Lopi Cafe and Eatery

Lopi Cafe and Eatery: Kafe Dengan Nuansa Etnik di Pusat Kota Makassar

Lopi Cafe and Eatery: Kafe Dengan Nuansa Etnik di Pusat Kota Makassar
5 (100%) 1 vote

Lopi yang dalam bahasa Bugis Makassar berarti perahu, perlambang dari prinsip orang-orang keturunan Bugis Makassar yang harus berani, pantang menyerah menghadapi lawan maupun tantangan apa pun dalam kehidupan. Prinsip itu tercermin dalam falsafah: “Kualleangi Tallanga Natowalia”, makna falsafah itu secara harfiah adalah “saya lebih memilih tenggelam (di lautan) daripada harus kembali (ke pantai)”. Secara bebas, kemudian, diartikan sebagai “

Suku Bugis – Makassar sedari dulu terkenal sebagai pengarung lautan dan samudera. Mereka adalah pelaut ulung. Maka tak heran jika keturunan ke dua suku ini tersebar di mana-mana, hingga Madagaskar dan Tanjung Harapan, Afrika sekali pun.

Mengusung falsafah ini, Lopi Café and Eatery, salah satu tempat hangout di Makassar, mencoba menghadirkan nuansa etnik Bugis – Makassar yang kental dan tentu saja unsur perahu. Lopi sendiri diambil dari Bahasa Bugis, Lopi berarti perahu.

Kesan ini langsung terasa begitu melalui pintu masuk yang lumayan besar. Mural bergambar sepasang lelaki dan perempuan mengenakan pakaian tradisional menghiasi dinding sebelah kiri pintu masuk. Di depan dinding itu ada 2 (dua) pasang meja kursi yang terbuat dari perahu. Kursi panjang ini adalah bagian dari sebuah perahu bekas yang disulap menjadi interior kafe. Ada 2 (dua) perahu yang dibagi 2 (dua) dan menjadi 2 (dua) buah bangku panjang. Dua pasang meja – kursi lagi terletak di sebelah kanan. Nuansa etnik ini diperkaya dengan vintage bamboo dan shell chair yang memberikan sentuhan aksen retro. Sebuah perpaduan yang menarik.

Lopi Cafe and Eatery

Interior Lopi Cafe and Eatery Makassar

Dua perahu bekas yang telah disulap menjadi bangku kafe ini dipesan dari Bali untuk mendapatkan interior bernilai seni. “Saya mencari sampai ke workshop-nya untuk mendapatkan perahu ini,” ungkap Nunu Iksan, sang interior designer yang merancang dan menyiapkan keseluruhan interior kafe. Lopi Café and Eatery ini sendiri dibangun selama 2 (dua) bulan, sejak Januari 2015 dan beroperasi 11 Maret 2015.

Nuansa kayu dan perahu ini lahir dari Nunu yang memang suka nongkrong di kafe. “Saya memang suka unsur kayu. Saya orangnya suka nongkrong dan kadang gerah karena cuaca, nah kayu ini bikin dingin. Kayu juga menghadirkan suasana homy sehingga pengunjung merasa berada di rumah sendiri” lanjut Nunu.  Dua jendela kaca besar menghadap ke jalan, memberikan mood santai karena hanya membutuhkan pencahayaan seperlunya.

Satu lagi yang menarik dari kafe ini adalah perlakuan yang sama pada semua pengunjung, baik itu bagi para perokok atau bukan perokok. Umumnya, kafe atau coffee shop membedakan antara perokok dan non perokok dengan menempatkan perokok di bagian luar dengan kursi dan meja yang lebih ‘murah’ dan kurang nyaman dibanding area non – smoking. 

Lopi Cafe and Eatery

Unsur kayu dan perahu yang dominan di Lopi Cafe and Eatery Makassar

Meski tak memiliki partisi khusus, Lopi Café and Eatery, memberikan perlakuan dan kenyamanan bagi kedua jenis pengunjung. Bagi pengunjung yang tidak merokok disediakan ‘ruang khusus’ sementara di dalam ruangan smoking area disiapkan banyak exhaust. Ada pula ruang ‘abu – abu’ yang terletak di pojok antara smoking area dan non smoking area. Ruang ‘abu – abu’ ini diperuntukkan bagi non smoker hingga pukul 21:00, setelahnya bisa ditempati oleh perokok. “Saya mau yang merokok juga merasa nyaman tanpa harus mengganggu kenyamanan yang tidak merokok” jelas Nunu.

Untuk menu, Lopi Café and Eatery ini memilih beragam pilihan dari cemilan, makanan berat hingga dessert. Untuk cemilan pengunjung bisa memilih  pisang goreng dan kentang goreng, potato wedges atau oreo cheese cake. Bagi yang lapar dan ingin menyantap makanan berat tersedia beragam menu utama ala Indonesia dan ala barat, seperti nasi goreng, mie goreng, cheesey wedges, chicken wings, spaghetti carbonara, chicken wings dan banyak lagi.

Saya sendiri memilih Mie Goreng sebagai menu buka puasa. Untuk rasa, Mie Goreng ala Lopi Café and Eatery ini juaranya! Saya jarang menemukan Mie Goreng seenak di kafe yang terletak di jalan Bougenville, Panakukang Makassar. Begitu pun dengan minuman yang saya pilih, Jus Mangga. Tanpa pemanis tambahan, rasa jus mangga pesanan saya sudah juara. Rasa manisnya berasal dari buah mangganya itu sendiri. Untuk dessert saya memilih Nutella Pie dengan ice cream di atasnya.

Lopi Cafe and Eatery

Beberapa menu di Lopi Cafe and Eatery Makassar

Selain Jus Mangga, ada beberapa jenis jus yang ditawarkan seperti Jus Sirsak yang rasa buahnya sangat terasa. Ada pula minuman lain seperti Cappucino, Green Tea, hingga Classic Coffee. “Untuk kopinya, kami ambil langsung dari petani dari Toraja,” ungkap Nunu. Toraja memang terkenal hingga ke mancanegara sebagai salah satu penghasil kopi terbaik di dunia.

Kafe yang rata – rata pengunjungnya adalah anak muda usia di bawah 30 tahun ini buka mulai pukul 11 siang sampai pukul 1 pagi. Lopi Café and Eatery ini sendiri awalnya adalah tempat parkiran MakassArt homestay yang berada di lantai 2. MakassArt Homestay sendiri menyediakan kamar yang bisa disewa harian, mingguan hingga bulanan dengan harga berkisar 200rb – 300rb permalam.

Berhubung pengunjung homestay lebih banyak traveler dan backpacker yang berasal dari luar kota, ruang parkirnya jadi tak terlalu terpakai. “Pengunjung lebih banyak dari luar Makassar dan jarang yang membawa kendaraan pribadi. “ jelas Nunu.  Untuk memanfaatkan lahan kosong ini kosong akhirnya tempat parkir itupun diubah menjadi kafe dengan kapasitas berkisar 50-an orang.

Bagi traveler yang berkunjung ke Makassar, tempat ini bisa menjadi pilihan karena bisa merasakan hangout di kafe sekaligus mendapatkan akomodasi murah. Lokasinya yang terletak di kawasan bisnis Panakukkang juga memudahkan ke mana – mana karena berada di pusat kota Makassar sehingga mudah terjangkau.

(Visited 4,388 times, 1 visits today)


About

sharing is caring | bebas merdeka 100% | writer and traveller wannabe | peneliti paruh waktu | social media enthusiast |


'Lopi Cafe and Eatery: Kafe Dengan Nuansa Etnik di Pusat Kota Makassar' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloMakassar.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool