Menelisik Sejarah Kota Makassar di Museum Kota

Menelisik Sejarah Kota Makassar di Museum Kota
5 (100%) 1 vote

Bangunan itu berdiri kokoh di Jl. Balaikota, tidak jauh dari tepian pantai yang jadi halaman depan kota Makassar. Bangunan itu masih kokoh meski dibangun sejak tahun 1916 oleh pemerintah kolonial Belanda. Dulunya bangunan itu bernama Gemeentehuis Te Makassar atau kantor pusat pemerintahan kolonial di Makassar.

Bangunan museum kota di jaman kolonial (sumber: KITLV)

Bangunan museum kota di jaman kolonial (sumber: KITLV)

Di masa kemerdekaan, bangunan berlantai dua dengan satu lantai mezzanine (lantai antara lantai satu dan lantai dua) ini menjadi pusat pemerintahan kota Makassar sebelum dipindahkan ke gedung baru yang nyaris berhadapan.

Sejak tahun 2000, bangunan ini disulap menjadi museum kota oleh walikota Makassar waktu itu; Amiruddin Maula. Walikota Makassar merasa perlunya ada satu museum yang menyimpan semua kisah tentang kota yang dibentuk oleh pemerintah kolonial Belanda ini, dan sejak itu museum kota Makassar hadir menjadi salah satu alternatif bagi mereka yang ingin tahu lebih banyak tentang sejarah kota Makassar.

Ketika memasuki bagian depan museum, kita akan disambut oleh dua lukisan besar di sebelah kanan dan kiri. Ada wajah I Mallombassi Daeng Mattawang Karaeng Bonto Mangape Sultan Hasanuddin Tumenanga Ri Balla Appangkana yang menatap tajam dengan wajah kerasnya di sebelah kanan serta wajah Syech Yusuf yang menatap lembut di sebelah kiri. Di tengah-tengah ruangan ada meja tempat staff museum menyambut tamunya, di belakang meja ada sebuah piano besar peninggalan Belanda yang masih berfungsi.

Foto Sultan Hasanuddin di hall depan museum

Foto Sultan Hasanuddin di hall depan museum

Kalau mau memulai tur sejarah, pengunjung bisa langsung menuju ke sebelah kanan bangunan. Di sana sejarah kota ini coba dihadirkan lewat foto, dokumen dan benda-benda bersejarah. Dimulai dengan sejarah perang Makassar yang menandai kejatuhan kerajaan Gowa –Tallo dan diambilalihnya kota Makassar oleh Belanda yang dipimpin oleh J.C. Speelman.

Di ruangan itu juga ditampilkan salinan naskah perjanjian Bongayya tahun 18 November 1667 yang menjadi awal keruntuhan kerajaan Gowa-Tallo sekaligus menandai kehadiran Belanda di tanah Makassar. Di bagian ini pula beragam foto tentang kota Makassar jaman dulu bisa kita temukan.

Sebagian koleksi museum kota Makassar

Sebagian koleksi museum kota Makassar

Bergerak ke bagian belakang, ragam foto dan dokumen tua kota Makassar juga bisa kita temukan. Ada suasana kota di masa kolonial sampai tahun 1950an, beragam koin dan uang kertas di waktu lampau serta foto dan sejarah singkat walikota Makassar dan gubernur Sulawesi Selatan.

Selesai mengeksplorasi bagian bawah kita bisa beranjak ke lantai dua. Sebelumnya kita bisa mampir sejenak ke lantai mezzanine yang didesain seperti ruangan pesta pernikahan a la suku Bugis-Makassar, lengkap dengan pelaminan dan meja makan buat para undangan.

Ruangan Patompo Memorial di lantai 2

Ruangan Patompo Memorial di lantai 2

Di lantai 2 ada ruang Patompo Memorial, ruangan yang berisi memorabilia walikota HM Dang Patompo yang memerintah dari tahun 1962 hingga 1978. Walikota Patompo terkenal sebagai walikota visioner yang banyak mengubah wajah kota Makassar. Ada beragam foto yang menggambarkan aktifitas beliau selama menjabat serta beberapa seragam lengkap dengan tanda-tanda penghargaannya. Sampai sekarang nama Patompo masih dikenal sebagai walikota legendaris kota Makassar.

Koleksi museum kota Makassar memang belum terlalu lengkap, pejabat museum mengatakan mereka masih terus membenahi isi museum ini dan berharap di waktu yang akan datang museum ini akan lebih menarik. Buat mereka yang ingin tahu sedikit tentang sejarah kota ini, bolehlah menyempatkan diri berkunjung ke museum kota Makassar, menelisik sedikit sejarah kota Makassar. [dG]

(Visited 687 times, 1 visits today)


About

Blogger ~ Suka jalan-jalan gratisan ~ Sedang belajar motret ~ Mengasuh http://daenggassing.com seperti mengasuh anak sendiri


'Menelisik Sejarah Kota Makassar di Museum Kota' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloMakassar.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool