Kuliner Khas Toraja

Kuliner Khas Toraja
Vote Us

Siapa yang menyangkal keindahan Toraja? Toraja yang kini terbagi menjadi kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara terkenal sebagai salah satu destinasi wisata yang memiliki pemandangan alam yang indah dan khazanah budaya yang sangat kaya. Juga, wisata kuliner.

Mulai dari destinasi negeri di atas awan sampai pada berbagai ritual kebudayaan yang memiliki pesona tersendiri. Sebut misalnya Lolai sampai ritual Rambu Solo dan Rambu Tuka’. Atau, Kete Kesu’ hingga pemakaman bayi (baby grave) di Lemo. Toraja memiliki semua itu.

Namun ada satu potensi wisata yang bisa menjadi andalan negeri Lakipadada ini yaitu wisata kuliner. Toraja juga memiliki aneka sajian makanan khas yang unik dan bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan atau pengunjung.

Catatan: penduduk Toraja yang mayoritas kristiani menjadikan banyak menu kuliner yang mengandung bahan yang haram bagi muslim. Namun, beberapa menu itu memiliki varian bahan yang bisa dikonsumsi oleh siapa saja.

Apa saja kuliner khas Toraja yang bisa kamu cicipi saat berkunjung ke sana? Di bawah ini kami sajikan beberapa di antaranya, beserta variannya;

 

Pantollo' Bale, Kuliner Khas Toraja | foto portalsolata.com

Pantollo’ Bale, Kuliner Khas Toraja | foto portalsolata.com

 

  1. Pa’tong atau RW

Pa’tong, ada juga yang menyebutnya RW atau Tarki. Pa’tong adalah kuliner khas yang terbuat dari daging anjing yang diolah dengan menggunakan berbagai macam bumbu dan rempah. Yang membuat masakan Pa’tong menjadi unik adalah cara pengolahan dan bumbu-bumbu yang digunakan yaitu cabe rawit dan lengkuas. Kedua bumbu utama ini membuat Pa’tong terkenal dengan rasa pedasnya yang luar biasa.

Tak banyak yang menyajikan makanan ini sebagai menu dan hanya bisa ditemukan di tempat-tempat tertentu. Bagi yang anda beragama Islam, tentu saja tak boleh mencicipi makanan khas dan spesial dari Toraja ini.

  1. Pappiong

Makanan ini adalah makanan khas Toraja dengan pengolahan yang unik yaitu dimasak dengan mengunakan bambu. Kuliner juga menggunakan sayur bulunangko (mayana) dan bisa juga menggunakan burak ( pohon pisang ) yang masih muda.

Pa’piong dibagi dalam beberapa macam sesuai dengan bahan baku pembuatannya. Bagi warga Toraja yang beragama Kristen umumnya mereka memilih Pappiong Bai’ yang bahan utamanya adalah daging babi.

Bagi yang tidak mengonsumsi babi, bisa mencoba Pappiong Bale yang berbahan ikan daging ikan, biasanya ikan mas, atau Pappiong Manu’ yang berbahan daging ayam. Baik Pappiong Bai’, Pappiong Bale atau pun Pappiong Manu’ mengalami proses pengolahan yang sama yaitu daging dicampur dengan daun mayana  dan bumbu lalu bisa ditambahi dengan cabe rawit atau lombok katokkon dan dimasak menggunakan bambu.

  1. Pantollo’ Pammarasan

Seperti Pappiong, Pantollo Pammarasan juga dibedakan ke dalam beberapa macam tergantung bahan baku yang digunakan. Ada Pantollo’ Lendong yang yang terbuat dari belut, Pantallo’ Duku yang berbahan daging babi dan Pantollo’ Bale dengan bahan dasar ikan. Ketiga jenis Pantallo’ ini diolah dengan pamarasan (rawon) yang dicampur sedemikian rupa menggunakan rempah-rempah khas Toraja, termasuk lombok katokkon yang luar biasa pedasnya.

  1. Lada/Lombok Katokkon

Selain terkenal sebagai penghasil kopi yang ternama, Toraja juga memiliki satu tanaman andalan yaitu Lada Katokkon. Cabai yang memiliki nama ilmiah Capsicum annuum L. var. sinensis ini mempunyai  aroma wangi yang khas dan menggugah selera dan merupakan salah satu cabai terpedas di dunia.

Tanaman ini tumbuh di tempat-tempat tertentu pada ketinggian 1000-1500 Mdpl, berwarna hijau saat mentah, oranye menjadi merah segar saat matangnya. Bentuknya yang unik dengan warna yang cantik seringkali menipu karena rasanya yang ekstra pedas. Rasa pedas yang khas dan nikmat ini membuat Lada Katakkon menjadi primadona untuk beberapa masakan tradional toraja seperti pa’piong, pantollo pammarasan, dan beberapa masakan lainnya.

Katokkon yang tumbuh subur dan banyak ditemukan di Toraja dan menjadi bahan campuran masakan Toraja yang pedas ini menjadikan Lada Katokkon identik sebagai cabai khas Toraja.

Deppa Tori - Kue Kuliner Khas Toraja, teman sempurna untuk Kopi Toraja

Deppa Tori – Kue Kuliner Khas Toraja, teman sempurna untuk Kopi Toraja

  1. Deppa Tori

Kue yang dalam bahasa daerah Toraja disebut deppa/beppa ini dibuat dari campuran tepung beras dan gula merah. Setelah dicampur, adonan yang telah dipipihkan dan ditaburi wijen, dipotong dengan  menarik garis memanjang sehinga membentuk serong menyerupai jajar genjang. Adonan yang sudah terbentuk kemudian digoreng di atas minyak panas sampai mengembang dan matang. Deppa tori paling enak disajikan bersama, tentu saja, Kopi Toraja.

So, jika sedang berpesiar ke Toraja jangan hanya menikmati pemandangan alam atau ritualnya saja. Sempatkan mencicipi kuliner khas Toraja yah..

(Visited 343 times, 1 visits today)


About

sharing is caring | bebas merdeka 100% | writer and traveller wannabe | peneliti paruh waktu | social media enthusiast |


'Kuliner Khas Toraja' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloMakassar.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool