Taman Purbakala Batu Pake

Menelisik Peradaban Sinjai dari Zaman Batu hingga Modern

Menelisik Peradaban Sinjai dari Zaman Batu hingga Modern
5 (100%) 1 vote

Sinjai merupakan salah satu kabupaten yang ada di Sulawesi Selatan. Kabupaten yang berjarak sekira 220 km dari kota Makassar ini kaya akan potensi wisata dan budaya. Tapi sayangnya kekayaan tersebut belum dikenal luas. Sinjai terletak di bagian pantai timur Provinsi Sulawesi Selatan. Secara geografis, wilayah Sinjai menempati posisi strategis karena berada pada kawasan pantai dan pegunungan. Di sebelah utara Kabupaten Sinjai berbatasan dengan Kabupaten Bone, di sebelah timur berbatasan dengan teluk Bone, di sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Bulukumba dan di sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Gowa.

Salah satu objek wisata yang dimiliki Sinjai adalah Taman Purbakala Batu Pake Gojeng yang menyimpan banyak artefak dan ekofak peninggalan zaman batu. Bagi masyarakat Sinjai, situs purbakala ini tentu tak asing lagi. Berada di atas bukit dengan ketinggian 125 meter dari permukaan laut. Sebuah taman yang dipenuhi dengan pepohonan yang rindang sehingga menjadikan tempat ini nyaman untuk bersantai sembari menikmati semilir angin sepoi-sepoi. Saban hari menjelang sore selalu ramai dikunjungi baik oleh masyarakat setempat atau wisatawan yang datang dari jauh untuk mengunjungi destinasi andalan dari Sinjai.  Taman purbakala ini terbilang unik karena mengandung nilai sejarah yang sudah berumur ribuan tahun.

Sinjai Sulawesi Selatan

Konon dahulu kala, Taman Purbakala Batu Pake Gojeng ini merupakan tempat pelaksanaan ritual-ritual kerajaan di Sinjai. Dan juga sewaktu Sinjai masih lautan, Gojeng adalah sebuah daratan dan menjadi peradaban  purbakala. Nah di puncaknya itu terdapat Batu Pake. Dinamakan Batu Pake karena bentuknya seperti sebuah meja besar yang dikelilingi tempat duduk yang terbuat dari batu. Dalam bahasa bugis Batu Pake mempunyai arti batu yang dipahat sedangkan bahasa latinnya dikenal dengan nama sarchophagus. Gojeng adalah nama lokasi batu pahat ini ditemukan. Terletak di Kelurahan Biringere Kecamatan Sinjai Utara.

Sinjai Sulawesi Selatan

Keunikan lain yang dimiliki, di bawah batu pake terdapat kuburan batu. Pada tahun 1982 silam, diadakan penggalian di lokasi ini. Dan tim penggali menemukan benda cagar budaya yang diperkirakan berasal dari zaman Dinasti Ming seperti keramik, fosil kayu dan peti mayat. Konon katanya Sarchophagus yang terdapat di Gojeng dibuat oleh Andi Baso Batu Pake. Setelah meninggal, Andi Baso dimakamkan di Puncak Gojeng. Istri dan tujuh pelayannya juga dikebumikan di Gojeng. Kuburan mereka berada di atas bukit yang dikelilingi oleh pagar kawat.

Taman Purbakala Batu PakeKerap kali saya mengunjungi taman ini, meski hanya sekadar jalan-jalan sambil hunting foto atau berkumpul bersama teman-teman sesama penggiat komunitas. Tak hanya kaya akan nilai sejarah pun pemandangan sekitarnya menarik untuk dijadikan obyek fotografi. Karena berada di ketinggian, maka pemandangan kota Sinjai terlihat dengan jelas dan sejauh mata memandang dapat menyaksikan eksostisme gugusan Pulau Sembilan dengan jejeran hutan bakau Tongke-Tongke yang rimbun. Sungguh pemandangan yang disajikan sangat memanjakan mata. Untuk sampai ke puncak, kita harus melewati beberapa anak tangga yang konon ceritanya berubah-ubah jumlahnya.

Tak dapat dipungkiri, setiap ada tempat yang dikeramatkan, tentunya tak jauh-jauh dari aura mistik karena menarik mahluk astral untuk mendiaminya. Pun di Taman Purbakala Batu Pake Gojeng ini. Banyak mitos yang berkembang. Salah satu mitos yang dipercaya hingga kini adalah dahulu kala di puncak Gojeng, seorang pemuda berjanji kepada kekasihnya untuk datang melamar 40 hari kemudian.  Lalu sang putri mengambil daun beringin sebanyak 40 helai sebagai penanda. Setelah sang pemuda pergi, hari berganti hari hingga 40 hari dan daun penanda itu mengering. Sang pemuda tak kunjung datang. Bersedih dan kecewalah sang putri hingga akhirnya bersumpah di Puncak Gojeng .

Siapapun yang memadu kasih di sini maka hubungannya tidak akan pernah langgeng.

Berdasarkan cerita tersebut banyak orang yang percaya akan mitos itu. Menurut kepercayaan orang-orang, setiap pengunjung yang datang dengan pasangannya memadu kasih maka sepulang dari tempat ini bisa membuat hubungannya renggang. Ada-ada saja penyebabnya sehingga retaknya hubungannya setelah mengunjungi Bukit Gojeng. Kemudian beberapa mitos mengatakan bahwa barang siapa yang pedekate di Bukit Gojeng dan cintanya diterima maka hubungannya justru akan langgeng. Nah lho…bingung kan? Beberapa orang membenarkan kedua mitos tersebut karena pernah mengalaminya sendiri.  Dengan semua cerita tersebut menjadi daya tarik tersendiri dari Batu Pake Gojeng. Sehingga banyak yang penasaran dan ingin membuktikannya sendiri.

Cerita lain yang pernah saya dengar dari Adin dan Akbar. Di belakang batu  plakat peresmian Taman Purbakala itu terdapat pintu untuk masuk ke ruangan bawah tanah. Ruangannya sempit tetapi jika berada di dalamnya akan terlihat luas sejauh mata memandang. Dijaga oleh perempuan yang sangat cantik. Tidak semua mata telanjang dapat melihat perempuan cantik ini. Di dalam ruangan tersebut terdapat benda-benda peninggalan Dinasti Ming. “Saya pernah ke situ dan melihat benda-benda peninggalan tsb dan sebuah Al-Quran yang berukuran sekira 2 meter dengan tulisan tangan. Al -Quran yang sama hanya ada di Turki” ujar Akbar.  Sekarang ini, benda-benda peninggalan Batu Pake Gojeng sudah disimpan di Balai Purbakala Makassar.

Taman Purbakala Batu Pake Gojeng adalah saksi sejarah bahwa Sinjai pernah ada di peradaban zaman batu hingga ke zaman modern. Bisa jadi jika digali lebih dalam akan banyak menemukan batu-batu yang lagi trend sekarang ini.

Taman Purbakala Batu PakeSebagai daerah yang berbenah mengembangkan potensi wisatanya, maka akan sangat mudah menemukan hotel di Sinjai. Mulai dari tarif termurah hingga tarif termahal.  Jika berkunjung ke Makassar, cobalah masukkan Sinjai sebagai destinasi wisata yang akan  dikunjungi. Berwisata sejarah, berwisata bahari dan berwisata kuliner yang akan menambah pengalaman baru tentunya. Jadi tunggu apalagi, ayo ke Sinjai 🙂

(Visited 1,140 times, 1 visits today)


About

Perempuan Biasa, Pentjinta Kuliner, Tukang Jalan, Penikmat dan Pemburu Senja. Kadang ngeblog di http://irhapunya.net


'Menelisik Peradaban Sinjai dari Zaman Batu hingga Modern' have 3 comments

  1. August 31, 2015 @ 12:42 pm noer

    ada ada aja…………………….!!!!!

    Reply

  2. October 7, 2015 @ 11:06 am Wahyu Hermansha S.pd, M.pd

    Saya rasa taman purbakala batu pake Gojeng ini harus dan mesti di ekspos keluar agar mampu menarik wisatawan baik lokal maupun mancanegara banyak historis didalamnya..saya saja pertama kali berkunjung saya tertarik dan sangat terkesan melihat keindahan dari alam sekitar .. Pokoknya puas puas

    Reply

  3. March 2, 2016 @ 5:26 am mardiana

    Sinjai, pada idi’pa najaji….
    Klo mlancong ke mksr, srmptknlah ke kab. Sinjai: -)

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloMakassar.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool