Masjid Jami Tua dan Asal Mula Nama Palopo

Masjid Jami Tua dan Asal Mula Nama Palopo
3.67 (73.33%) 3 votes

Kota Palopo yang berjarak 390 Km dari Makassar dapat di kunjungi dengan perjalanan semalaman menggunakan bis antar kota. Terdapat sebuah kepercayaan yang berkembang di kota Palopo bahwa setiap orang yang setiap tetapi belum pernah ke Masjid Jami Tua maka dianggap belum resmi ke kota Palopo. Masjid Jami Tua telah menjadi salah satu lokasi wisata religi karena menyimpan banyak kisah di dalam pembangunan masjid ini.
Masjid Jami Tua dibangun pada masa raja Luwu Datu Payung Luwu XVI 1604, Setelah raja luwu masuk islam maka dibuatlah masjid jami ini. Masjid ini terletak di Jl. Andi jemma, Kecamatan Wara Utara Kota Palopo dibangun berdekatan dengan istana datu Luwu.

Salah satu sudut masjid jami tua Palopo

Salah satu sudut masjid jami tua Palopo

Dinamakan masjid Jami Tua karena usianya yang telah mencapai 400 tahun, dibangun pada tahun 1604 Masehi. Banyak keunikan yang di temukan di dalam masjid ini seperti dindingnya yang dibangun menggunakan batu cadas yang berasal dari Latuppa dan jaraknya cukup jauh, seluruh batu tersebut diangkat dengan teknik menjejerkan masyarakat dari lokasi pembangunan masjid sampai lokasi pengambilan batu. Agar batu cadas tersebut dapat menempel satu sama lain maka digunakan putih telur, entah berapa banyak telur yang digunakan pada masa itu. Adapun atapnya menggunakan sejenis kerang mutiara dari laut, namun setelah dilakukan renovasi maka kerang tersebut sudah diganti dengan atap kayu. Contoh atap yang pertama kali digunakan bisa di lihat pada bagian atas mimbar.

Sementara itu untuk penyangga tiang digunakan kayu cinaduri yang memiliki ketinggian 8,5 m dan diameter 90 cm. Butuh perjuangan mengangkat kayu yang sangat besar ini, maka saat ingin di tanamkan masyarakat beramai – ramai bersorak dengan mengucapkan “Palopo”. Palopo dalam bahasa daerah artinya masukkan, dari peristiwa itulah masyarakat selanjutnya sepakat menamakan daerah ini Palopo.

Masjid jami tua palopo 2

Bagian dinding masjid jami tua dengan ketebalan 0,94 m

Arsitektur bangunan masjid menggunakan perpaduan antara 4 unsur yaitu bugis, jawa, hindu, dan islam. Ukuran masjid ini hanya 15 X15 m saja sehingga bagian dalamnya hanya dapat memuat sekitar 40-50 orang jamaah saja, namun telah dilakukan perluasan bagian pelataran untuk tempat shalat. Setiap sudut masjid ini memiliki makna filosofis seperti jendela yang berjumlah 7 pada seluruh sisi masjid melambangkan 7 hari di dalam seminggu, pada masing – masing jendela juga terdapat trali besi yang berdiri kokoh berjumlah 5 buah dengan makna 5 kali shalat wajib sehari semalam. Pada bagian atap disusun menjadi tiga bagian sementara di puncaknya terdapat tempayan keramik sebagai mustaka yang mengandung falsafah luwu, yaitu lampu, tongeng, benteng dan allele. Adapun mustaka ini menjelaskan sifat tuhan yang maha adil. Pada bagian dalam masjid terdapat 1 buah tiang utama yang didirikan menggunakan kayu cinaduri dengan diameter 90 cm dan tinggi 8,5 m.

Bagian tiang utama masjid jami menggunakan kayu cinaduri, dilindungi oleh lapisan kaca

Bagian tiang utama masjid jami menggunakan kayu cinaduri, dilindungi oleh lapisan kaca

Masjid Jami Tua selalu ramai pengunjung yang hendak melaksanakan ibadah dan menjadi andalan turis lokal maupun mancanegara bila berkunjung ke Kota Palopo. Walaupun telah berusia sangat tua tetapi bentuk masjid ini tidak tidak banyak berubah setelah masa pembuatannya.

(Visited 669 times, 1 visits today)


About

Blogger yang suka jalan - jalan apalagi kalau gratis


'Masjid Jami Tua dan Asal Mula Nama Palopo' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloMakassar.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool