Titik Nol Kilometer Makassar

Mencintai Makassar Dari Titik Nol Kilometer

Vote Us

MakassarMakassar

Tak kenal tentu tak sayang, bukan(?). Nah sebelum kamu Wisata ke Makassar. Mari sedikit berkenalan dengannya. Atau mungkin kamu telah mengenalnya lebih dalam, memiliki ketertarikan akan kota ini, merasa erat dengan kota ini, memiliki kekasih hati belahan jiwa dari kota ini atau mungkin kamu menyimpan harapan yang tak kunjung padam pada seseorang yang mempesona di kota ini, ciyeeheheheh.

Tak perlu khawatir dan jangan bersedih, sebab berbagai maskapai penerbangan telah menyediakan ticket ke Makassar yang bisa kamu dapatkan dengan mudah.

Banyak kenangan manis dan indah yang ada di kota ini tidak hanya menjadikan Makassar dengan berbagai tempat wisata maupun wisata kulinernya jadi begitu dirindukan. Kota yang sempat bernama Ujung Pandang ini juga merupakan Pintu Gerbang Indonesia Timur; basis dinamika perputaran modal dalam pasar ekonomi dan mainstream -merupakan sentral kekuasaan politik dan kekuasaan ekonomi-. Kota ini pun  menjadi salah satu kota Metropolitan, dengan keragaman etnis, suku dan latar belakang sosial ekonomi penduduknya. Kota di pesisir ini memiliki suhu yang cukup eksotis XD #Halah. Iyah, dapat membuatmu gerah sepanjang hari hihihi…

Untuk angkutan umum dalam kota, selain becak, bentor (becak motor) Bus Damri, Bus Trans, Makassar juga memiliki Pete-pete alias mikrolet unyu-unyu dengan dua warna berbeda; merah dan biru. Pete-pete menjadi andalan untuk angkutan umum di kota ini, tingkat ke-popularannya dapat mengalahkan lagu Goyang Dumang!. Tidak hanya menjadi angkutan umum dengan tingkat ke-popularan yang sangat tinggi, Pete-pete juga sangat mengerti penumpang. Tidak jarang dari mereka yang rela mengantarkan penumpang ke tempat tujuan di luar trayek resmi selama tempat tersebut ada dalam batas angkut mereka.

Tapi sebelum kamu memulai petualangan dengan ber-Pete-pete-ria, ada baiknya kamu mengetahui di manakah letak titik nol kilometer Makassar.

BERWISATA KE KOTA MAKASSAR

Konon katanya, bertahun-tahun silam turunlah hujan yang sangat deras disertai kilat yang berlangsung terus menurus selama tujuh hari tujuh malam tanpa henti yang kemudian mengakhiri kemarau panjang selama tujuh tahun terakhir. Setelah reda, hujan tersebut menyisakan tujuh gundukan di sebuah tempat di tanah Anging Mamiri ini, yang kemudian dari tiap gundukan tersebut keluarlah orang berjubah kuning, mereka muncul sesaat, lalu menghilang kembali dalam rintik gerimis. Masyarakat pun mengenal mereka dengan Karaeng Angngerang Bosi atau Tuan Pembawa Hujan. Sejak Saat itu tempat munculnya Karaeng Angngerang Bosi ini pun sering disebut Kanro Bosi ( hujan sebagai anugrah Tuhan). Lahan lapang seluas 11,29 hektare pada masa awal Kerajaan Gowa abad ke-13 ini, berfungsi sebagai sawah kerajaan sebelum berubah menjadi lapangan kerajaan yang berfungsi sebagai area publik. Dan ketika masa kolonial Belanda, areal yang diapit oleh dua benteng basis militer Belanda dan mempunyai fungsi sebagai ruang publik serta tempat latihan  pasukan Belanda ini bernama Koningsplein. Sekarang, tempat ini di kenal dengan nama Karebosi; Lapangan Karebosi. Inilah titik nol kilometer Makassar, dulu. Sekarang titik nol kilometer Makassar dihitung dari sebuah Tugu Bola Dunia dengan jam besar yang terletak di pertigaan; ujung utara jalan Pasar Ikan, selatan Nusantara, dan Ribura’ne.

Nah, jika berjodoh dengan Makassar jangan sampe ketinggalan untuk berfoto di depan Tugu Titik Makassar Nol Kilometer yah… :’D

(Visited 615 times, 1 visits today)



'Mencintai Makassar Dari Titik Nol Kilometer' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloMakassar.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool