Keju Khas Dangke Makassar

Lezatnya Keju Lokal Dari Sulsel

Lezatnya Keju Lokal Dari Sulsel
5 (100%) 1 vote

Jika anda berkunjung ke Makassar atau  sulawesi selatan, tidak lengkap rasanya jika tak mencoba makanan khas daerah setempat. Coto Makassar, pisang peppe’, atau jalangkote tentu sudah tak asing di telinga wisatawan. Tapi tahukah anda, kalau di sulsel tepatnya di kabupaten Enrekang, terdapat makanan olahan susu segar bernama Dangke. Banyak yang menyebut kuliner khas ini dengan julukan ‘keju lokal’.

Kabupaten Enrekang berbatasan dengan Sidrap dan Tanah Toraja

sumber : google map

Konon, dangke sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Asal kata dangke sendiri adalah dari bahasa belanda, Dankjewel,  yang artinya terima kasih. Menurut cerita yang beredar di masyarakat setempat, sejarah nama tersebut berawal dari seorang tamu Belanda yang mampir di Enrekang dan disuguhi dengan dangke yang saat itu tak bernama ‘dangke’. Sang Belanda pun berucap dangkjewel yang terdengar ‘dangke’ di telinga  orang lokal. Sejak saat itu, makanan putih dan lembut tersebut diberi nama dangke. Tak ada yang pernah protes dengan sejarah dangke ini meski tak ada literatur  yang bisa membuktikan kebenarannya. Cerita ini berkembang dan dituturkan dengan berbagai versi.

Awalnya produksi dangke dilakukan secara terbatas  oleh masyarakat setempat. Keterbatasan teknologi pengawetan pada saat itu membuat rasa dangke tak begitu diminati bahkan oleh masyarakat lokal sendiri. Bau yang menyengat dan rasa yang sangat asin disebabkan pengawetan yang dilakukan dengan merendam dangke dalam air garam agar bisa tahan selama berhari-hari. Seiring berkembangnya teknologi, proses pengawetan dangke menjadi lebih praktis dan bisa bertahan lebih lama. Rasa dangke juga bermetamorfosis menjadi lebih ‘ramah’ di lidah.

Bahan baku pembuatan dangke bisa  berasal dari olahan susu sapi atau kerbau. Biasanya masing-masing daerah mempunyai rasa Dangke yang khas. Misalnya di daerah kecematan Duri kabupaten Enrekang, Dangke dihasilkan dari susu kerbau sehingga mempunyai aroma yang lebih harum dan rasa yang lebih lezat, dan tentu saja harga yang lebih mahal. Jika dipasaran,  dangke olahan susu sapi seharga Rp 15.000/biji, maka Dangke susu kerbau dibandrol dengan harga Rp 20.000/biji.

Dangke yang sudah dingin, dibungkus dengan daun pisang.

Dangke yang sudah dingin, dibungkus dengan daun pisang.

PESAN TIKET TERMURAH KE MAKASSAR

Harga dangke yang tergolong mahal untuk ukurannya yang kecil tentu sebanding dengan bahan bakunya. Satu biji dangke dihasilkan dari sekitar 1-1,5 liter susu segar.  Susu tersebut diolah dengan cara dipanaskan dan diberi campuran getah pepaya yang mengandung enzim papain, berfungsi memisahkan  protein, lemak dan air pada susu. Bagian padat dari susu yang telah dimasak kemudian dimasukkan kedalam cetakan batok kelapa agar berbentuk. Dangke yang sudah dingin dilepas dari cetakan dan dibungkus daun pisang.

Anda tertarik mencoba Dangke? Silahkan berkunjung ke SulSel, Kabupaten Enrekang. Dangke dapat ditemukan di pasar-pasar tradisional atau pesan khusus di rumah makan setempat. Selain Dangke, ada banyak wisata yang bisa dikunjungi di kabupaten Enrekang, yaitu Gunung Nona yang mempunyai bentuk eksotis, air terjun Lewaja, atau mengunjungi desa sehat Bone-Bone.

Selamat mencoba Fellas!

(Visited 1,748 times, 1 visits today)


About

andiarifayani.blogspot.com | Sobat LemINA | Penyala Makassar


'Lezatnya Keju Lokal Dari Sulsel' have 10 comments

  1. April 29, 2015 @ 3:55 pm Made

    Wah saya baru tau tentang ini.

    apa Dangke ini juga biasa disediakan saat acara-acara adat atau acara perkawinan di Enrekang ?

    Reply

    • April 29, 2015 @ 11:18 pm Ifah

      harus coba ! 😉
      Yang saya tahu, acara-acara adat di kabupaten Enrekang tidak ada yang mengkhususkan penyajian Dangke. Begitu pula dengan acara perkawinan. Harga yang tergolong mahal untuk ukurannya yang kecil tentu jadi pertimbangan jika disajikan untuk hajatan yang mengundang banyak orang. Yah, kecuali ada permintaan khusus dari tamu spesial atau keluarga yang datang dari jauh, tentu bukan masalah menyajikan sepiring dangke goreng dengan sambal terasi 🙂

      Reply

  2. April 30, 2015 @ 6:03 am Nanie

    Daengke ini rasanya benar-benar enak. Dulu jaman kuliah, selalu menikmati dangke secara gratis, soalnya punya teman pondokan yang berasal dari Enrekang :))

    Reply

    • April 30, 2015 @ 6:33 am ifah

      Karena kelezatan dan rasanya yang khas sehingga dangke menjadi salah satu faforit Bondan Winarno. Beliau sering pesan dangke Enrekang untuk dikirim ke kediamannya 🙂

      Reply

  3. April 30, 2015 @ 9:48 am Agus

    Kalau di makassar bisa dapat di mana itu dangke?

    Reply

    • April 30, 2015 @ 9:08 pm ifah

      Setahu saya belum ada yang jualan dangke di Makassar. Biasanya dangke di pesan khusus melaui sopir angkutan umum Enrekang-Makassar atau melalui teman yang domisili di Enrekang.

      Reply

  4. August 9, 2015 @ 11:15 am Fauzi

    hallo mbk, aq fauzi dari trans7. mau liputan proses pembuatan dungke kiranya bisa menghubungi siapa ya disana?

    Reply

    • August 10, 2015 @ 9:22 am Andi Arifayani

      Halo mas Fauzi, ada banyak produsen Dangke di Kabupaten Enrekang. Jika ingin melihat langsung proses pembuatannya bisa pilih daerah mana yang akan anda datangi. Saya cuma tahu daerah Enrekang kota yang memproduksi dangke dan kerupuk olahannya. Bisa hubungi saya via email andiarifayani@gmail.com. Nanti sy emailkan nomor hapenya ^^

      Reply

  5. August 22, 2015 @ 8:52 pm Fauzi

    Hallo mbk, saya dari Trans|7 kiranya ada nomor tlp pengerajin keji dangke di enrekang? Rencananya kami akan meliput disana? Untuk meliput prosea pembuatan keju indonesia ini. Tks

    Reply

    • September 7, 2015 @ 11:46 am ifah

      Halo mas Fauzi. Silahkan hubungi nomor ini : 085752683554

      Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloMakassar.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool