Mappadendang, Pesta Panen Suku Bugis

Mappadendang, Pesta Panen Suku Bugis

Mappadendang, Pesta Panen Suku Bugis
5 (100%) 1 vote

Sulawesi Selatan (Sulsel) dikenal sebagai salah satu lumbung dan penyuplai beras bagi Indonesia. Petani di Sulsel, khususnya suku Bugis, memiliki tradisi Mappendang, pesta panen suku Bugis sebagai perwujudan rasa syukur atas keberhasilan panen mereka.

Pada tahun 2016, Sulsel mencatat produksi sebesar 5,8 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) atau setara 3,6 juta ton beras. Produksi beras itu berasal dari beberapa daerah penghasil beras seperti kabupaten Bone, Sidrap, Pinrang, dan Wajo. Keempat kabupaten ini itu adalah wilayah suku Bugis bermukim. Petani dari kabupaten-kabupaten inilah yang rutin mengadakan Mappadendang, Pesta Panen Suku Bugis.

Mappadendang adalah tradisi suku Bugis untuk menyatakan rasa syukur mereka pada keberhasilan panen dari sawah mereka, menjalin silaturahim dan memupuk kebersamaan, juga sebagai sarana hiburan dan dahulu kala d jadikan ajang oleh muda mudi untuk mencari pasangan.

Tradisi ini sudah berlangsung sejak lama. Di sejumlah tempat yang penduduknya bergantung dari hasil usaha bertani umumnya mengenal ritual-ritual bercocok tanam. Mulai dari turun ke sawah, membajak, sampai tiba waktunya panen raya. Ada upacara mappalili sebelum pembajakan tanah. Ada appatinro pare (Makassar) atau appabenni ase  (Bugis) sebelum bibit padi disemaikan. Ritual ini juga biasa dilakukan saat menyimpan bibit padi di possi bolla (pusat rumah) atau di atas rakkiang (bagian atas plafon rumah), sebuah tempat khusus untuk menjaga agar tak satu binatang pun lewat di atasnya.

Mappadendang - Pesta Panen Suku Bugis I Moncongloe Family

Mappadendang – Pesta Panen Suku Bugis I Moncongloe Family

Mappadendang dikenal sebagai pesta panen suku Bugis, sementara suku Makassar menyebut ritual yang sama dengan nama appadekko, yang berarti addengka ase lolo, kegiatan menumbuk padi muda. Saat musim panen tiba para petani memotong ujung batang padi dengan ani-ani, yang menyerupai sebuah pisau pemotong berukuran kecil. Biasanya setelah terkumpul, padi hasil panenan itu lantas dirontokkan dengan cara menumbuk dalam sebuah lesung. Suara benturan antara alu atau kayu penumbuk, dan lesung ini biasanya terdengar nyaring. Membentuk irama ketukan yang khas rancak bertalu-talu. Gerakan dan bunyi tumbukan berirama inilah yang menjadi asal-usul mappadendang.

tiket mudik murah

Ritual mappadendang ini dilakukan bersama dengan cara menumbuk padi dalam lesung panjang dengan lubang enam, hingga dua belas yang disebut pallungeng, menggunakan alat tumbuk yang oleh suku Bugis disebut alu. Saat ritual, para pemukul padi menggunakan pakaian khas tradisional bernama baju bodo.

Biasanya prosesi mappadendang dimainkan oleh  enam perempuan, dan tiga pria, atau secara berpasang-pasangan.  Petani saling berhadapan dengan masing-masing alu di tangan. Petani perempuan bertugas untuk memasukkan padi ke dalam pallungeng (bagian lesung yang berlubang) sedangkan kaum pria bertugas untuk menumbuknya menggunakan alu. Diiringi tabuhan rebana, petikan kacapi dan suling bambu khas suku Bugis, petani mulai memecah biji padi yang telah ditelakkan ke dalam pallungeng, sambil sesekali memukul badan lesung mengikuti irama rebana.

 

Ritual mappadendang ini dipimpin oleh dua orang, masing-masing berada di ulu atau kepala lesung guna mengatur ritme dan tempo irama dengan menggunakan alat penumbuk yang berukuran pendek. Biasanya, yang terpilih sebagai pengatur ritme ini adalah mereka yang berpengalaman. Sedangkan yang menumbuk di badan lesung adalah perempuan atau laki-laki yang sudah mahir dengan menggunakan bambu atau kayu yang berukuran setinggi badan orang.

Setelah ditumbuk sampai terpisah dengan kulitnya barulah perempuan menapisnya memakai alat pattapi yang terbuat dari anyaman bambu dan rotan berbentuk seperti tudung saji. Kalau hasil tumbukan dari prosesi mappadendang benar-benar dianggap bersih karena sudah dipisahkan antara padi dan kulitnya, maka perempuan lainnya menyiapkan kelapa habis diparut dan gula merah yang sudah diperhalus kemudian dicampur menjadi satu bersama dengan padi yang telah ditumbuk. maka terbuatlah satu penganan atau racikan kue tradisional yang dikenal dengan nama laulung.

Mattojang, salah satu permainan dalam acara Mappadendang, foto @abbiekeparat

Mattojang, salah satu permainan dalam acara Mappadendang, foto @abbiekeparat

Yuk keliling Makassar! Eits, ambil promo tiket murahpaket tour & jangan lupa pesan hotel murah juga!

Dalam pesta panen suku Bugis ini biasanya dirangkaikan dengan permainan tradisional seperti maggasing yaitu permainan gasing dan mattojang yaitu menaiki ayunan setinggi paling kurang sepuluh meter. Ayunan ini terbuat dari rotan bambu dengan tiang yang terbuat dari pohon pinang. Saking tingginya, hanya orang-orang yang memiliki keberanian lebih yang bisa menaikinya. Selain keberanian, juga diperlukan kehati-hatian jika ingin mattojang.

Mau merasakan keseruan Mappendang dan Mattojang? Datanglah pada musim panen! Memang agak susah menentukan tanggal dan waktu pastinya karena acara Mappadendang dan Mattojang tidak punya waktu yang tetap. Semua sesuai kesepakatan bersama menjelang panen.

Oh ya, buat kalian yang suka jalan-jalan dan memotret, ada berita bagus. Ezytravel.co.id menggelar lomba foto bertajuk #MustGoIndonesia. Lomba foto di media sosial Instagram ini berlangsung dari 7 Maret hingga 8 Oktober 2017. Akan ada pemenang bulanan yang berhak mendapatkan paket liburan dan merchandise keren lainnya. Di akhir periode akan ada pemenang yang berhak mendapatkan paket liburan ke Labuan Bajo untuk dua orang. Labuan Bajo bok!

Nah, buat kalian yang penasaran, langsung saja ke tautan ini ya. Temanya berbeda-beda setiap bulan, jadi kesempatan menang lebih besar.

(Visited 118 times, 1 visits today)


About

sharing is caring | bebas merdeka 100% | writer and traveller wannabe | peneliti paruh waktu | social media enthusiast |


'Mappadendang, Pesta Panen Suku Bugis' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloMakassar.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool