Samalona yang menawan

Melarungkan Penat di Samalona

Vote Us
Foto tua Samalona tahun 1925 (sumber: KITLV)

Foto tua Samalona tahun 1925
(sumber: KITLV)

Suatu hari saya menemukan sebuah foto tua dari website Belanda. Foto hitam putih yang dengan segera membuat saya berbinar-binar. Foto itu diambil tahun 1925 dan diberi keterangan dalam bahasa Belanda: “Europeanen in zee bij het strand van Lamalona nabij Makassar” atau dalam bahasa Indonesia berarti “orang Eropa menikmati pantai di sebuah laut dekat Makassar, Lamalona.”

Lamalona, nama itu terasa sangat familiar meski sekarang orang lebih mengenalnya sebagai Samalona, sebuah pulau kecil di luar kota Makassar yang jadi salah satu andalan wisata kota Makassar. Keindahan Samalona menarik orang banyak untuk datang mengunjunginya. Dan rupanya itu sudah berlangsung sejak lama, sejak jaman kolonial.

Pesona Samalona juga sampai membuat seorang penyanyi reggea Indonesia bernama Imanez yang di tahun 90an membuat satu lagu berjudul Samalona. Lagu Samalona sempat menjadi hits dan mengundang rasa penasaran orang banyak.

Samalona sendiri adalah sebuah pulau kecil seluas 2.7 Ha yang terletak sekira 7 km sebelah barat kota Makassar dan dapat ditempuh selama 30 menit perjalanan dengan perahu bermesin. Tidak ada pelayaran reguler ke pulau ini, untuk ke sana kita harus menyewa satu perahu berkapasitas 10 orang dengan tarif Rp. 400.000,- s/d Rp. 450.000,- pergi-pulang. Berangkat ke Samalona bisa melalui dermaga Kayu Bangkoa atau dermaga di depan benteng Fort Rotterdam yang keduanya sama-sama berada di garis pantai, sejajar dengan Pantai Losari.

Pulau ini dihuni oleh 7 kepala keluarga yang sudah beranak-pinak entah sejak kapan. Nama-nama mereka terpampang di papan dekat dermaga kedatangan. Dermaga kedatangan itu sendiri baru saja diperbaiki setelah dermaga yang lama rusak dimakan usia.

Samalona yang menawan

Samalona yang menawan

Pengunjung yang bersantai di Samalona bisa menikmati indahnya pulau itu, darat maupun lautnya. Ada banyak pilihan untuk bersantai. Bagi yang datang berombongan dengan kantong tebal, bisa memilih menyewa rumah yang harganya berkisar antara Rp. 350.000,- s/d Rp. 1.000.000,- untuk 24 jam. Sepertinya setiap akhir pekan ada saja pengunjung yang datang menghabiskan malam di Samalona.

Bagi pengunjung yang hanya ingin menikmati Samalona beberapa jam, ada banyak balai-balai di bawah rindangnya pohon yang disewakan seharga Rp. 50.000,- untuk satu petak seukuran sekira 1.5. x 2 m. Lumayan untuk menaruh barang dan leyeh-leyeh menikmati Samalona.

Daya tarik utama Samalona tentu saja adalah pantainya yang berpasir putih bersih dengan air laut yang bening. Ada bagian dangkal yang memungkinkan para pengunjung untuk berenang dan bercengkerama tanpa takut tenggelam. Di musim-musim tertentu air memang jadi meninggi dengan arus yang agak deras.

Pasir putih dan air laut yang jernih di Samalona

Pasir putih dan air laut yang jernih

Wisata bermain air dan pasir di Samalona

Capek bermain air, kita main pasir!

PESAN TIKET TERMURAH KE MAKASSAR

Para penyelam pemula juga sering menjadikan Samalona sebagai tempat untuk belajar menyelam atau menambah jam selam mereka. Alam bawah laut Samalona memang sempat rusak parah gara-gara pengeboman ikan yang tidak bertanggung jawab, tapi beberapa tahun belakangan ini usaha serius untuk memperbaikinya dari banyak pihak sudah mulai membuahkan hasil.

Bagi mereka yang hanya bisa snorkeling, Samalona juga menawarkan spot-spot yang lumayan. Kita bisa menyewa alat-alat snorkle dari penduduk setempat dan menikmati pemandangan bawah laut Samalona. Senang rasanya bisa melihat ikan-ikan kecil berlarian kesana-kemari, bersembunyi di karang yang cantik dan kadang bahkan mendekati kita seakan penasaran.

Menikmati Samalona rasanya  memang menyenangkan. Entah hanya bermalas-malasan di tepi pantainya, membasuh tubuh dengan air lautnya atau bahkan snorkeling dan mengintip alam bawah lautnya. Rasa penat, galau atau sedih tanpa sadar akan larut dalam setiap hembusan angin dan derai air laut Samalona. Samalona memang satu tempat yang pas untuk melarungkan semua beban itu.

Cobalah datang ke Samalona dan Anda akan mengiyakan kata Imanez dalam lagunya, “satu dari cintaku, jadi milikmu.”

(Visited 263 times, 1 visits today)


About

Blogger ~ Suka jalan-jalan gratisan ~ Sedang belajar motret ~ Mengasuh http://daenggassing.com seperti mengasuh anak sendiri


'Melarungkan Penat di Samalona' have 2 comments

  1. May 4, 2015 @ 2:32 pm Dwi Pramono

    Wah, di Makassar ternyata bisa “leyeh-leyeh” juga, ya.. *featured image-nya gede amat, Daeng?

    Reply

  2. May 4, 2015 @ 7:53 pm Lelakibugis

    “satu dari cintaku, jadi milikmu.. Oh Samalona”

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloMakassar.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool