Manusia Pagi di Puncak Saukang

Manusia Pagi di Puncak Saukang
5 (100%) 1 vote

Saya menatap foto Blue Mountain dengan Three Sisters yang legendaris. Photo wilayah bergunung dan rangkaian ngarai itu boleh jadi sudah menjadi ikon yang selalu muncul dari di setiap brosur wisata di Australia. Ribuan kilometer dari sana saya berdiri diatas dinding batu yang menyajikan pemandangan sedikit mirip. Dinding batu dan langsekap dataran yang indah.Tak jauh hanya sekitar 30 km dari Makassar.

Three Sisters yang merupakan tiga kolom batu besar yang merupakan ikon dari Blue Mountains. Menurut legenda tiga batu ini merupakan jelmaan dari tiga putri klan Katoomba yang kalah perang. Gunung Saukang juga menyimpan cerita di masa lalu. Secara harfiah Bulu dalam bahasa bugis berarti Gunung. Sedangkan Saukang dalam Bahasa bugis merupakan tempat pemujaan terhadap makhluk-makhluk halus yang hidup di tempat–tempat yang dikeramatkan. Hal ini merupakan kepercayaan masyarakat Pra- Islam di Sulawesi Selatan. Sayangnya saya tidak menemukan literasi yang cukup untuk menunjukkan bagaimana dahulunya  proses pemujaan di laksanakan di gunung ini.

Perjalanan bersepeda dengan latar Gunung Saukang

Perjalanan bersepeda dengan latar Gunung Saukang

Gunung Saukang sendiri adalah sebuah gunung batu yang bila dilihat struktur batunya merupakan hasil dari extrusive gunung berapi purba di masa lampau. Ciri khas batu berbentuk persegi biasanya disebut dalam istilah geologi adalah Kekar Kolom.

Kekar kolom adalah struktur batu yang berbentuk kotak dan prisma.terbentuk secara alamiah ketika magma yang membeku di permukaan bumi dan terkontraksi saat bagian luar mendingin terlebih dahulu. Kekar atau retakan akibat kontraksi itu menerus ke bagian bawah sejalan dengan proses pendinginan, membentuk kolom-kolom batu yang sistematis. Bentuknya kotak atau prisma dan seperti susunan batu yang tertata rapi seperti buatan manusia, padahal itu adalah murni buatan alam.

Berpose sejenak di kaki Saukang

Berpose sejenak di kaki Saukang

Beberapa tahun sebelumnya jalan menuju kawasan Pucak Maros rusak parah. Namun saat ini jalan menuju kawasan ini telah diperbaiki. Saya yang senang mengendarai sepeda jenis roadbike sangat menyenangi kontur jalan seperti ini.

Hari ini saya bersama teman latihan – Kang Dani bersepeda menuju kawasan ini. Jaraknya sekitar 30 km kearah tenggara kota Makassar. Tantangannya sudah mulai terlihat ketika kami mulai berbelok dari jalan utama. Jalan aspal yang tadinya mulus berganti dengan jalan tanah berbatu. Semakin mendekati puncak jalannya tidak memungkinkan lagi di kendarai dengan nyaman dengan sepeda roadbike.

Kami pun akhirnya memutuskan memikul sepeda. Ban yang rusak akan memberikan kesusahan yang lebih banyak bila terus dipaksakan. Semakin keatas tumpukan batu semakin rapat.Dengan pasrah dua sepeda ditambatkan di pohon dan penunggannya melanjutkan dengan berjalan kaki  melewati jalan berbatu.Dua orang lelaki meloncat-loncat disela batu dengan celana ketat membuat kami terlihat mirip penari balet ketimbang sosok lelaki petualang,

Berjalan menuju Puncak

Berjalan menuju Puncak

Bias-bias cahaya menerangi pinggiran batu dan celah-celah pohon. Semakin mendekati puncak cahaya itu semakin terang. Batu-batuan persegi semakin rapat. Terkadang kami harus memanjati batu-batu tersebut untuk bisa terus ke atas.Batu –batu persegi di Puncak saukang berbentuk undak-undakan.Bila kita berdiri dari undakan tertinggi dan melihat kesekeliling tampak lekukan-lekukan permukaan bumi disekelilingnya.Dan disini tempat kami berpijak adalah kemungkinan aliran lava gunung api purba Lompobattang.

Langsekap alam

Langsekap alam

Dan akhirnya perjalanan kami berhenti di puncak. Memandangi lansekap indah tanpa batas. Barisan gunung-gunung seperti tiang penyangga langit. Berderet-deret gunung lompobattang, bawakaraeng hingga bulusaraung menciptakan harmonisasi keindahan. Bila kita memalingkan wajah kearah lain terlihat kota Makassar dengan bias-bias biru lautan lepas.

Tak ternilai

Tak ternilai

Matahari semakin meninggi, ada rasa enggan meninggalkan langsekap indah ini. Semoga siapapun yang datang ketempat ini bisa menjaga tempat ini tetap indah seperti adanya. Pagi ini telah memberikan sebuah kenangan indah.

(Visited 677 times, 1 visits today)


About

Coffe Holic | Suka menggambar | suka menghayal | lagi belajar motret | suka grogi dekat cewe cantik | mengasuh http://daengadda.com/ |


'Manusia Pagi di Puncak Saukang' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloMakassar.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool