Ngopi di Bajoe

Labuan Coffee Bar: Ngopi di Bajoe

Labuan Coffee Bar: Ngopi di Bajoe
5 (100%) 1 vote

Akhir pekan kemarin saya berkesempatan mengunjungi Watampone, ibukota Kabupaten Bone. Bersama teman-teman Kepo Initiative, kami memenuhi undangan dari Bukuta Philosophia yang menggelar workshop menulis untuk anak-anak muda di negeri Arung Palakka itu. Dalam dua hari, 30 – 31 Juli, kami berbagi dan belajar tentang materi menulis, blogging dan media sosial bersama 20an peserta yang terdiri dari siswa SMA dan mahasiswa di Bone.

Dahulu Bone adalah salah satu kerajaan besar di Sulawesi Selatan, itulah kenapa Kabupaten Bone sekarang menjadi kabupaten dengan wilayah terluas di provinsi Sulawesi Selatan. Luas kabupaten yang berjarak sekira 174 km arah timur laut Makassar ini sekitar 4.559 km2 persegi dengan 27 kecamatan, 328 desa dan 44 kelurahan.

Kesempatan mengunjungi kabupaten yang dulunya memiliki peranan besar dalam sejarah kerajaan di Sulawesi Selatan ini tentunya tak kami sia-siakan. Pada sore hari selepas materi hari pertama kami mengunjungi Tanjung Palette. Kawasan wisata Tanjung Pallette terletak di Kelurahan Pallette, berjarak sekira 12 km dari kota Watampone dan dapat ditempuh selama 30 menit perjalanan. Sepanjang perjalanan kami menikmati aktivitas masyarakat dan juga hamparan sawah para penduduk.

Meskipun lokasinya di pinggir pantai Teluk Bone, kawasan wisata Tanjung Pallette, berbeda dengan kawasan wisata pantai lainnya di Sulawesi Selatan. Di tempat ini, pengunjung disuguhi pemandangan berupa pantai karang yang terjal, deburan ombak  serta hembusan angin pantai. Sayang, kami tak bisa berlama-lama di sini mengingat kami datang sudah terlalu sore.

Tempat Ngopi di Bone

Papan-papan tulis hitam bagi pengunjung yang ingin meninggalkan pesan

Hari kedua pelatihan berakhir lebih cepat dari perkiraan kami. Setelah rangkaian penutupan, kami mendapat undangan dari salah seorang peserta pelatihan untuk berkunjung ke coffee shop yang ia miliki. Kami lalu menuju ke arah Pelabuhan Bajoe yang jaraknya sekira 7 (tujuh) kilometer dari arah kota Watampone.

Jarak itu kami tempuh tak lebih dari 15 menit hingga kami tiba di sebuah deretan rumah toko (ruko) yang berada di sebelah kiri jalan menuju Pelabuhan Bajoe. Pada deretan ruko itu terdapat sebuah ruko yang menyita perhatian saya saat kami turun dari mobil. Sebuah coffee shop dengan konsep menarik dengan unsur full kayu sebagai interior ruangan dan luar.

Artikel rekomendasi: Bertemu Romano di Koffie Huis

 

Ngopi di Bajoe

Salah satu pengunjung Labuan Coffee Bar Bone sedang mencium aroma kopi

Sebuah tagar #ngopidibajoe menyapa kami begitu berdiri di depan kafe ini. Setidaknya ada 12 meja yang masing-masing memiliki 4 (empat) kursi di bagian luar bangunan. Di bagian dalam, ada 4 (empat) meja  dengan 4 (empat) kursi. Ada pula satu meja kecil dengan dua kursi. Di depan bar setinggi dada lelaki dewasa ada empat kursi.

Pemilihan kayu sebagai bahan interior ini bukan tanpa alasan. “konsep kayu terinspirasi dari kafe yang lain sudah pake cuman sebagiannnya saja, jadi di Bajoe pakenya yang full konsep untuk kayunya” ungkap Yusuf, sang pemilik kafe. Untuk desainnya sendiri dibuat dengan mengintip gambar-gambar kafe yang unik di media sosial lalu dieksekusi sesuai bahan yang tersedia. Semua kayu yang digunakan berasal dari Bone namun dikerjakan dengan sangat rapi dan halus oleh tukang yang juga merupakan warga sekitar.

Labuan Coffee Bar ini tak begitu jauh dari Pelabuhan Bajoe, tempat penyebarangan menuju Kolaka, Sulawesi Tenggara. Inilah alasan pemilihan nama Labuan Coffee Bar yang beroperasi sejak bulan April 2016 ini. Maraknya tren coffee shop di Bone membuat Yusuf memberanikan diri membangun kafe ini meski jauh dari ibukota kabupaten. “orang-orang di sana (sekitar pelabuhan) rata-rata pekerja berat dari daerah pesisir jadi cocok untuk kopi” tutur Yusuf.

Coffee Shop di Bone

Paket Coffee Break di Labuan Coffee Bar

Menu andalan kafe ini ada beberapa; untuk minuman panas kopi susu dan vietnam drip, untuk minuman dingin adalah Taro Float dan Green Tea Hazelnut sebagai minuman yang paling laris. Untuk Cemilannya ada pisang goreng coklat keju, roti bakar dan kentang goreng. Untuk kopi, Yusuf menggunakan kopi dari Mamasa dan Sesean, Toraja. Menunya pun tergolong terjangkau dengan harga termurah Rp. 8.000,- untuk menu Single Espresso dan yang termahal adalah Espresso Machiato dan Ice Green Tea Caramel seharga Rp. 15.000.

Labuan Coffee Bar ini layak anda kunjungi jika sedang berada di Kabupaten Bone. Desain dan interior yang menarik, sangat instragam-able, dan cita rasa kopi yang menonjolkan kualitas dari kopi specialty, bolehlah menyempatkan diri ke coffee shop ini.

Mau liburan ke Makassar? Cari di sini: tiket pesawat dan hotel
(Visited 414 times, 1 visits today)


About

sharing is caring | bebas merdeka 100% | writer and traveller wannabe | peneliti paruh waktu | social media enthusiast |


'Labuan Coffee Bar: Ngopi di Bajoe' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloMakassar.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool