Pappareang

Membuang Lelah di Padang Savana

Membuang Lelah di Padang Savana
5 (100%) 1 vote

Nama Pappareang memang terdengar asing. Padahal daerah ini letaknya hanya sekitar 25 km dari kota Makassar. Namun tawaran keindahan yang diberikan sama sekali tak seasing namanya. Dari atas bukit, Kita bisa bisa melihat kota Makassar berlatar laut biru, dataran rendah dan jajaran pengunungan yang memagari kawasan. Ketika kita menuruni bukitnya kembali mata dimanjakan oleh pemandangan indah yang lain. Padang Savana. Padang rumput luas dengan sapi gembala yang mengunyah rumput. Sensasi bersepeda ditengah pada rumput ala pengembala sapi dari barat yang liar.

Batas Dusun Papareang

Batas Dusun Papareang

Cuaca dingin di pagi hari membuat godaan bantal dan selimut semakin menggoda. Butuh 20 menit untuk menguatkan tekad untuk bangun. Setelah melakukan beberapa persiapan, sebelum matahari terbit roda-roda sepeda pun mulai menjejaki jalan raya.Perjalanan bersepeda menuju arah tenggara kota Makassar. Rombongan kami terdiri dari empat orang. Namun di jalan kami berpapasan dengan beberapa komunitas bersepeda lainnya.

Setelah menempuh jalan dengan kontur naik turun sepanjang 20 km sampailah kami di menu utama perjalanan ini. Sebuah tanjakan sepanjang 1,2 km dengan grade 10 %. Suara shifter berpacu dengan deru napas para pesepeda. Saya berusaha mengatur napas dengan baik, mengatur tenaga agar bisa sampai di puncak.Sayangnya saya melakukan kesalahan karena terlalu banyak membuang energy diawal sehingga dipertengahan saya mulai kehabisan tenaga.Dengan terengah-engah akhirnya sampai juga kami di puncak.

Menuju Papareang

Menuju Papareang

Dan disinilah kami akhirnya di puncak bukit Pappareang, menikmati indahnya pemandangan dan melepaskan kelelahan. Pada sebuah lukisan karya Tuhan yang dibentangkan di permukaan bumi.

Sebuah perjalanan terkadang tidak selalu menyajikan cerita indah. Beberapa minggu sebelumnya seorang kawan kami- Ari terjatuh ketika menuruni bukit ini. Kala itu kami hanya berdua dan ini perjalanan pertamanya di kawasan ini. Bila kita datang dari arah tanjakan cinta maka ada dua belokan turunan curam yang harus di lewati.Pada belokan pertama, Ari yang posisinya di depan cukup mampu menguasai sepedanya. Setelah belokan kedua kami bertukar posisi. Saya yang berada di depan melaju turun dalam kecepatan tinggi.Jarak kami terpaut sekitar 500 m dan saat itulah saya mendengar teriakan dan bunyi benda jatuh.

Tanpa berfikir panjang saya menghentikan laju sepeda dan berlari keatas bukit. Hal yang pertama saya lihat adalah sepeda yang terletak di pinggir jurang. Selanjutnya sang empunya sepeda yang berada di dasar jurang. Dengan penuh kekhawatiran saya menuruni jurang tersebut dan memeriksa keadaan.Kondisinya setengah sadar dan memerlukan perawatan medis.

Peristiwa ini kemudian membawa kami melihat kebaikan dari penduduk setempat. Beberapa orang yang melintas pun singgah memberikan pertolongan. Dengan dibonceng motor teman yang terluka dibawa ke rumah penduduk setempat. Di sana diberikan pertolomgan pertama sebelum akhirnya kami dijemput menuju rumah sakit.

petualangan asik

petualangan asik

***

Bukit yang penuh kenangan tersebut kami tinggalkan. Pemandangan berganti menjadi dataran padang rumput yang luas. Hembusan angin sepoi-sepoi menghapuskan kelelahan. Bersepeda di tengah padang rumput memberi sensasi tersendiri. Sangat sulit untuk melewatkan godaan untuk tidak singgah berfoto.

Godaan berfoto di Padang Savana

Godaan berfoto di Padang Savana

Padang savana dan bukit Papareang yang indah memanjakan mata dan sukses menjejakkan kesan yang mendalam dalam hati.

(Visited 656 times, 1 visits today)


About

Coffe Holic | Suka menggambar | suka menghayal | lagi belajar motret | suka grogi dekat cewe cantik | mengasuh http://daengadda.com/ |


'Membuang Lelah di Padang Savana' have 3 comments

  1. June 3, 2015 @ 3:17 pm ifah

    kalau mau kesana lewat mana kak?

    Reply

    • June 3, 2015 @ 3:23 pm Asdar Azis

      Makassar lewat Hertasning lurus samapai perempatan Paddy Valley, Di perempatan belok kanan sampai Pasar Burung -burung, Ambil jalan yang kiri. Ikuti terus jalan sekitar 2 km nanti dapat pertigaan. Disana belok kiri. nah sampailah di tanjakan cinta.

      Reply

  2. July 14, 2015 @ 8:38 am DamienVHirsche

    I know this website offers quality dependent articles and other material, is there any other
    web page which presents these data in quality?

    Reply


Would you like reply to Asdar Azis

Your email address will not be published.

©2015 HelloMakassar.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool