Bus Rapid Transit

Makassar Dari Balik Jendela Kaca BRT

Vote Us

Di suatu siang yang lumayan terik, begitulah Makassar terkenal dengan kotanya yang panas, tiba-tiba saja ingin iseng wisata keliling kota Makassar. Saat hendak memulai rencana itu, mata saya tertuju pada sebuah bus yang melintas di depan saya. Kemudian muncullah ide baru, kenapa tidak keliling kota ini menggunakan BRT (Bus Rapid Transit) saja. Menikmati kota Makassar dengan cara yang berbeda. Kebetulan saya juga belum pernah menaiki BRT itu dan sekaligus membayar rasa penasaran saya itu.

Halte BRT Losari

Halte BRT Losari

Rencana awal ingin menggunakan motor, tapi sekarang motor yang saya bawa itu saya parkir di parkiran Anjungan Pantai Losari lalu menuju Halte BRT Losari sebagai titik mula dan sekaligus sebagai titik akhirnya. Sejenak saya memperhartikan sekeliling halte itu. Halte yang terlihat terbengkalai juga kesepian dan disana pun tidak ada bapak penjual karcis. Bayangan awal saya ternyata jauh meleset. Saya membayangkan sistem transportasi seperti Busway Transjakarta, hehehe…. Namun tidak begitu adanya. Tapi itu tidak mengurangi semangat saya untuk tetap menjelajahi Makassar dengan cara berbeda ini.

Sekitar setengah jam lamanya menunggu, bus yang saya tunggu datang juga. Kadang memang butuh sedikit kesabaran. Sengaja saya mengambil tempat duduk di bagian depan, selain ingin mendapat view dari depan bus sekalian ngobrol-ngobrol sedikit dengan bapak supir.

Bapak Supir ternyata enak diajak ngobrol

Bapak Supir ternyata enak diajak ngobrol

Busnya sendiri masih terlihat baru. Beberapa kursinya malah masih terbungkus dengan plastiknya. AC berfungsi dengan baik sehingga menambah kenyamanan perjalanan yang cukup panas siang itu, ditambah lagi dengan alunan musik yang keluar dari speaker bus itu.

Keadaan Interior dalam bus yang terlihat masih terawat

Keadaan Interior dalam bus yang terlihat masih terawat

Perjalanan pun dimulai. Dari titik awal, Anjungan Pantai Losari, bus melewati Benteng Rotterdam, kemudian memutar di Tugu Bola Dunia sebagai titik nol kilometer Makassar, lalu melintas di depan gedung RRI di Jalan Riburane, selanjutnya masuk ke jalan Ahmad Yani melewati Kantor Balaikota Makassar, hingga tiba di halte berikutnya di Karebosi Link. Dari halte ini bisa mengakses menuju MTC (Makassar Trade Center) sebagai pusat penjualan elektronik terbesar di kota Makassar ataupun Lapangan Karebosi yang setiap pagi atau sore ramai dengan orang yang berolahraga.

Bus kemudian menuju halte berikutnya di Mall Panakkukang akan melewati spot-spot menarik seperti Masjid Raya Makassar, Pasar Terong (sebuah pasar tradisional), Masjid Al-Markaz, Gedung DPRD Sulsesl, dan Flyover satu-satunya di Makassar jika beruntung bisa melihat aksi demonstrasi disana, hingga akhirnya tiba di halte transit Mall Panakkukang Makassar.

Lokasi halte transit berikutnya berada di mall-mall besar kota Makassar yang secara berurutan Mall Ratu Indah (Mari) di Jalan Ratulangi, kemudian Mall Graha Tata Cemerlang (Mall GTC) di Jalan Metro Tanjung Bunga, lalu menuju Trans Studio Mall yang tidak jauh dari mall GTC.

Penumpang ternyata ramai juga bahkan sampai berdesakan, tapi sayang itu hanya terjadi saat akhir pekan saja, menurut cerita bapak supir

Penumpang ternyata ramai juga, tapi sayang itu hanya terjadi saat akhir pekan, menurut cerita bapak supir

Umumnya halte-halte tersebut masih berpusat di mall-mall yang ada di kota Makassar. Tak dapat dipungkiri karena disitulah pusat-pusat keramaian kota dan mall juga sudah menjadi sarana wisata alternatif bagi warga perkotaan. Diantara beberapa mall itu ada yang menawarkan wahana permainan seperti yang terdapat di Trans Studio Mall. Tidak jauh dari Mall GTC juga terdapat Pantai Akkarena yang tepat berada di depannya.

Perjalanan saya tampaknya akan segera berakhir, karena dari halte Trans Studio Mall tersebut bus akan tiba di Halte BRT Losari dimana saya akan mengakhiri perjalanan keliling kota.

Sekitar dua jam lamanya saya mengitari kota makassar dengan BRT tersebut. Itu sudah termasuk waktu ketika terjebak macet di beberapa titik, walaupun cuma sebentar. Di akhir perjalanan saya membayar delapan ribu rupiah untuk perjalanan bolak-balik tersebut. Sebuah ongkos yang sangat murah untuk sekedar berkeliling kota makassar. Mengamati hiruk-pikuk kehidupan kota yang mulai dilanda macet ini.

PS: Untuk saat ini ongkos satu kali perjalanan mungkin sudah berubah sebesar Rp. 5.000,- bukan lagi Rp. 4.000,- saat saya melakukan tur keliling kota itu.

(Visited 1,100 times, 1 visits today)


About

rangkaijejak.wordpress.com | Selalu penasaran dengan tempat baru ~ Blogger Newbie ~ Fotografer Wannabe


'Makassar Dari Balik Jendela Kaca BRT' have 1 comment

  1. July 14, 2015 @ 7:39 am CleopatraIDaller

    you’re in point of fact a excellent webmaster. The web site loading pace is amazing.

    It sort of feels that you’re doing any unique trick.
    Also, The contents are masterwork. you’ve done a magnificent
    job in this subject!

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloMakassar.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool