dan kelapa sangrai bubuk, sehingga gurih dan wanginya khas. Sedangkan tumpi-tumpi adalah perkedel ikan berbentuk segitiga yang terbuat dari campuran ikan dan kelapa parut yang diberi bumbu.

Roko - Roko Unti, Cucuru Bayao dan Es Pisang Ijo Mama Toko Kue

Roko – Roko Unti, Cucuru Bayao dan Es Pisang Ijo Mama Toko Kue

Harta karun lainnya adalah kue – kue tradisional yang juga biasanya hanya dijumpai pada momen – momen tertentu. Kue – kue seperti Cucuru’ Bayao, Dadara Bayao, Roko’ – Roko’ Unti dan Sikaporo dulunya adalah makanan para raja atau bangsawan dan kini biasanya hanya bisa ditemui pada momen – momen khusus.

Harta – harta karun berupa makanan dan kue tradisional seperti Kaddo Minnya, Songkolo, Barongko dan lain – lain kini bisa dinikmati di Mama Toko Kue dan Eskrim tanpa harus menunggu momen pernikahan atau perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW misalnya.

Sanggara Balanda, Aneka Kue dan Proses Pembuatan Kue di Mama Toko Kue

Sanggara Balanda, Aneka Kue dan Proses Pembuatan Kue di Mama Toko Kue

Mama Toko Kue adalah restaurant yang menyediakan makanan – makanan dan kue tradisional dengan konsep sajian rumahan yang sehat dan alamiah tanpa perasa buatan, pewarna, dan pengawet. Ambil contoh misalnya Pisang Ijo yang menggunakan daun pandan dan suji yang menghasilkan warna hijau yang cantik. Karena menggunakan bahan – bahan alamiah dan berkualitas maka tak heran kalau beberapa stok makanan dan kue tradisional kadang tidak tersedia setiap hari.

Selain menyajikan makanan dan kue tradisional Bugis – Makassar, Mama Toko Kue juga menyediakan aneka jajanan baik bernuansa lokal maupun Barat, semisal es krim. Mama Toko Kue memiliki 2 (dua) lokasi; Mama Toko Kue Jl. Serui yang merupakan bangunan tua peninggalan jaman kolonial Belanda yang disulap menjadi tempat hang out dan makan yang cozy.

Mama Toko Kue juga memiliki cabang lainnya yang terletak di Jl. Bau Mangga. Kedua restaurant Mama Toko Kue ini memberikan suasana rumahan yang membuat para pelanggan betah untuk bersantap dan menikmati menu makanan tradisional mau pun jajanan es krim.

(Visited 1,295 times, 1 visits today)


About

sharing is caring | bebas merdeka 100% | writer and traveller wannabe | peneliti paruh waktu | social media enthusiast |


'Menemukan Harta Karun Makassar di Mama Toko Kue' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloMakassar.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool