Makna Rumah Adat Tongkonan Bagi Masyarakat Toraja

Makna Rumah Adat Tongkonan Bagi Masyarakat Toraja
Vote Us

Berbicara mengenai budaya, Provinsi Sulawesi Selatan adalah salah satu wilayah di Indonesia yang hingga saat ini tetap mempertahankan kebudayaan yang mereka miliki. Salah satu contohnya adalah bangunan Rumah Adat Tongkonan. Bangunan tradisional masyarakat Toraja ini merupakan karya arsitektur nenek moyang yang hingga saat ini bentuknya tetap dipertahankan demikian demi menjaga nilai-nilai budaya leluhur yang telah diwariskan.

Tana Toraja memang semakin menggeliat. Mau tahu alasannya? Baca ini deh

Rumah Adat Tongkonan terdiri dari tumpukan kayu yang dihiasi dengan ukiran berwarna merah, hitam, putih dan kuning. Kata “tongkonan” berasal dari bahasa Toraja “tongkon” yang artinya duduk. Selain rumah, rumah adat Tongkonan merupakan pusat kehidupan sosial suku Toraja. Maka tak heran jika rumah adat Tongkonan adalah simbol spiritual masyarakat Toraja di setiap ritual adat mereka.

Rumah Adat Tongkonan

Deretan Rumah Tongkonan Yang Masih Dipertahankan Keutuhannya Sejak Dulu

Rumah Adat Tongkonan merupakan rumah panggung dengan konstruksi rangka kayu yang terdiri atas 3 bagian, yaitu ulu banua (atap rumah), kalle banua (badan rumah), dan sulluk banua (kaki rumah). Atap dalam pembangunan rumah adat Tongkonan adalah Rumbia tapi seiring berjalannya waktu kini berubah menggunakan genteng atau seng. Untuk badan rumahnya terdiri dari 2 bagian yaitu Banua (rumah) dan Alang (lumbung) yang dianggap pasangan suami-istri. Deretan Banua dan Alang saling berhadapan. Halaman memanjang antara Banua dan Alang disebut Ulu ba’ba. Sedangkan Bentuk pondasinya persegi dengan 4 pilar utama yang menyanggahnya.

Secara teknis, pembangunan sebuah rumah adat Tongkonan adalah pekerjaan yang melelahkan karena dari proses pondasi hingga badan rumah membutuhkan waktu berbulan-bulan, sehingga biasanya masyarakat Toraja selalu bergotong royong memberikan bantuan kepada keluarga yang akan membangun sebuah rumah adat Tongkonan. Menurut kepercayaan masyarakat Toraja, pembangunan rumah adat Tongkonan harus menghadap ke arah utara agar moncong kepala rumah dapat menjulang mencapai kepala langit (ulunna langi’) yang diartikan sebagai sumber kebahagiaan.

Rumah Adat Tongkonan

Proses Pembangunan Rumah Adat Tongkonan

Sebagian dari kita umumnya mengenal Tongkonan sebagai rumah adat tradisional. Tapi berbeda dengan masyarakat Toraja yang menganggapnya lebih dari sekedar rumah adat. Bagi mereka Tongkonan merupakan pusat kebudayaan Toraja. Jadi tidak mengherankan di setiap ritual kebudayaannya selalu diselenggarakan di sekitar Tongkonan misalnya acara Rambu Solo’.

Lebih jauh lagi, ternyata Tongkonan punya arti yang sangat mendalam yang perlu kita ketahui bersama. Tongkonan merupakan lambang persatuan bagi masyarakat Toraja yang artinya semua orang Toraja adalah keluarga karena Tongkonan dapat mempertemukan tali kekerabatan saudara walaupun tidak saling kenal tapi di Tongkonan tersimpan rapi silsilah keluarga.

Rumah Adat Tongkonan

Tongkonan Adalah Pemersatu Keluarga Toraja

Selain sebagai rumah adat, Suku Toraja mengenal 3 jenis Tongkonan menurut peran adatnya yaitu Tongkonan Layuk (Pesiok Aluk) sebagai pusat kekuasaan adat dan tempat untuk menyusun aturan-aturan sosial serta keagamaan. Tongkonan Pekaindoran/Pekanberan (Kaparengesan) merupakan rumah milik anggota keluarga yang memiliki wewenang tertentu dalam adat dan tradisi lokal. Tongkonan Batu A’riri berfungsi sebagai Tongkonan penunjang yang mengatur dan membina persatuan keluarga serta membina warisan.

tiket mudik murah

Itulah informasi tentang rumah adat tradisonal Toraja, Tongkonan, yang ternyata di dalam pembangunan dan filosofi memiliki arti yang begitu mendalam bagi Masyarakat Toraja. Sebagai bentuk rasa cinta kita kepada kebudayaan ini, mari kita lestarikan dan melindungi Tongkonan ini.

Tongkonan juga sudah menjadi salah satu ikon budaya Toraja. Bicara Tongkonan tentu berarti bicara tentang Tana Toraja, sama seperti ketika berbicara tentang kerbau yang harganya ratusan juta. Pun Tongkonan ini menjadi salah satu oleh-oleh khas apabila kita berkunjung ke Toraja atau bahkan berkunjung ke Sulawesi Selatan. Ada banyak pedagang yang menjajakan kerajinan tangan berupa rumah Tongkonan dalam bentuk mini atau miniatur. Lumayan buat dijadikan cinderamata selepas menyaksikan sendiri indahnya Toraja dan menikmati beragam wisata Toraja yang memang menawan.

Yuk keliling Makassar! Eits, ambil promo tiket murahpaket tour & jangan lupa pesan hotel murah juga!

Untuk informasi lainnya, selain tongkonan seperti yang dijelaskan sebelumnya, ada sebuah lokasi di mana kamu dapat melihat Tongkonan tua yang berusia ratusan tahun, Kalau kamu penasaran, nama Tongkonan itu adalah Tongkonan Banua Puan yang terletak di Desa Lembang Marinding, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja atau berjarak sekitar 15 km dari pusat kota Toraja, Makale. Jadi? Kapan kamu bisa melihat sendiri Tongkonan di kampung asalnya?

(Visited 192 times, 1 visits today)


About

Reinventing Teamwork


'Makna Rumah Adat Tongkonan Bagi Masyarakat Toraja' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloMakassar.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool